Pelajar Berwisata sambil Singkirkan Sampah di Candi Borobudur

0
385
Borobudur (foto: keluargapakhussain.blogspot.com)

MAGELANG, test.test.bisniswisata.co.id: Inovasi baru berwisata sambil membersihkan sampah di kawasan Candi Borobudur. Langkah itu dilakukan ratusan pelajar melaksanakan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum di sekitar Candi warisan budaya dunia di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Para pelajar yang berjumlah sekitar 200 anak dari SMA Negeri 1 Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, SMA Muhammadiyah Borobudur, SMP Negeri 1 Borobudur, SMP Negeri 1 Kota Mungkid, dan SMP Muhammadiyah Borobudur, tanpa lelah mengambil sampah yang mengotori destinasi wisata bersejarah ini.

“Kegiatan yang melibatkan para siswa ini juga menjadi bagian dari penanaman komitmen dan semangat gotong royong, serta mencintai warisan budaya bangsa,” kata Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo, seperti dilansir laman Antara, Ahad (25/09/2016).

Ia mengemukakan pentingnya kegiatan tersebut secara berkelanjutan, terutama di Candi Borobudur, agar semangat melestarikan warisan budaya dunia itu juga berkelanjutan.

Pihaknya juga menyambut positif jika ada pelajar berwisata ke Candi Borobudur dengan salah satu agenda aksi sosial menyingkirkan sampah dari sekitar candi itu.

Pengelola kepariwisataan Candi Borobudur setiap hari menurunkan petugas khusus untuk menyingkirkan sampah dari tempat itu dan menempatkan berbagai wadah sampah di berbagai tempat di salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia tersebut.

“Bisa dikoordinasikan dengan pihak-pihak pengelola. Untuk Zona I Borobudur kami bisa mendampingi gerakan kebersihan ini agar gerakan kebersihan untuk candi secara tepat. Untuk masuknya dikoordinasikan dengan PT Taman (Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Red.),” kata dia.

Asisten Deputi Warisan Budaya Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pamuji Lestari mengatakan sasaran lainnya dari GBBS yang beberapa waktu lalu dicanangkan di Pulau Seribu itu, antara lain Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur) dan Danau Toba (Sumatera Utara).

“Warisan budaya harus bisa menyejahterakan bangsa, membuat kemandirian. Kebersihan menjadi salah satu pemicunya. Mereka yang datang jangan corat-coret warisan budaya, jangan buang sampah sembarangan, tetapi ikut melestarikan aset. Komitmen untuk itu menjadi penting,” kata Pamuji.

Gerakan ini menjadi bagian dari gerakan revolusi mental yang sedang dilaksanakan pemerintahan saat ini. “Harapan kita, GBBS tidak hanya membuat lingkungan bersih, tapi ke depan dapat meningkatkan aset wisata karena dengan lingkungan yang bersih pasti orang suka untuk datang dan meningkat jumlahnya,” kata dia.(*/A)

LEAVE A REPLY