Pelni Tawarkan Paket Wisata Bahari ke Raja Ampat dan Wakatobi

0
2111
Wisata Bahari dengan kapal Pelni

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Minat wisatawan Indonesia dan mancanegara berwisata ke Raja Ampat Papua Barat dan Wakatobi, Sulawesi Tengah, cukup tinggi. Sayangnya, akses transportasi dan akomodasi ke Wakatobi serta Raja Ampat sangat terbatas, bahkan biaya perjalanannya cukup mahal. Kondisi ini mendorong PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menawarkan kembali paket wisata bahari ke dua destinasi yang dikenal memiliki lokasi diving dan snorkling sangat luar biasa.

“Memang ini program paket wisata yang kedua kalinya. Pertama kali paket wisata ini ditawarkan Desember 2014, hasilnya mendapat sambutan meriah. Malah melebihi target yang kami tetapkan. Kini kami gelar kembali dan mulai hari ini paket wisata di dua destinasi ini remi dijual,” papar Ahmad Sujadi, Kepala Humas PT Pelni kepada test.test.bisniswisata.co.id di Jakarta, Selasa (22/9/2015).

Dilanjutkan, ada dua kapal wisata terapung yang disiagakan khusus dalam even wisata ini. KM Tatamailai untuk wisata ke Raja Ampat yang berangkat dari Pelabuhan Sorong Papua pada 29 Oktober sampai 1 November, dan kapal KM Kelimutu dari pelabuhan Bau-bau menuju Wakatobi yang berangkat pada 15 November sampai 19 November.

Sujadi mengakui mengikuti Paket wisata Pelni memiliki banyak manfaatnya. Pertama wisatawan akan merasa nyaman dan aman selama perjalanan, apalagi menumpang kapal besar tidak terpengaruh ombak besar maupun tiupan angin laut yang kencang, juga jika terjkadi hujan pasti tak kehujanan.

Selain itu, waktu istirahat sangat leluasa, mendatangi obyek wisata yang dituju akan disambut tarian khas daerah setempat. pelancong juga bisa snorkling dan diving di spot yang telah ditentukan dan spot itu sangat menarik dengan terumbu karang yang masih terjaga kelestariannya. “Apalagi kapasitas kapal kita sebanyak 1000 orang, sementara jika naik speadboot resikonya sangat besar dan jumlah penumpangnya terbatas,” pesannya.

Jadi, sambung dia, dengan mamanfaatkan paket wisata baharinya ini, wisatawan bisa menikmati diving dan snorkeling sekaligus menikmati keindahan alam. Untuk paket ke Raja Ampat akan dilakukan dua kali kegiatan menyelam akan dilakukan di beberapa spot seperti Mansuar, Yanbuba, Manta Point dan pulau Arborek. Sedangkan di Wakatobi selain kegiatan menyelam, juga ditawakan wisata kota ke Wanci. “Traveler dapat menikmati alam bawah laut yang sangat indah di sekitar Yanbuba,” ujarnya mencontohkan.

Dijelaskan untuk paket wisata ke Raja Ampat selama empat hari tiga malam, yang diawali dari Pelabuhan Sorong pada (29/10) pagi. Dari Sorong, kapal menuju Mansuar di hari pertama, pelancong dapat menikmati “diving” (menyelam) dan snorkeling” di Mansuar, pulau pasir putih, sementara “diving” kedua di sekitar Pulau Yanbuba. “Wisatawan dapat menikmati alam bawah laut yang sangat indah di sekitar Yanbuba,” ungkapnya meyakinkan.

Petang harinya, wisatawan kembali ke kapal untuk mandi, ibadah, makan malam dan menikmati hiburan musik di atas kapal. Malamnya kapal bergeser dari Mansuar ke Piaiynemo. Setelah shalat, makan pagi dan olahraga ringan, wisatawan turun dari kapal, menuju Melissa Garden dan ke Anita Spot diving dan snorkeling. Siang hari, pelancong kembali ke kapal untuk Shalat Dzuhur dan Ashar serta makan siang. “Sekitar pukul 16.00, pelancong tracking ke Bukit Piayianemo untuk melihat indahnya kepulauan Raja Ampat dari puncak bukit,” tambahnya.

Pukul 05.00, pelancong menuju Kapisawar untuk mendengarkan kicau burung Irian sampai pukul 08.00 kembali ke kapal dan menyelam di Manta Point. Wisatawan dapat menikmati “snorkeling” dan “diving” dan dapat melihat ikan pari di kedalaman laut.

Selanjutnya, kegiatan “snorkeling dilanjutkan di Arborek yang juga menyediakan tarian khas Papua yang unik. Kembali ke kapal untuk shalat dan makan siang. Sorenya pelancong touring speedboat mengelilingi pulau-pulau indah di Holgan dan Gua Kelelawar.

Pelancong akan kembali ke kapal untuk ibadah, menikmati makan malam dan hiburan, sambil traveller menikmati hiburan di atas hotel terapung, kapal akan bergerak menuju Sorong. Ketika adzan subuh berkumandang pada Minggu (1/11) pagi, kapal sudah bersandar di Pelabuhan Sorong. Pelancong Shalat Subuh, mandi dan sarapan. Pukul 08.00 traveller dapat turun dari kapal dalam kondisi bersih, kenyang dan segar bugar.

“Biaya yang dikenakan untuk setiap penumpang dengan KM Tatamailau, rinciannya Kelas 1 atau eksekutif hanya menyediakan 14 kasur (tujuh kamar) Rp6,9 juta, Kelas 2 (satu kamar empat orang) tersedia 10 kamar Rp5,5 juta dan kelas bugdet Rp4,4 tiket sudah termasuk makan, camilan, speedboat, asuransi, pajak dan jasa pemandu. Bila pelancong akan diving harus mendaftar karena peralatan terbatas. Untuk menyelam, pelancong menambah biaya Rp1,4 juta dan snorkeling Rp250.000,” urainya dengan rinci.

Sementara untuk paket wisata Wakatobi dimulai pada 15 Oktober hingga 19 Oktober 2015, yang berangkat dari Pelabuhan Baubau menuju Pulau Tomiang, Hoga dan Wanci. Kegiatan di Wakatobi meliputi “snorkeling”, menyelam dan tour kota di Wanci. Biaya untuk paket Wakatobi Rp4,75 juta untuk kelas 1, Rp4,25 juta untuk kelas 2 dan Rp3,75 untuk kelas budget.

“Cara mendaftar dan cara pembayaran dapat melalui Contack Center Pelni 162 untuk Jabodetabek, 021-162 dari HP dan luar Jabodetabek. Pendaftaran bisa mulai sekarang, hingga seminggu sebelum puncak acara,” sambungnya. Tertarik? (endy poerwanto)

LEAVE A REPLY