Pelancong Diharamkan Melancong ke Pulau Sempu

0
41
Pulau Sempu Malang
Pulau Sempu Malang

MALANG, Bisniswisata.co.id: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (Jatim) melarang kegiatan wisata di Pulau Sempu. Pelarangan itu tertulis dalam surat edaran bernomor SE.02/k.2/BIDTEK.2/KSA/9/2017 tentang Larangan Aktivitas Wisata ke Cagar Alam Pulau Sempu, Malang Selatan yang diunggah di website Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur.

“Disampaikan untuk tidak melakukan atau melayani kegiatan wisata di Cagar Alam Pulau Sempu dan atau kegiatan lainnya seizin pengelola,” tulis keterangan di surat edaran yang ditandatangi oleh Kepala BBKSDA Jawa Timur, Ayu Dewi Utari pada 25 September 2017.

Kegiatan wisata di Pulau Sempu bertentangan dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 pasal 17 ayat 1 dengan alasan apa pun. Adapun pasal tersebut tertulis “Dalam kawasan cagar alam dapat dilakukan kegiatan dengan kepentingan penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kegiatan lain yang menunjang budidaya.” papar Ayu seperti dilansir laman Kompas.com, Sabtu (07/10/2017).

Sesuai peraturan pemerintah nomor 28 tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, Cagar Alam dapat dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan umum, pendidikan dan peningkatan kesadartahuan masyarakat, penyerapan/penyimpanan karbon dan pemanfaatan sumber plasma nuftah untuk kepentingan budidaya.

Berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 tersebut, pengunjung bisa masuk ke Pulau Sempu harus dengan izin dari pengelola dalam bentuk Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI).

Surat edaran BBKSDA Jatim dikeluarkan karena ada informasi yang viral di medsos terkait aktivitas wisata ke Cagar Alam Sempu. Surat edaran larangan aktivitas di Pulau Sempu ditujukan untuk pengusaha jasa travel wisata, pencinta alam, dan masyarakat umum di seluruh Indonesia.

Bisniswisata.co.id, sebelumnya memberitakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) menemukan aktivitas wisata ilegal yang dilakukan masyarakat sekitar serta wisatawan di cagar alam Pulau Sempu. Padahal sesuai aturan undang-undang bahwa cagar alam dilarang untuk dikunjungi masyarakat maupun wisatawan sebagai tempat berwisata.

Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi, Siti Chadidjah Kaniawati menerangkan, keindahan yang disuguhkan Pulau Sempu menjadi sangat diminati masyarakat di Malang maupun sekitarnya. Padahal aktivitas wisata di cagar alam tidak boleh dilakukan alias dilarang. Larangan itu karena dikhawatirkan merusak lingkungan dan menganggu habibat yang ada.

Anehnya, masyarakat setempat tak menolak jika Pulau Sempu dikunjungi para wisatawan. Mereka bersedia memberikan akses wisatawan untuk masuk secara ilegal, sehingga bisa menikmati keindahan Pulau Sempu yang jelas mendatangkan keuntungan pribadi.

“Mereka mendukung Pulau Sempu sebagai tempat wisata dengan tetap berusaha tidak merusaknya. Setiap kunjungan, mereka siap mendampingi dan biasanya mereka akan membersihkan sampah yang ditinggal pengunjung,” kata Chadidjah.

Karena rutinnya kunjungan wisatawan, Chadidjah sampai menemukan adanya kelompok pemandu wisata di sekitar Pulau Sempu. Pendirian lembaga informal ini untuk menghindari ”saling sikut” di masyarakat dalam mendapatkan wisatawan. Oleh karena itu, masyarakat sangat menginginkan agar Pulau Sempu tetap bisa didatangi pengunjung mengingat keuntungan dan penghasilan yang bisa mereka peroleh.

Salah satu penyebab bisa timbulnya kunjungan wisatawan ilegal, Chadidjah menyebutkan, karena minimnya jumlah petugas yang menjaga Pulau Sempu. Jumlahnya sangat terbatas, yakni hanya empat orang untuk mengawasi cagar alam Pulau Sempu. “Mereka ada lelahnya, masyarakat bisa curi masuk ke tempat tanpa ketahuan, apalagi akses jalur masuk itu banyak,” tegasnya. (*/BBS)

LEAVE A REPLY