Pemerintah Agar Lebih Fokus Pada Potensi Wisatawan Nusantara

0
497
aktivitas wisnus melewatkan liburan Natal dan Tahun Baru 2016, Frans Budi Pranata, CFO Zalora ( kiri bawah) dan Santi Mia Sipan, Presdir PT Jaty Arthamas memilih berlibur di tanah air. ( foto: Hilda Sabri Sulistyo)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pemerintah dinilai tak dapat memprediksi lonjakan pergerakan wisatawan nusantara ( wisnus) menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2016 sehingga kenyamanan berwisata di dalam negri terhambat oleh kemacetan lalu lintas dan faktor lainnya.

“Sebenarnya kalau pemerintah bisa memprediksi bahwa kondisi perekonomian belum membaik dengan nilai tukar US$ terhadap rupiah harga jualnya masih berkisar Rp 14.000, tentunya sudah bisa diantisipasi bahwa kelas menengah ke atas yang biasa ke luar negri akan pilih berlibur di dalam negri,” kata Santi Mia Sipan, Presdir PT Jaty Arthamas, hari ini.

Menurut dia, saat liburan akhir tahun hingga 3 Januari 2016 ini banyak kerabatnya yang menjadi pelaku usaha di tanah air memilih berwisata di dalam negri. Mereka wisata bersama keluarga ke destinasi wisata favorit Bandung, Bali, Lombok, Jogja, Malang. Untuk di luar destinasi favorit itu ada juga yang ke Bangka Belitung dan Tomohon, Sulawesi Utara.

Tahun 2016 prediksi perekonomian global belum membaik, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diperkirakan masih 5%-6% sehingga tahun ini pemerintah sudah harus siap dengan lonjakan pergerakan wisnus terutama pada hari-hari libur ke jepit hingga 4 hari,” ungkapnya.

“Para pejabat setingkat Dirjen harusnya sudah berkordinasi baik Kementrian Pariwisata, Kementrian Perhubungan, Kementrian Pekerjaan Umum dan Kepolisian menghadapi hari libur nasional. Jadi tahun ini tidak ada cerita lagi Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan mengundurkan diri dari jabatannya seperti yang dilakukan Djoko Sason setelah Natal 2015 yang baru berlalu,” kata Santi.

Berwisata, kata Santi, sudah menjadi bagian hidup sehingga mulai dari anak sekolah hingga komunitas alumni sekolah dari tingkat SD hingga perguruan tinggi banyak membuat tour ke berbagai daerah di Indonesia.

Pada Jumpa Pers Akhir Tahun Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang melakukan perjalanan pada Januari hingga Oktober 2015 sebanyak 208 juta perjalanan, dengan estimasi pada November dan Desember masing-masing sebanyak 22,5 juta dan 27,5 juta perjalanan.

Dengan demikian hingga akhir tahun 2015 meski data BPS belum keluar jumlah wisnus yang melakukan perjalanan sekitar 255,05 juta atau di atas target yang ditetapkan sebesar 255 juta perjalanan wisnus. Dari jumlah perjalanan wisnus tersebut total uang yang dibelanjakan mencapai Rp 224,68 triliun dengan perhitungan pengeluaran per perjalanan setiap wisnus sebesar Rp 880.925.

Frans Budi Pranata, Chief Finance Officer ( CFO) Zalora, menyatakan kekagumannya atas keindahan alam Indonesia saat berwisata ke Pangandaran, Jawa Barat, pekan lalu mengisi libur Natal 2015.Green Canyon Pangandaran atau masyarakat setempat menyebutnya Cukang Taneuh objek Wisata Alam yang menyimpan berjuta pesona, berpacu dengan arus sungai melintasi jeram yang cukup menantang.

Keindahan bentuk batu-batu Stalaktik-Stalaknit luar biasa, menyusuri sungai dan melakukan body rafting juga menantang. Namun untuk mencapai tempat indah ini masih berupa wisata petualangan atau butuh perjuangan, ungkap Frans.

“Saya membayangkan kalau transportasi menuju Pangandaraan ada kereta api yang nyaman atau jalan tol yang lancar maka obyek wisata di Jawa Barat makin mudah dijangkau. Keterbatasan infrastruktur memang jadi penghambat jadi seharusnya Bupati atau Walikota punya kesadaran untuk membangun daerahnya dengan sumber pendanaan yang lebih kreatif dan mereka bisa roadshow untuk presentasi potensi wisata daerahnya,” kata Frans Budi Pranata.

Indonesia membutuhkan pemimpin daerah yang bisa mengangkat ekonomi daerahnya melalui industri kreatif, pariwisata dan sumber pendapatan daerah lainnya yang potensial. Ada 420 Bupati sehingga harus ditingkatkan dialog-dialog guna menyatukan visi dan misi.

“Sekarang kan masih hitungan jari pemimpin daerah seperti di Surabaya, Jawa Barat, Banyuwangi, Bogor, Makasar yang bisa menjadikan daerahnya banyak dikunjungi wisman maupun wisnus. Ayo Kita bangkitkan segala potensi yang ada untuk Tanah Air tercinta ini sehingga masyarakat menjadi lebih makmur dan sejahtera melalui pariwisata. Oleh karena itu jangan abaikan wisnus,” tambahnya. (hildasabri@yahoo.com)