Penipu Travel Umrah di Pontianak Diringkus

0
341

PONTIANAK, test.test.bisniswisata.co.id: Kepolisian Resor Kota Pontianak, menangkap Her (41) pelaku penipuan berkedok jasa menyalurkan ibadah haji dan umrah di wilayah Kota Pontianak. Sebanyak 191 warga yang menjadi korban, dengan total uang yang sudah disetor kepada pelaku sebesar Rp 3,2 miliar.

“Pelaku Her sempat menjadi buronan. Pada Selasa (26/4) baru diketahui keberadaannya di Kalimantan Tengah. Begitu mendapat informasi itu, kami langsung koordinasi, sehingga pelaku berhasil ditangkap,” kata Kapolresta Pontianak Kombes (Pol) Tubagus Ade Hidayat di Pontianak, Jumat (29/4).

“Dari 191 masyarakat yang sudah mendaftar dan membayar uang untuk menunaikan ibadah umrah itu, baru 44 orang yang berangkat umrah. Sisanya sekitar 147 belum berangkat hingga sekarang,” sambung Ade.

Pelaku dalam menjalankan aksinya yakni awalnya kerja sama dengan tour dan travel di Jakarta, yakni PT Arminareka Perdana. Sehingga pelaku sudah cukup dikenal bisa memberangkatkan jemaah ibadah umrah.

“Sejak Agustus 2014, sudah tidak lagi ditunjuk sebagai perwakilan resmi PT Arminareka Perdana. Tetapi pelaku sebagai direktur CV Global Indah Perdana yang beralamat di Jalan Apel, Kecamatan Pontianak Barat tetap membuka jasa untuk umrah, sehingga sebanyak 191 masyarakat tertipu,” bebernya.

Akibat perbuatannya pelaku pasal 63, 64 UU No. 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, serta pasal 378 dan 372 KUHP. “Hingga saat ini, kami terus mengembangkan kasus ini, karena kemungkinan ada pelaku lainnya,” tegasnya.

Pelaku Her mengakui perbuatan penipuan yang dilakukannya kepada 191 masyarakat yang akan menunaikan ibadah umrah di Mekkah. Her melarikan diri ke Kalteng, karena uang setoran masyarakat sudah habis untuk modalkan investasi tanah di Cibinong, hingga sekarang uang itu tidak kembali.

“Rencananya kalau investasi ini untung baru saya gunakan untuk memberangkatkan 147 orang yang belum berangkat umrah. Karena uang sisanya sudah digunakan untuk memberangkatkan 44 orang untuk menunaikan umrah yang terlebih dahulu mendaftar,” imbuhnya dikutip dari Antara.

Untuk meyakinkan orang agar tertarik mendaftar, sambung Her, harga umrah yang ditawarkan murah sekitar Rp 13 juta hingga Rp17 juta/paket umrah selama 10 hari, dari harga normalnya Rp 25 juta/paket.

Kapolresta Pontianak mengimbau kepada umat Muslim yang akan melaksanakan ibadah umrah agar berhati-hati dalam memilih jasa tour dan travel umrah. “Masyarakat jangan mudah percaya dengan harga murah yang ditawarkan, tetapi pilihlah yang memang benar-benar, meskipun harganya tidak murah,” sarannya. (*/AN)

LEAVE A REPLY