Pasukan Asmaul Husna Belajar Dari Keteladanan Sultan Al Fatih Penakluk Konstantinopel

0
441

Wakapolres Jakarta Timur, Arif Rahman ( kanan) bersama Ary Ginanjar Agustian, pendiri ESQ Leadership Center ( foto: HAS)

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Aksi damai yang dilakukan umat Islam Indonesia pada 4 November lalu masih menyisakan banyak cerita salah satunya adalah bagaimana persiapan pasukan Asmaul Husna yang menjadi garda terdepan dalam penanganan aksi damai tersebut.

“Kepolisian berupaya melakukan pendekatan persuasif untuk menyamakan frekwensi dengan spirit yang dimiliki para pendemo, kata AKBP Arif Rahman, Wakapolres Jakarta Timur yang menjadi komandan pasukan Asmaul Husna itu.

“Terus terang ide pasukan Polri berkalung surban saat mengawal demo bela Islam 4 November lalu adalah arahan dari Ary Ginanjar Agustian, pimpinan ESQ Learning Center dimana para polisi dari tingkat kecamatan umumnya memang sudah menjadi alumni training ESQ,” ungkapnya.

Menurut Arif, pada jam 5 sore tanggal 2 November 2016, dia mendapat telpon dari Ary Ginanjar yang masih berada di atas sajadah usai sholat ashar. Polri, kata Ary, agar melakukan pendekatan persuasif dengan menyiapkan pasukan “Asmaul Husna” agar suasana damai dan kondusif tercipta.

Menghadapi ratusan ribu massa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia pilihannya adalah menyamakan frekwensi sehingga antara pendemo dan kepolisian bisa saling mengisi. Waktu yang singkat itu akhirnya terkumpul 499 anggota kepolisian menjadi pasukan terdepan.

Sebanyak 499 anggota kepolisian tersebut merupakan gabungan dari 400 anggota Brimob Jabar dan Banten. Sedangkan 99 sisanya, merupakan anggota Polres Jakarta Timur. Usai demo pihaknya baru menyadari bahwa jumlah pasukan 499 orang itu mempunyai makna 4 November dan ada 99 nama Allah SWT, jelas Arif yang juga alumni ESQ tersebut.

“Ketika kita berserah diri pada Allah maka Dialah yang juga maha mengatur sehingga akhirnya demo dapat terkendali meski ada sejumlah penyusup dan provokator yang menodai aksi damai itu,”

Mantan Kapolres Garut, Jabar ini mengaku dari sisi pasukan ada semangat jihad yang tinggi pula karena jauh sebelum aksi demo berlangsung, berita demo ini sudah memviral di dunia maya dan masyarakat yang turun ke jalan diperkirakan mencapai satu juta orang bahkan bukan hanya terfokus di Jakarta.

“Saya mengajak anggota untuk belajar dari keteladan Sultan Mochammad Al- Fatih yang menjatuhkan Konstantinopel berabad lalu. Pasukan beliau waktu itu sholat lima waktu tepat waktu dan terus melantunkan Asmaul Husna sehingga anggota pasukan menjadi semangat apalagi mereka juga semua alumni ESQ yang halal dengan 99 nama Allah SWT itu,”

Pasukan Asmaul Husna, garda terdepan pengamanan demo ormas 4 November 2016
Pasukan Asmaul Husna, garda terdepan pengamanan demo ormas 4 November 2016

Demo yang berlangsung setelah sholat Jumat juga diawali dengan pasukan garda terdepan ini dengan sholat bersama dan dilanjutkan dengan melantunkan Asmaul Husna dan pasukan inti ini sama sekali tidak dibekali dengan senjata.

“Pendekatan yang dilakukan secara persuasif dan mengedepankan rasa saling menghargai.” kata Arif memberi kesaksian saat training ESQ New Chapter berakhir, Minggu (6/10).

Arif yang sejak di Garut aktif membangun karakter aparat kepolisian mengatakan bahwa ketika anggota pasukan melantunkan Asmaul Husna bersama itu suasananya menjadi penuh spiritualitas bahkan dirinya sendiri maupun anggotanya rela mati untuk mengawal aksi demo yang damai dan Islami.

Dalam konteks dunia pariwisata dan program Nawacita Presiden Jokowi di bidang pariwisata untuk menjaring 20 juta kunjungan Wisman pada 2019, maka citra demo damai yang dikawal pasukan Asmaul Husna insya allah dapat berkontribusi dengan menciptakan Indonesia dengan negara yang damai.

“Jaminan keamanan menjadi kunci mengalirnya kunjungan wisatawan mancanegara ( wisman), karena itu kami sungguh-sungguh memberikan apresiasi yang tinggi pada seluruh anggota Polri yang terlibat pengamanan demo 4 November lalu dan berharap pendekatan persuasif dan citra aman bisa terus kita tegakkan bersama,” tandasnya. (Hilda Ansariah Sabri).

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.