Pengenaan Sandal bagi Wisatawan di Candi Borobudur Dikaji

0
1323
Candi Borobudur


MAGELANG, test.test.bisniswisata.co.id:
BALAI Konservasi Borobudur (BKB) masih mengkaji rencana penggunaan sandal bagi wisatawan guna mencegah keausan batu Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Salah satunya implementasi penggunaan alas kaki itu sendiri.

“Implementasi penggunaan sandal masih perlu kajian panjang, apakah nantinya pembelian sandal menjadi satu tiket masuk atau terpisah,” kata Kepala BKB Marsis Sutopo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (20/10/2015).

Marsis menilai, apabila penggunaan sandal itu diterapkan maka bakal ada pilihan pengunjung mau naik candi atau tidak. Selain itu, desain sandal dan siapa yang bakal memproduksi juga belum ditentukan. Pengenaan sandal itu guna mencegah batu Candi Borobudur rusak dan aus akibat diinjak pengunjung. Sebab Candi Borobudur merupakan situs warisan dunia yang harus dilestarikan.

BKB bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menggelar sayembara desain sandal Candi Borobudur. Dari hasil sayembara akan diperoleh berbagai macam model sandal yang mungkin cocok digunakan di Candi Borobudur. “Sebagai monumen dengan batu andesit sebagai struktur utamanya merupakan alasan utama mengapa Candi Borobudur saat ini masih dapat disaksikan kemegahannya,” kata dia.

Batuan Candi Borobudur aus 1,8 cm setiap dikunjungi 50 juta pengunjung. Ternyata banyaknya pengunjung yang menjejakkan kakinya di atas struktur batu andesit penyusun candi meninggalkan jejak kerusakan. “Jejak-jejak kerusakan tersebut, antara lain adanya keausan batu, khususnya pada tangga dan lantai Candi Borobudur. Maka perlu diantisipasi untuk pelestarian candi Buddha terbesar di dunia tersebut,” sambungnya. (*/ndy)

LEAVE A REPLY