Pengembangan Wisata Halal RI-Thai Diyakini Dongkrak Kunjungan Wisman

0
44

Wisatawan mancanegara menikmati wisata kuliner di restoran Ban Khun Mae di kawasan Siam Square, Bangkok. 

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Kerjasama industri wisata dalam pengembangan wisata halal Indonesia-Thailand akan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, kata Dr.Rusmiati M.Si, CEO PT Patihindo Permai, hari ini.

“ Selama ini wisatawan Thailand sudah banyak datang ke Indonesia namun jumlahnya tidak signifikan. Masih kecil ketimbang wisatawan Indonesia yang ke Thailand, ” tambahnya.

Menurut Rusmiati, tahun ini target Kementrian Pariwisata untuk menjaring  jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia 15 juta orang. Namun untuk kunjungan wisatawan Thailand ke Indonesia targetnya habya 118 ribu orang. Sementara jumlah wisatawan Indonesia ke Thailand mencapai 2 Juta orang/ tahun.

Berbicara disela-sela pertemuan dengan Sanya Saengboon, Managing Director & General Manager Hotel Al Meroz, Bangkok, Rusmiati mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan Prayong Saeyong atau akrab di panggil Andi Yang, Direktur Yang World Travel Co. Ltd untuk memasarkan paket wisata halal baik inbound dan outbound Indonesia-Thailand.

“Paket outbound ( wisatawan Indonesia ke Thailand) dan paket inbound ( wisatawan Thailand ke Indonesia) sebaiknya seimbang jumlahnya sehingga awal tahun 2018 paket wisata halal Indonesia – Thailand ini sudah bisa kita pasarkan,” kata Rusmiati.

Lemahnya kunjungan wisatawan Thailand ke Indonesia karena sejumlah faktor seperti jarak tempuh, harga tiket pesawat, harga hotel di Indonesia yang 30% lebih mahal ketimbang di Malaysia dan Bangkok serta faktor lainnya.

Akibatnya wisatawan Thailand lebih suka berwisata ke Malaysia karena jarak tempuh dan harga tiket penerbangan lebih murah ketimbang berwisata ke Indonesia. Tak heran jumlah wisatawan Thailand yang berkunjung ke Malaysia tahun lalu mencapai 1,8 juta orang.

“Oleh karena itu paket wisata halal yang kami pasarkan nanti harganya harus terjangkau dan bisa ditangani dengan profesional. Untuk itu kalangan industri wisata harus bersinergi dan berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam pengembangan wisata halal,” ungkapnya.

Dia mengakui tidak semua pasar wisatawan mancanegara dapat ditangani dengan baik oleh industri pariwisata du tanah air. Oleh karena itu untuk menggarap pasar wisatawan Thailand maka semua pihak terkait agar memahami karakteristik wisatawan Thailand termasuk dalam hal kulinernya.

Rusmiati berharap kunjungannya ke Bangkok untuk menandatangani  kerjasama dengan industri wisata Thailand dapat efektif menjaring wisatawan Thailand ke Indonesia. Sebagai Sekjen Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia ( Asita) pihaknya akan memasarkan paket wisata halal ini pada 7000 anggota Asita di seluruh Indonesia. 

Rusmiati ( kanan) tengah berdiskusi santai dengan Tjhan Matius Founder & Inventor One World Halal Tourism Hub di Hotel Al Meroz, Bangkok

“Kementrian Pariwisata minggu depan akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional ( Rakornas) dengan asosiasi pariwisata seperti Asita, Gabungan Pengusaha Industri Pariwisata Indonesia ( GIPI), PHRI dan asosiasi industri penerbangan,”

Untuk paket wisata halal Thailand ini Patihindo bekerjasama dengan Lion Thai. Ke depan pihaknya akan membahas kerjasama dengan penerbangan lain karena unsur biaya tertinggi dari suatu paket di tiket penerbangan 

Rusmiati yang jugamenjabat sebagai Sekjen Asita mengatakan paket wisata halal nantinya juga akan dipasarkan pada 7000 anggota Asita di seluruh tanah air.

“Kami juga akan mempresentasikan hasil MoU dengan pihak industri wisata Thailand dan berharap bisa bersinergi dengan asosiasi lainnya sehingga mendapatkan harga yang kompetitif,” tandasnya.

LEAVE A REPLY