Pelayan Robot, Daya Tarik Baru Wisata Dunia

0
529

JEPANG, test.test.bisniswisata.co.id: Jangan kaget jika turun depan hotel, lantas check-in di meja resepsionis yang dilayani robot. Bahkan sang robot membawa dan mengantarkan tas Anda ke kamar.

Di Jepang, hal tersebut adalah sebuah kenyataan. Robot-robot telah siap bekerja di beberapa hotel. Bahkan, Henn-na Hotel di Sasebo, Jepang telah dikelola sepenuhnya oleh mesin, termasuk sebuah bentuk yang paling menarik perhatian, yaitu menyerupai dinosaurus.

Tak sekedar teknologi tinggi, seperti dilansir CNN, Sabtu (19/03/2016), saat ini robot telah tampil di negara lain, bahkan sedang dipersiapkan lebih banyak lagi.

Di Hotel Marriot, Ghent, Belgia contohnya, sejak Juni 2015 telah memperkerjakan robot humanoid bernama Mario. Dia bisa menyambut tamu dengan 19 bahasa serta menjaga meja prasmanan.

Sebuah perangkat serupa, dengan sistem peniru manusia didukung oleh IBM, baru saja menempati posisi concierge di hotel Hilton McClean, Virginia, AS. Tahun lalu, kapal pesiar Royal Carribean, pun telah memasang robot bartender untuk pembuatan cocktail pada beberapa kapal pesiarnya.

Dalam hitungan beberapa bulan ke depan, para pengembang tersebut berjanji akan menghadirkan robot yang lebih canggih. Mario pun akan belajar memesan taksi.

Beberapa pertanyaan muncul terkait akan tergusurnya peluang kerja manusia, dan apakah ada yang ingin menginap di hotel dengan pelayan berupa robot?

Para ahli perjalanan dan pariwisata mendiskusikan implikasi perkembangan industri perdagangan baru ini pada acara Internationale Tourismus-Börse (ITB) Berlin.

“Banyak pekerjaan yang dianggap non-automatable di masa lalu sekarang dianggap automatable,” ujar ahli teknologi dan kerja Oxford University, Carl Benedikt Frey, kepada para delegasi.

Bersama para akademisi, Frey telah mengukur pekerjaan-pekerjaan yang mungkin terkomputerisasi. Sebuah studi menunjukkan bahwa pekerjaan dalam bidang perjalanan dan pariwisata merupakan yang paling berisiko untuk digantikan.

Menurut Frey, pekerjaan yang akan aman adalah terapis rekreasi karena bergerak di bidang kesehatan. Namun tidak untuk pemandu wisata, mereka sangat bergantung pada keadaan.

“Seseorang yang memegang mikrofon berdiri di dalam bus dan seseorang yang naik kuda bersama Anda di Alpen, sangat berbeda,” katanya. “Yang pertama, cukup automatable, yang kedua, tidak.”

Perusahaan situs belanja online, Travelzoo, di Amerika Serikat, mengumpulkan beberapa data statistik di depan ITB Berlin. Mereka menunjukkan bahwa banyak orang di dunia yang nyaman dengan ide mesin tersebut. Sekitar 6000 wisatawan yang disurvei secara global, hampir dua pertiganya mengatakan mereka nyaman.

Presiden Travelzoo Eropa, Richard Singer mengatakan ia menyambut kemajuan aplikasi dan mesin yang akan didapatkan dari lobi ke kamar tanpa ketakkonsitenan pelayanan manusia.

Tetapi, ia juga mengatakan, bahwa pelayanan pribadi akan tetap berharga, seperti penawaran kamar yang lebih besar.

“Saya akan sangat terkejut jika kita sampai pada titik ketika hotel sepenuhnya diawaki robot,” katanya kepada CNN. “Tapi siapa dulu akan yang mengira, bahwa beberapa tahun lalu kita sudah punya mobil tanpa supir atau pesawat drone.”

ITB Berlin menangani penunjukkan layanan yang diharapkan seperti robot ciptaan teknisi Toshiba di Jepang, ChihiraKanae. Dengan fitur-fitur manusia dan ekspresi wajah, dan merupakan salah satu robot yang paling hidup, meskipun tidak banyak bergerak. Robot tersebut menunjukkan kemampuannya dengan menyapa orang yang lewat dalam beberapa bahasa.

General Manajer Ghent Marriott, Roger Langhout, mengakui bahwa Mario adalah hal baru, Langhout mengklaim robot dapat melakukan sesuatu yang tidak berhasil manusia lakukan, seperti membuat presentasi PowerPoint yang menarik. (*/C)

LEAVE A REPLY