Penggerak Ekonomi Rakyat, Wisata Religi Kian Menggeliat

0
346
Wisata religi manaqib di masjid Istiqal Jakarta

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggarap serius wisata religi, yang merebak di berbagai penjuru nusantara. Keseriusan ini lantaran potensi wisatawan nusantara (Wisnus) sangat luar biasa, bahkan wisatawan asing pun tergerak untuk datang.

Selain itu, geliat wisata religi sebagai penggerak ekonomi masyarakat yang sangat bagus, meningkatkan perekonomian rakyat kecil dan menumbuhkan lapangan kerja baru, papar Wawan Gunawan, Kasubdit Wisata sejarah dan Relegi Kementrian Pariwisata kepada test.test.bisniswisata.co.id di Jakarta, Ahad (24/04/2016).

Dicontohkan, Festival Wisata Budaya Religi Manaqib 2016, di Pondok Pesantren (Ponpes) Sirnarasa di Ciomas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang dikemas sedemikian rupa dan dipromosikan lewat media sosial, memanfaatkan IT, internet dan media website.

Dampak festival itu, wisnus berdatangan dari kota-kota di Jawa Barat; Cirebon, Garut, Tasikmalaya, Bandung, Sumedang, Majalengka, Kuningan, dan Bogor. Bahkan dari Jawa Tengah; Tegal, Cilacap, Pemalang. Juga ada yang datang dari Sumatera; Lampung dan Sumatera Selatan. Plus, Jakarta.

“Manaqib di Ponpes Sirnarasa rutin digelar setiap bulan, dan biasanya hanya dihadiri warga sekitar atau dari kota terdekat. Ketika dikemas sebagai festival dan dipromosikan Kemenpar, wisata manaqib menjadi berkah warga sekitar pondok pesantren,” ungkap Wawan.

Bukan hanya pedagang yang kebanjiran rejeki, sambung dia, namun rumah warga menjadi tempat penginapan, homestay. Pengunjung dari kota-kota yang jauh pasti menginap karena mereka melakukan manakib tengah malam hingga siang hari.

Menurutnya, kehadiran festival manaqib memberi berkah bagi warga lokal dan sekitarnya. Ada penjual beragam buku terkait Abah Gaos, tata cara Manaqib, dan lainnya di depan Ponpes Sirnarasa. Juga ada pedagang makanan, minuman, rujak, buah-buahan, juga pedagang udeng khas Sunda, mainan anak-anak, kopiah Turki, ikat kepala hingga jaket.

“Harga dijual Rp 5000 hingga Rp 300 ribu per item, semua laris. Air mineral dalam kemasan botol merek Sirraya alias Sirnarasa-Suralaya juga banyak dicari jamaah. Harganya yang botol Rp 2 ribu hingga Rp 6 ribu. Air ini diambil dari mata air di kaki Gunung Sawal. Kejernihannya lebih unggul dibanding air mineral merek lain, dan ini laku, ” jelasnya.

Berkah serupa juga dialami pedagang warung makan di depan Ponpes Sirnarasa, yang mendapat keuntungan berlipat saat ada Festival Wisata Budaya Religi Manaqib.

“Umumnya ada festival saya buka warung makan ini non stop 24 jam. Kalau hari biasa, buka sampai pukul 11 malam,” katanya.

Menu yang paling laris dibeli pengunjung saat festival ini antara lain nasi rames, mie rebus, bermacam gorengan seperti cireng, aneka kopi, teh, pulsa, dan rokok.

Berkah rezeki juga didapat oleh beberapa warga yang rumahnya dijadikan homestay di sekitar Ponpes Sirnarasa. Warga mendapat keuntungan lebih terutama saat Festival Wisata Budaya Religi Manaqib.

Sejumlah tamu dari luar Ciamis banyak juga yang menginap di homestay yang tersedia. Sisanya memilih di masjid ponpes.

Daerah lain…

Selain di Ponpes Sirnarasa, manaqib juga rutin digelar di Masjid Al-Hidayah di Dusun Cimuncang, Desa Jayagiri, Kecamatan Panumbangan setiap bulannya.

“Di kota lain seperti Jakarta kegiatan festival wisata budaya manaqib juga mendapat dukungan dari Kemenpar. Antara lain di Masjid Istiqlal Jakarta yang diadakan setiap enam bulan sekali dengan label kegiatan Wisata Religi Zikir Nasional Manaqib Qubro.

Di Banten digelar setiap tiga bulan sekali, dan untuk penyelenggaraan tanggal 10 April 2016 lalu juga mendapat dukungan dari Kemenpar dengan nama kegiatan Wisata Budaya Religi Banten Berzikir Bersalawat dan Manaqib.

Juga di Majalengka ada Festival Ponpes Al Mizan, acara serupa juga digelar di Yogyakarta, Solo, Banjanegara Jawa Tengah, Madura, Banjarmasin Kalimantan Selatan, hingga Batam. “Kami sempat kewalahan menerima permintaan wisata religi dari berbagai penjuru nusantara,” sambung Wawan yang juga dikenal sebagai dalang. (endy)

LEAVE A REPLY