Pengembangan Bandara Silangit Dikebut

0
773
Bandara Silangit Tapanuli Utara (Foto: tempo.com)

TAPANULI UTARA, test.test.bisniswisata.co.id: PENGEMBANGAN Bandara Silangit di Kecamatan Siborong-Borong, Tapanuli Utara Sumatera Utara, dikebut mulai April 2016 dan diharapkan tuntas sebelum penyelenggaraan Festival Danau Toba 2016, pada 19 – 22 November 2016.

“Kami targetkan pengembangan Bandara Silangit selesai pada September 2016,” papar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi saat memaparkan rencana pengembangan Bandara Silangit kepada Presiden Joko Widodo, di Ruang VVIP Bandara Silangit, Selasa (1/3/2016).

Presiden Jokowi dan rombongan memulai kunjungan ke Sumut pada Selasa (1/3/2016). Presiden tiba di Bandara Silangit pada pukul 12.40 WIB setelah terbang dengan pesawat CN-295 selama 40 menit dari Bandara Kualanamu.

Presiden didampingi Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Plt. Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi, mendengarkan penjelasan Dirut Angkasa Pura II tentang rencana pengembangan Bandara Silangit, di Kecamatan Siborong-Borong.

Budi dalam paparannya menjelaskan landasan diperluas dari 2.400 x 30 meter menjadi 2650 x 45 meter dan apron memiliki dimensi 140 x 300 m2 dengan jumlah parking stand empat pesawat. “Nanti dapat didarati pesawat terbesar Boeing 737-800, sehingga wisatawan dari Bandara Silangit dapat langsung menuju kawasan Danau Toba,” ungkap Budi seperti dikutip laman Antara.

Pengembangan Bandara Silangit itu sesuai arahan Presiden pada rapat terbatas 2 Februari 2016, agar konektivitas menuju Kawasan Danau Toba diperkuat.
Usai mendengarkan penjelasan pengembangan Bandara Silangit, Presiden menyapa warga dan menerima permintaan foto bersama dengan warga sekitar, serta melanjutkan perjalanan dengan kendaraan mobil menuju Danau Toba.

Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana menyebutkan Presiden meninjau langsung kawasan Danau Toba untuk memastikan pengembangan destinasi wisata prioritas. Danau Toba adalah salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas, seperti Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai dan Tanjung Kelayang.

Dalam rapat terbatas pada 2 Februari 2016, Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada menteri-menteri terkait agar dalam pengembangan Danau Toba dilakukan penguatan konektivitas dan aksesibilitas, seperti bandara, jalan, dan pelabuhan. “Saya juga menekankan agar disiapkan branding untuk pemasarannya, pelayanan yang berstandar internasional, atraksi-atraksi seni budaya dengan koreografi yang baik, desain yang menarik yang mempunyai kelas,” pesan Presiden

Selain meninjau kawasan Danau Toba, Presiden juga akan memimpin rapat tentang pengembangan Danau Toba dengan Menteri Pariwisata, Plt. Gubernur Sumatera Utara dan para Bupati Wilayah Danau Toba. (*/a)

LEAVE A REPLY