Pasok Gas Ke KEK Geopark, PGN Dukung Pariwisata

0
63
Geopark Ciletuh Sukabumi Jawa Barat (foto: iwisataindonesia.com)


JAKARTA, Bisniswisata.co.id:
Geopark Ciletuh di Sukabumi Jawa Barat (Jabar) memang menyita perhatian. Taman bumi pada akhir 2015 ditetapkan sebagai geopark nasional ini, selain menjadi destinasi wisata unggulan juga menjadi perhatian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk ikut membantu menyukseskan dengan memberi infrastruktur untuk mendukung agar tingkat kunjungan wisatawan naik.

Kini, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero mendistribusikan gas alam ke sektor pariwisata. PGN akan memasok gas alam ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Geopark Sukabumi. Bekerja sama dengan PT Bintangraya Lokalestari selaku pengelola KEK Geopark ini, PGN siap memasok energi yang kaya manfaat ini untuk mendukung pengembangan bisnis pariwisata di Sukabumi.

“Pariwisata menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional, karena itulah PGN siap mendukung pengembangan pariwisata khususnya di KEK Geopark ini lewat penyaluran gas bumi yang aman, ramah lingkungan, berkelanjutan, dan efisien,” kata Direktur Komersial PGN, Danny Praditya, di Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Langkah awal kerja sama, Selasa (5/12) di Bogor, dilakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) PT PGN dan PT Bintangraya Lokalestari. MoU mengatur Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi dan Pengembangan Bisnis di KEK Geopark Sukabumi. Keduanya lakukan pemanfaatan gas bumi beserta turunannya yaitu gas pipa, compressed natural gas (CNG), dan liquified natural gas (LNG) untuk memenuhi kebutuhan gas di KEK Geopark Sukabumi.

PGN juga mengembangkan infrastruktur gas bumi, pembangunan, pengoperasian, dan komersialisasi pembangkit tenaga listrik, chiller, teknologi informasi untuk mendukung pengembangan bisnis KEK Geopark Sukabumi.

Saat ini PGN memasok lebih dari 1.658 industri besar dan pembangkit listrik, lebih dari 1.984 pelanggan komersial, dan 177.710 pelanggan rumah tangga. Konsumen PGN tersebut tersebar di 19 kabupaten/kota di 12 provinsi, di antaranya Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong Papua.

Tak bisa dipungkiri, Geopark Ciletuh Sukabumi bukan hanya menyuguhkan alam hijau yang asri, juga dikelilingi batuan purba yang konon usianya paling tua di pulau Jawa. Terdapat pula beberapa aliran air terjun di antara tebing batu purba. Luasnya yang mencapai puluhan ribu hektar membuat Geopark Ciletuh tak cukup dijelajahi dalam waktu satu hari.

Apa saja yang bisa dinikmati saat berkunjung ke objek wisata Geopark Ciletuh? Ternyata ada 7 Obyek wisata di wilayah Geopark ini, antara lain seperti dilansir http://www.klikhotel.com:

# Pantai Palangpang
Pantai Palangpang bisa dikatakan sebagai titik awal penjelajahan Geopark Ciletuh. Di objek wisata ini terdapat tugu Geopark Ciletuh. Rasanya belum “sah” ke Geopark Ciletuh kalau belum berfoto di depan tugu tersebut. Berjarak 200 km lebih dari Bandung, pantai Palangpang tidak terlalu ramai. Warung-warung di pinggiran pantai pun hanya sedikit jumlahnya. Di sekitar pantai terdapat perbukitan hijau dan tampak aliran sebuah air terjun dari kejauhan. Namun, karena saya ke sana usai malam tahun baru, kondisi pantai sungguh memprihatinkan karena banyaknya sampah berserakan. Sungguh disayangkan padahal pantai ini akan terlihat bila kebersihannya terjaga.

# Curug Cimarinjung

Aliran air Curug Cimarinjung terlihat dari pantai Palangpang. Untuk sampai ke air terjun ini, Anda hanya perlu jalan kaki beberapa sekitar 1 km dari pantai. Dari dekat, aliran airnya cukup besar dan tampak megah karena tebingnya terdiri dari batuan besar yang di atasnya ditumbuhi tumbuhan hijau. Bebatuan di sini tampak tak biasa, melainkan terlihat klasik seperti bebatuan purba ala Jurrasic World.

# Puncak Darma

Dari parkiran Curug Cimarinjung, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Puncak Darma. Objek wisata di Geopark Ciletuh ini adalah tempat di mana Anda bisa menikmati pemandangan dari ketinggian, khususnya pantai Palangpang yang bentuknya mirip tapal kuda yang menyatu dengan Samudera Hindia. Tapi, untuk sampai ke Puncak Darma, butuh perjuangan ekstra. Anda bisa trekking sekitar satu jam atau naik ojek yang memang khusus antar jemput ke Puncak Darma. Waktu itu saya memilih naik ojek dengan ongkos 60 ribu rupiah (pulang pergi). Menurut saya, harga tersebut terbilang murah karena jalannya bergelombang dan naik turun seperti rute ke Curug Malela di Bandung. Pokoknya, perjalanan ke Puncak Darma itu ngeri-ngeri sedap.

# Curug Sodong
Objek wisata di Geopark Ciletuh selanjutnya yang sayang untuk dilewatkan adalah Curug Sodong. Banyak pula yang menyebut air terjun ini sebagai Curug Kembar. Ya, Curug Sodong memang memiliki dua aliran air yang cukup besar yang mengalir berdampingan. Di balik air terjun ini terdapat cekungan yang bentuknya menyerupai gua. Oleh karenanya, objek wisata ini disematkan kata “sodong” yang diambil dari bahasa Sunda yang berarti gua. Di musim kemarau, pengunjung bisa memasuki gua tersebut. Sementara di musim hujan, pengunjung bisa menikmati pemandangan derasnya air Curug Sodong yang mengalir dari atas tebing batuan berwarna kecoklatan yang tampak megah.

# Curug Cikanteh
Dekat Curug Sodong, ada aliran air terjun lain yang tak kalah menarik, yaitu Curug Cikanteh. Curug Cikanteh ini rasanya sulit diungkapkan dengan kata indah saja. Airnya yang deras mengalir dari tebing batuan tinggi yang jatuh ke bebatuan besar di bawahnya yang tak beraturan sehingga menciptakan aliran air yang melebar yang tampak megah. Untuk sampai ke sana, harus trekking sekitar 15 menit untuk sampai ke sana dan harus menyeberang sungai. Saya dan teman-teman memutuskan untuk memakai guide agar lebih aman. Dulunya ada jembatan untuk akses ke Curug Cikanteh, tapi sudah ambruk dan belum diperbaiki lagi. Jalanan yang cukup licin sehabis hujan tak menyulutkan tekad saya dan teman-teman untuk ke sana.

# Panenjoan
Tak seperti Puncak Darma, Panenjoan dapat dijangkau dengan mudah karena letaknya di pinggir jalan dekat kantor PAPSI (Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi). Berada di ketinggian 342 mdpl, tebing Panenjoan bisa dikatakan sebagai amfiteater alam raksasa dengan sajian alam yang menakjubkan. Objek wisata di Geopark Ciletuh ini menyuguhkan pemandangan alam yang didominasi persawahan, rumah penduduk, dan perbukitan yang membentang luas hingga pantai Palangpang.

# Curug Awang

Curug Awang ini sangat populer di antara air terjun yang ada di Geopark Ciletuh. Air terjun ini menyuguhkan pemandangan air terjun mirip Niagara. Airnya yang deras mengalir pada tebing batu tinggi berwarna coklat yang memanjang. Di bawahnya terdapat kolam yang bisa dipakai untuk berenang. Di Curug Awang, Anda juga bisa menikmati hamparan sawah hijau dan batu-batu kuno yang berukuran besar. (DAY)

LEAVE A REPLY