Pemilu & Asian Games Dongkrak Permintaan Kamar Hotel di Jakarta

0
71

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Konsultan real estat Colliers International memprediksi, dua agenda utama 2018 akan mendongkrak permintaan kamar hotel di Jakarta. Agenda itu, Asian Games 2018 dan kegiatan partai-partai politik yang menggunakan kamar hotel dan fasilitas meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE).

Kegiatan politik ini meliputi persiapan pemilihan umum (pemilu) dan presiden pada 2019. “Asian Games 2018, proses politik, persiapan pemilihan parlementer dan presiden 2019 diharapkan dapat meningkatkan hunian hotel di Jakarta dan mempertahankan hunian antara 61 persen-63 persen,” tulis Colliers seperti dikutip laman Kompas.com, Selasa (13/2/2018).

Hal tersebut merupakan kabar baik bagi para pengelola hotel, mengingat kinerja hotel di Jakarta secara keseluruhan belum pulih tahun kemarin bahkan dengan persediaan kamar yang terbatas.

Ke depan, setidaknya ada 3.471 kamar hotel baru yang akan beroperasi di Jakarta. Jumlah ini terdiri dari 964 kamar hotel bintang 3, 1.647 kamar hotel bintang 4 dan 860 kamar hotel bintang 5.

Pasokan baru yang akan datang ini, antara lain Hotel Pasar Senen, Dalton Jakarta Hotel, Hotel by Graha Gatsu Lestari, dan Whiz Prime Hayam Wuruk untuk segmen hotel bintang 3. Sementara untuk hotel bintang 4 yang bakal beroperasi salah satunya Aloft Simatupang, Novotel Cikini, dan Aston Titanium Cijantung. Dan untuk bintang 5, antara lain Waldorf Astoria, Rosewood Jakarta, dan The Langham.

Selama 2017, jumlah kamar hotel yang baru beroperasi berkurang secara signifikan dibandingkan pasokan kamar tahunan pada 2016. Namun jumlah ini akan kembali pulih pada 2018. Dari segi kelas, inventaris hotel di Jakarta masih didominasi hotel bintang 4.

Segmen ini cenderung bertahan karena menawarkan fasilitas yang hampir lengkap seperti hotel bintang 5 dengan harga yang sedikit di atas hotel bintang 3 di Jakarta. Umumnya, hunian hotel bintang 4 ini paling sering diincar untuk aktivitas bisnis dan MICE. (NDHYK)

LEAVE A REPLY