Pengembangan Bandara Achmad Yani Telan Rp 2,1 Triliun

0
323
Pengembangan bandara Achmad Yani (Foto:beritadaerah.co.id)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mendorong agar proyek pengembangan bandara Ahmad Yani Semarang yang menelan anggaran sebesar Rp2,1 trilun, hendaknya bisa dipercepat. Diharapkan akhir tahun 2017 bisa dioperasikan kembali.

“PT Angkasa Pura I rencananya akan mengoperasikan April 2018. Kami menilai terlalu lama, diharapkan akhir tahun 2017 sudah bisa beroperasi. Mengingat akses transportasi udara sangat dibutuhkan, apalagi Jawa Tengah kini gencar mempromosikan pariwisata ke luar negeri,” papar Ganjar saat press conference Borobudur Marathon 2016 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (07/11/2016).

Jika ada wisatawan asing datang ke Jateng, lanjut Gubernur, melihat kondisi bandara masih belum tuntas, berantakan maka akan menimbulkan citra yang kurang baik. “Dan itu yang tidak kami inginkan, kalau kesan pertama begitu, wisman pasti ogah (tidak mau) datang lagi. Ini kan merugikan kita,” jelasnya.

Hingga kini, pihak Angkasa Pura I yang merenovasi bandara yang terdapat di Semarang Barat baru mencapai 20 – 25 persen. Ada empat paket pengerjaanya. Paket I (parkir dan akses masuk bandara) sudah mencapai 66 persen. Paket II (apron dan taxiway) sudah 100 persen selesai pengerjaanya.

“Paket III (terminal) dan paket IV (bangunan penunjang dan lanskap sekitar), belum dilakukan lelang juga terkendala dengan desainnya. Nah, jelas ini butuh waktu lama untuk pengerjaanya. Karenanya, kami minta agar pengoperasiannya bisa dipercepat,” harapnya.

Dilanjutkan, terminal dibangun di atas lahan seluas 58.000 meter persegi menampung hingga 6 juta penumpang per tahun. Terminal lama hanya menampung 1,5 juta penumpang. Luas apron menjadi 61.344 meter persegi dari sebelumnya 29.032 meter persegi, dan runwaynya 2850 meter persegi sehingga mampu didarati pesawat berbadan lebar.

“Juga ada 13 garbarata. Dengan renovasi ini, Bandara Ahmad Yani ada jalur penerbangan internasional ke Bangkok dan Singapura sehingga jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah meningkat. Juga diharapkan terjadi peningkatan ekonomi dan investasi di wilayah kami,” lontar Ganjar.

Sebenarnya, tambah dia, Jateng punya bebarapa bandara seperti di kota Solo, Cilacap bahkan Karimunjawa ada bandaranya dengan melayani penerbangan seminggu dua kali. “Bandara Karimunjawa juga pernah dikunjungi wisatawan asal Rusia yang datang ke pulau itu hanya untuk diving. Kami juga rencana menggelar Sail Karimunjawa agar namanya semakin mendunia,” ungkapnya.

Menyinggung jarak tempuh bandara dengan destinasi utama Jateng yakni Borobudur, Gubernur Jateng sudah menyiapkan bandara terdekat yakni Bandara Wirasaba. Bandara ini sebelumnya difungsikan sebagai pangkalan militer. “Kami kini melakukan pendekatan dengan TNI agar bisa menjadi bandara sipil,” katanya.

Dengan beroperasinya Bandara Wirasaba, diharapkan dapat menjangkau lima wilayah terdekat yaitu Banjarnegara, Wonosobo, Cilacap, Purbalingga, dan Purwokerto. “Jadi wisatawan yang ingin ke Borobudur tidak perlu ke Bandara di Solo atau Semarang. Saat ini penerbangannya itu ada pesawat ATR-72 atau pesawat Caravan yang seat 12-15,” ucapnya.

Juga ada event wisata di Dieng, lanjut dia, wisatawan tak perlu menempuh jalan darat yang lama apalagi terjebak kemacetan panjang. Sehingga keberadaan Bandara Wirasaba ini menjadi solusi yang tepat menpersiakat perjalanan wisatawan yang ingin ke Dieng. (endy)

LEAVE A REPLY