Pemeritah Dihimbau Evaluasi Kebijakan Kapal Pesiar

0
241
Kapal pesiar

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengamat pariwisata dari Universitas Pancasila Fahrurozy Darmawan mengimbau peraturan izin kapal pesiar harus segera dievaluasi. Hal tersebut harus dilakukan guna mencegah kejadian insiden Kapal Pesiar MV Caledonian Sky, yang menabrak terumbu karang di perairan Raja Ampat tidak terulang lagi di kemudian hari.

Kebijakan pemberian kemudahan bagi wisatawan dengan menggunakan kapal pesiar di satu sisi diterbitkan untuk menggenjot jumlah kunjungan wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia yang ditargetkan sampai 20 juta wisatawan di 2019. “Tetapi kebijakan ini seharusnya disertai dengan perencanaan yang matang, agar dampak negatif dari kebijakan ini bisa diminimalisir,” ujarnya dalam keterangan resm yang diterima redaksi Bisniswisata.co.id Senin (20/3/2017).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kapal Pesiar MV Caledonian kandas di perairan Raja Ampat yang mengakibatkan kerusakan terumbu karang. Investigasi awal, diperkirakan 1600 m2 terumbu karang yang rusak atas kejadian tersebut apalagi pemulihan terumbu karang tersebut dapat memakan waktu hingga puluhan tahun.

Fahrurozy mengungkapkan salah satu daya tarik terbesar yang dimiliki Raja Ampat adalah kekayaan bawah lautnya, seharusnya pemerintah memprioritaskan untuk menjaga ekosistem bawah lautnya. “Kehilangan daya tarik pariwisata artinya adalah kehilangan modal pariwisata, hal ini sangat merugikan bagi suatu destinasi pariwisata.”

Dilanjutkan, kesalahan tidak hanya dilemparkan ke MV Caledonian Sky saja, tetapi kebijakan serta regulasi pemerintah juga diharapkan mampu untuk meminimalisir dampak negatif dari kegiatan tersebut. “Kegiatan pariwisata massal tidak serta merta mendatangkan keuntungan, lebih jauh lagi, pemerintah harus memikirkan dampak negatif dari kegiatan pariwisata ini, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan kapal pesiar yang menabrak terumbu karang di area Raja Ampat, Papua Barat beberapa waktu lalu, harus membayar ganti rugi karena telah menyebabkan kerusakan alam. Kapal pesiar MV Caledonian Sky Inggris diketahui menerjang terumbu karang saat sedang sandar di Raja Ampat, Papua Barat pada 3 Maret 2017. “Dia harus bayar. Kapal Itu kan ada asuransinya. Dia harus bayar,” katanya di gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga, pekan lalu.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat menyatakan kandasnya kapal pesiar tersebut membawa dampak kerugian yang sangat besar bagi Kabupaten Raja Ampat karena merusak terumbu karang seluas 1,3 hektare.

Kapal pesiar canggih tersebut diduga masuk ke pulau Gam Kabupaten Raja Ampat membawa ratusan wisatawan asing secara tidak diketahui oleh pemerintah daerah setempat. Adapun, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat baru mengetahui kapal tersebut membawa ratusan wisatawan mengunjungi pulau Gam setelah kapal tersebut dilaporkan kandas dan merusak terumbu karang. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.