Pempek Krispi, Inovasi Baru dari Medan

0
294
Pempek Palembang

MEDAN, Bisniswisata.co.id: Kota Medan, Sumatera Utara, hingga saat ini terkenal dengan wisata kulinernya yang enak, lezat, dan murah. Banyak warung kaki lima yang sudah terkenal hingga ke luar kota maupun luar negeri. Tidak heran, banyak wisatawan yang takkan meninggalkan Kota Medan sebelum menikmati masakan kuliner khas kota tersebut.

Selain warung-warung kaki lima yang menyediakan segala jenis masakan, banyak juga pelaku usaha yang menjual hasil masakan dengan menggunakan sistem pemasaran online. Seperti halnya pelaku usaha kuliner, Ratna Gultom. Wanita kelahiran 29 November 1977 ini menjalani usaha pempek krispi buatannya dengan menggunakan sistem pemasaran online.

Pempek memang kuliner khas Palembang, namun ditangan Ratna berhasil melakukan inovasi dengan menyulap pempek menjadi kripsi. “Tertariknya saya menjalani usaha pempek krispi ini sebab awalnya kami sekeluarga suka makan pempek, namun agak sulit mencari makanan ini sehingga saya berniat buat usaha ini sebab buat saya masakan ini termasuk unik yang belum banyak dibuat orang,” katanya di rumah produksinya di Jalan Datuk Kabu Pasar 3 Tembung, Sumateta Utara.

Dikatakannya, usaha ini baru dijalaninya sejak delapan bulan lalu. Bahkan sang suami ikut mendukung karena dinilai dapat menambah pemasukan keluarga. “Saat ini pemasukan dari hasil jualan pempek krispi alhamdulillah perminggu bisa saya dapat Rp5 juta,” ujarnya.

Pelanggan yang menikmati hasil masakan bukan berasal dari Kota Medan saja, melainkan dari luar kota. “Pelanggan banyak yang dari Medan, luar kota juga banyak. Tebing tinggi, Banda Aceh, Langsa, Singkil, Sigli, pernah juga hingga kirim ke Jakarta dan alhamdullillah lagi sudah pernah juga kirim ke Singapura,” katanya.

Harga yang diberikan juga tidaklah mahal, yaitu Rp10.000/porsi/pack. Jadi jika ada pelanggan yang berasal dari Lota Medan sekitarnya langsung diantar dan pelanggan dari luar kota ada yang dititip pakai jasa bus, ada juga yang menggunakan kargo/titipan kilat.

“Sebenarnya saya tidak mengerjakannya sendiri kalau pesanan banyak sebab bisa juga dibilang usaha keluarga yang ngerjain sepupuan semua ada enam orang. Dan untuk lama pengerjaan tergantung banyaknya pesanan. Bisa satu harian, bisa hanya tiga jam selesai,” katanya seperti dilansir laman Wartaekonomi.com, Ahad (30/04/2017).

Dilanjutkan, pernah mengikuti bazar selama tiga kali yang diselenggarakan kawan-kawan dari komunitas. Ia mengikuti kegiatan tersebut untuk memperluas pasar. “Untuk usaha ini saya sangat serius menjalaninya karena prospeknya alhamdulillah baik, namun begitupun saya tidak tertarik pinjam modal ke bank. Saya takut utang dibank. Natural saja mengikuti perkembangan usaha ini,” pungkasnya. (*/weo)

LEAVE A REPLY