Pawai Budaya Ramaikan Pertemuan IMF-World Bank

0
44
Pawai Budaya Bali (Foto: http://majalahbali.com)

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Pemprov Bali menyiapkan sajian pawai budaya untuk memeriahkan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank pada Oktober 2018. Pawai Budaya yang dipersembahkan itu mirip saat ada event budaya tahunan yakni Pesta Kesenian Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha mengatakan pawai budaya yang akan disuguhkan di hadapan delegasi dan penggembira pada acara tersebut menyerupai pawai pada Pesta Kesenian Bali (PKB). “Kami akan mengemas dengan lebih baik dengan menampilkan kesenian unggulan dari berbagai daerah,” katanya, kamis (7/6/2018).

Menurut Beratha pawai budaya tersebut merupakan permintaan langsung Presiden RI Joko Widodo untuk menampilkan kekayaan kesenian dalam acara yang akan dihadiri 15.000 orang itu. Lokasi pawai budaya bisa dilakukan di seputaran Renon, Denpasar atau Nusa Dua yang menjadi lokasi pertemuan itu.

Ia juga menyebut anggaran sebesar Rp1 miliar telah disiapkan untuk penyelenggaraan pawai tersebut. “Dalam pertemuannya dengan pihak Sekretariat Panitia Nasional IMF-World Bank di Kementerian Keuangan RI diperoleh kejelasan anggaran tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan acara yang jadwal acaranya telah ditentukan panitia pelaksana,” paparnya.

Beratha menambahkan, materi pawai juga masih belum ditentukan. Apakah mengangkat kearifan lokal rambut sedana, sesuai dengan IMF-World Bank. Atau menampilkan upacara Panca Yadnya, seperti misalnya Manusa Yadnya (pernikahan), Dewa Yadnya (mepeed), Pitra Yadnya (ngaben) dan lainnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah meminta langsung kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika agar acara Pertemuan Tahunan IMF-World Bank dapat diisi pawai seni budaya.

Permintaan itu berdasarkan ketertarikan Presiden Jokowi yang dua kali menghadiri pembukaan Pesta Kesenian Bali. Jokowi terkesan dan menginginkan pawai serupa di acara IMF-World Bank.

“Kata Pak Gub [Gubernur Bali] untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Bali kaya tradisi, seni, dan budaya yang adiluhung. Ini adalah kesempatan kita,” kata Beratha. (NDHIK)

LEAVE A REPLY