Patheya, resto bernuansa homey untuk beragam acara dan komunitas

0
1738

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Ingin menikmati makanan yang bisa membuat Anda merasa terbang ? coba saja  Vol Au Vent, kue  Perancis yang dapat menemani minum teh di pagi atau sore hari. Tapi juga nikmat di santap sebagai  makanan pembuka atau penutup sambil menunggu anggota keluarga,  relasi atau teman-teman datang untuk makan bersama.

“Vol au vent memang menjadi sajian andalan kalau diterjemahkan bahasa Perancisnya Vol itu pesawat dan vent adalah angin tapi maksudnya sih kalau makan makanan cemilan ini serasa terbang karena kenikmatannya,” kata Rahayu Ningsih Hoed, pemilik Patheya Restaurant  & Function Rooms.

IMG-20141106-WA011

Resto yang bisa menampung hingga 300 tamu ini memang memiliki banyak ruang pertemuan dengan menyajikan masakan Asia dan Eropa. Tak heran keragaman menunya juga  patut diacungkan jempol karena membuat begitu banyak pilihan. Tengok saja menu andalannya selain Vol Au Vent, ada Pomelo Mango Salad, Beef Lasagna, Nachos, Crispy Chicken Salad, Patheya Beef Pho Soup, Grilled Chicken,  Pizza Marinara, Patheya Sandwich, Patheya Tom Yum Sup, Lamb Chops, Salmon Puff Pastry, Grilled  Salmon dan Fish & Chips.  Masih ada Caesar Salad, Fettucine Carbonara, Patheya BBQ Ribs, Spaghetti Bolognaise hingga Wagyu Burger  dan menu lainnya yang langka ditemui di banyak restoran di Jakarta.

Bagi yang terbiasa dengan masakan Indonesia  ada Nasi Goreng,  Sop Buntut, Iga Asem-asem, Kwetiauw Goreng. “Mau menu rumahan ala masakan ibu juga bisa pesan  terutama untuk acara-acara khusus seperti arisan atau rapat-rapat kecil,” kata Rahayu yang akrab di panggil Yayuk.
Ibu dari Anto Hoed, suami Melly Goeslaw ini memang punya hobi memasak selain profesinya sebagai pengacara sukses di Makarim & Taira. Menyajikan makanan ala masakan rumahan di tempat yang nyaman dan suasana rumahan memang menjadi idamannya.

Oleh karena itu,  setelah Idul Fitri 2014 lalu, Patheya mulai beroperasi dengan menyulap rumah tinggalnya menjadi restoran yang  membuat tamu-tamunya betah karena atmosphir rumahan (homey) tapi elegant yang diciptakannya . Hampir setiap sudut dimanfaatkan dengan baik untuk tempat  santap yang nyaman.

IMG-20141106-WA004

Tengok saja di salah satu sudut luar ruangan di lantai atas  yang menghadap jalan Kemang Raya Utara,  seluruh dinding dihiasi dengan lukisan mural café di Perancis dan suasana pesta musik yang mengundang tamu langsung ingin berfoto-foto narsis berlatar belakang lukisan mural itu.

Dari suasana kehidupan kota Paris, tamu bisa pilih sudut resto lainnya yang menampilkan suasana dan budaya Indonesia yaitu rumah Joglo  menghadap ke kolam renang. Ada seperangkat peralatan band karena setiap malam Minggu, Abadi Soesman, musisi dan pencipta lagu kawakan tampil regular di Patheya.

Dengan luas, 8 meter x 10 meter dan suasana taman yang asri, rumah joglo menjadi tempat yang sangat menunjang untuk acara sakral seperti resepsi pernikahan maupun acara pribadi resmi lainnya seperti pameran seni budaya dengan suasana tradisional. Didominasi dengan warna coklat khas kayu, Rumah Joglo akan membuat suasana pesta lebih terasa santai dan nyaman, seperti di rumah.

Yayuk benar-benar memberikan beragam pilihan ruangan bagi tamu-tamunya, karena kalau ingin melakukan peluncuran produk, jumpa pers, rapat-rapat  dengan kapasitas 6,12 hingga 30 orang bisa dilakukan di ruangan mewah bergaya interior Eropa.

Pihaknya juga bisa menyulap ruangan yang ada untuk private wedding  dengan menjaga privacy klien sehingga tak perlu jauh-jauh memboyong keluarga dan tamu-tamu terbang ke Pulau Dewata karena pesta-pesta khusus sudah sering diselenggarakannya jauh sebelum restoran itu  dibuka.

IMG-20141106-WA006

Saya sering menyelenggarakan private party terutama kalau teman-teman ekspatriat merayakan pesta Thankgiving. Kelezatan kalkun yang saya buat diakui mereka sangat harum dan juicy dan tidak membuat seret di tenggorokan seperti yang mereka santap di negaranya sendiri,” jelas Yayuk.

Menyiapkan sendiri masakan untuk pesta-pesta khusus memang sudah hobi sehingga berkutat berjam-jam di dapur tidak masalah karena bagi Yayuk memasak mempunyai fungsi katarsis, yaitu mengurangi kepenatan dan keruwetan pikiran setelah bekerja. Melihat keluarga dan para tamunya menikmati masakannya dengan penuh selera memberikan kepuasan batin.

“Sekarangpun setelah membuka restoran secara komersil, cara saya melayani masih kekeluargaan artinya kerap menyesuaikan budget dari tamu-tamu terutama dari beragam komunitas yang nota bene juga teman-teman dari Anto atau Melly maupun tamu luar. Jadi ada harga paket Rp 100.000 per orang, ada juga yang Rp 250.000/ per orang, jelasnya.

Hobi menjamu tamu dan memanjakan dengan hasil karya yang lezat membuat teman-temannya mendesak untuk membuka restoran agar masakannya dapat dinikmati setiap saat dan menjangkau khalayak yang lebih besar. Tantangan itu akhirnya diterimanya dengan persiapan yang sempurna mulai dari pemilihan nama, website pendukung www.patheya.co.id hingga yang utama yaitu kesiapan sumber daya manusianya. Patheya berasal dari Bahasa Sansekerta yang artinya bekal perjalanan atau ‘food for the journey’. Dengan demikian, Yayuk ingin makanan yang dinikmati di Patheya tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memuaskan, menguatkan dan membahagiakan seperti menikmati bekal pada waktu bepergian.

“Waktu kecil, ketika diajak bepergian, saya selalu menikmati bekal yang dibawa, ada kegembiraan dan pengharapan ketika membuka bekal yang dibawa untuk di perjalanan, biasanya bekalnya arem-arem, telor asin, dan nasi dengan ayam atau serundeng.” kenangnya.
Sedikitnya 36 karyawan telah bergabung bersamanya dan mereka diutamakan berasal dari lingkungan dimana restoran berada. Dalam merekrut karyawan dia bekerjasama dengan pak RT, RW lalu mendidik mereka dengan hospitality sesuai yang dibutuhkan dengan pelayanan standar internasional. “Memang yang paling menguras tenaga dan pikiran adalah bagian merekrut SDM karena meskipun mereka sekolah perhotelan dan belajar kuliner ternyata masih banyak yang harus dipelajari mulai dari hal-hal kecil seperti cara memotong sayur sampai greeting dalam menyambut tamu,” kata Yayuk yang lama hidup di Amerika dan Eropa terutama Perancis.

IMG-20141106-WA002

Dalam menjalankan kegiatan restoran ini, dia dibantu oleh sejumlah koki handal asli Indonesia. “Hampir 20 lebih koki saya test dan seleksi sendiri. Saya tidak hanya menilai rasa masakannya dan penyajiannya tetapi juga perilakunya di dapur. Saya ingin bagi mereka memasak bukan hanya sekedar kewajiban atau pekerjaan, tetapi juga ada kecintaan atau “passion” untuk menyajikan makanan-makanan yang bermutu, sehat, dan membahagiakan.” Tegasnya.

Serangkaian pelayanan dan fasilitas yang disiapkan dibuat senyaman mungkin sehingga begitu masuk restoran, seperangkat sofa langsung tersedia. Begitu juga ada ruang perpustakaan yang dibuat senyaman mungkin khusus untuk  membaca, mendengarkan background music sambil menikmati mocktail kreasi Patheya atau mencicipi kue-kue kreasi putri kembar ibu kita yang terampil membuat kue-kue yang lezat.

“Untuk melengkapi pelayanan, kami juga membuka pelayanan catering di acara keluarga maupun kantoran, di smaping juga pelayanan pesan-antar untuk wilayah Kemang, Mampang, dan Kebayoran Baru minimal Rp 200.000,-  gratis biaya antar,”
Yayuk berharap bisnis yang berawal dari hobi masaknya ini juga bermanfaat bagi lingkungan dengan menggelar pengajian rutin bersama warga setempat serta berolah raga bersama setiap minggu pagi di halaman restoran sehingga timbul rasa kekeluargaan dan rasa memiliki diantara mereka.

“Berada dikawasan Kemang yang menjadi tempat tinggal para ekspatriat, saya juga berharap bahwa di kemudian hari Patheya dapat menjadi tempat singgah tur kuliner khusus masakan Indonesia bagi wisatawan mancanegara atau orang asing yang baru tinggal di Indonesia,” ujarnya.

Kuliner menjadi jembatan yang baik bagi persaudaraan dan dia dapat berkontribusi bagi pariwisata nasional dengan mengajarkan masakan Indonesia. Tur kuliner ini dimulai dari kunjungan ke pasar Tradisional untuk memilih dan membeli bahan baku masakan, sejarah dan proses memasak menu makanannya. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY