Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan 2016 Kota Batam Cetak Kader Di kalangan Masyarakat Awam

0
431

BATAM, test.test.bisniswisata.co.id: Batam sebagai pintu utama ketiga setelah Bali dan Jakarta membutuhkan kader-kader pariwisata yang mampu menjadi agen perubahan dan bisa memberikan pelayanan prima sehingga wisatawan selalu merindukan Batam untuk kembali berkunjung, kata Prof Dr. H.M. Ahman Sya, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (Deputi BPKK) Kementerian Pariwisata, hari ini.

Berbicara ketika membuka Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan 2016 di Hotel Harris Batam Center pagi ini (31/3), Ahman Sya mengatakan bahwa suksesnya suatu destinasi wisata sehinga dirindukan oleh wisatawan karena sumber daya manusia yang bekerja di belakang layar.

“The man behind the gun itu yang menjadi kunci sehingga pelatihan dasar wisata bagi masyarakat Kota Batam akan memotivasi kontribusi masyarakat pada pengembangan pariwisata di daerahnya. Jadi tujuan pelatihan adalah melatih masyarakat yang tadinya belum berbuat sesuatu untuk pengembangan pariwisatanya menjadi aktif berkontribusi, “ kata Ahman Sya.

Dalam hal kader pariwisata ternyata kaum wanita punya kemampuan lebih tinggi delapan kali lipat utuk memotivasi orang lain hingga berdasarkan riset di Amerika Serikat kader pariwisata wanita lebih aktif dalam memotivasi anggota keluarga dan masyarakat lingkungannya untuk mencintai pariwisata daerahnya.

“Seperti ibu kita yang memiliki 4 anak misalnya mampu mengurus semua anaknya dengan baik dan adil hingga mereka menjadi orang yang berhasil. Nah apakah dari 4 anak tadi bisa mengurus satu ibunya ? Itulah kelebihan dari kader pariwisata yang didominasi oleh kaum wanita karena bisa memotivasi dan melayani semua orang,” kata Ahman Sya.

Menurut dia, jika masyarakat bisa menjadi kader pariwisata dan memberikan pelayanan prima dengan menerapkan tujuh dasar Sapta Pesona yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan maka fungsi Batam sebagai hub atau titik penghubung maupun pintu gerbang ke Indonesia akan meningkat.

“Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun lalu mencapai 10, 4 juta oang dan 20 % diantaranya masuk melalui Batam yang menjadi penyumbang ketiga terbesar setelah Bali 40%, Jakarta 30% dan 10% dari sepuluh pintu gerbang utama lainnya. Oleh karena itu Kemenpar tetapkan sebagai Great Bali, Great Jakarta dan Great Batam.

Menurut Ahman Sya, Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan dilingkungan masyarakat bukan acara seremonial tetapi bentuk kaderisasi sehingga jika diantara peserta ada yang ingin meningkatkan kompetensi sebagai pemandu wisata maka dapat difasilitasi untuk memperoleh pendidikan khusus sebagai tour guide, misalnya.

Setelah menjadi orang yang terlibat langsung dalam pengembangan pariwisata maka akan tumbuh motivasi yang holistik untuk memberikan pelayanan prima. Apalagi kepulauan Riau ditargetkan tahun ini bisa menjaring kunjungan 2,5 juta wisman.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan (Deputi BPKK) Kementerian Pariwisata, Dr Wisnu Bawa Tarunajaya SE.MM mengatakan pelatihan selama dua hari dari 31 Maret-1 April ini diharapkan dapat meningkatkan sadar wisata dikalangan masyarakat awam sehingga setelah pelatihan bisa berkontribusi bagi pengembangan pariwisata di daerahnya.

Nara sumber dari kegiatan pelatihan dasar SDM kepariwisataan ini selain implementasi dari Sadar Wisata dengan 7 unsur Sapta Pesonanya, juga diberikan wawasan mengenai Kebijakan Pariwisata Nasional oleh Wisnu Bawa Tarunajaya juga oleh Kadispar Kepulauan Riau yang membahas kebijakan pariwisata daerahnya. (hildasabri@yahoo.com)

 

 

 

LEAVE A REPLY