Andra Semesta, Dengar Musik sambil Mengekspresikan di Kanvas

0
887

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Melukis suatu obyek pemandangan, benda, imajinasi, abstrak lantas dituangkan dalam media kanvas, merupakan hal biasa. Ternyata ada yang tak biasa. Mendengarkan musik, lagu dari penyanyi maupun group band atau bunyi-bunyian kemudian diekspresikan ke dalam kanvas, memang jarang bahkan langka terjadi.

Pelukis muda Andra Semesta, mencoba mengisi kelangkaan itu. Pengemar fanatik berbagai aliran musik ini, tiba-tiba punya ide brilian muncul. Saat sebuah lagu didengarkan, pelukis kelahiran Jakarta 28 April 1991 mengekspresikan apapun yang ia rasakan di atas kanvas melalui warna dan komposisi. Juga mengilustrasikan “bentuk” dari musik itu, sambil menunjukan refleksi hati dan pikiran Andra ketika mendengarkan musik.

Beberapa album dan lagu para musisi itu seperti Bob Dylan, Bright Eyes, Animal Collective, hingga musisi-musisi lokal seperti Zoo, Matajiwa, dan The Upstairs. Dan, kebanyakan hasil karyanya dilampiaskan diatas kanvas bulat. “Bulat karena piringan, CD atau DVD kan bentuknya bulat,” jawabnya singkat.

Kini, 40 lukisan hasil karya pelukis yang mendalami seni rupa di Wimbeldon Colledge of the arts ini, ditampilkan dalam pameran lukisan berjudul “Visualisasi Musik Andra Semesta : Mandala” di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki, Jakarta, yang digelar sejak tanggal 23-29 Mei 2015.

“Mandala adalah simbol spiritual yang menggambarkan semesta. Titik atau bulatan menjadi awal sebuah mandala atau pedoman. Mandala dipercaya sebagai simbol diri, aspek yang menyatukan manusia dengan alam semesta. Bagi saya mandala adalah aspek yang menyatukan berbagai unsur yang mempengaruhinya dalam berkarya,” komentar Ardiandra Achmadi Semesta, nama asli Andra.

Karenanya, tidak mengherankan banyak dalam karyanya memakai kanvas berbentuk bundar atau melingkar sebagai representasi dari mandala, penyatuan berbagai aspek dalam menuangkan ekspresinya dalam berkarya.

Di setiap kanvas yang dipamerkaan juga terdapat keterangan judul lagu atau album serta nama penyanyi atau group bandnya. Selama pameran Andra juga akan melakukan demo lukis atau live painting sambil mendengarkan lagu-lagu favoritnya.

Dyah Permatasari, seorang Science Communicator menilai Andra Semesta, seorang pelukis Synesthete. Seorang Synesthete adalah sebut untuk orang yang memiliki kemampuan synesthetis, yaitu menggunakan dua indera sekaligus untuk membentuk persepsi.

Dalam lukisannya, Andra mengungkapkan sensasinya saat mendengarkan alunan musik. Indera penglihatannya langsung merespon nana-nada yang terjalin. “Sehingga dia melihatnya sebagai untaian berbagai warna dan bentuk. Ada pelukis dunia yang memiliki kemanpuan yang sama, yaitu Vincent Van Gogh,” ungkap Dyah.

Sang Kurator, Chandra Johan mengemukakan Andra Semesta adalah sorang pelukis yang memiliki otensitas dan integritas. Ia berbeda dari perupa seni kontemporer pada jamannya. “ia orang yang menyimpang dari mainstream yang ada,“ kata Chandra Johan. (endy)

LEAVE A REPLY