Pasca Gempa, Selandia Baru Belum Aman Dikunjungi Wisatawan

0
333

AUKLAND, bisniswisata.co.id: Gempa besar berkekuatan 7,8 SR melanda Selandia Baru pada Minggu (13/11) tengah malam, menelan dua korban dan beberapa kawasan kehilangan akses terhadap listrik. Gempa susulan dikabarkan terjadi, di antaranya berkekuatan 6,3 SR, yang menyebabkan longsor, dan kabel listrik rusak parah.

Gempa terjadi di kawasan Kaikoura, yang dikenal sebagai resort wisata, berjarak 110 mil ke utara dari Christchurch. Sejumlah ruas jalan menuju Kaikoura ditutup akibat tertimbun tanah longsor, sementara jaringan komunikasi, persediaan air dan listrik juga mengalami masalah. Warga saat ini sudah diungsikan ke tempat yang aman.

Mengutip Telegraph, Rabu (16/11/2016) peringatan tsunami di pesisir Pulau Selatan sempat diberikan, dan beberapa jam kemudian dicabut. Gempa juga dirasakan hingga ke kawasan Wellington di Pulau Utara.

Meskipun ditengarai kekuatan gempa kali ini lebih dahsyat dibanding terjadi lima tahun lalu di Christchurch, yang menewaskan hingga 182 orang dan merusak banyak gedung, namun gempa tidak menimbulkan banyak kerugian.

Dikabarkan, gempa yang terjadi kemarin lebih banyak menimpa infrastruktur di Pulau Selatan, seperti jalanan yang rusak atau terkena longsor.

Kaikoura merupakan kawasan wisata yang setiap tahunnya dikunjungi hingga satu juta orang, yang sebagian besar datang untuk melihat kehidupan para nelayan dan pantai. “Kaikoura dikenal sebagai tempat tinggal bagi paus sperma dan spesies lainnya yang berkunjung di musim dingin,” ujar penulis travel Telegraph, Sarah Bennett.

Berenang dengan lumba-lumba dan melihat burung albatros termasuk aktivitas wisata yang kerap menarik wisatawan di kota ini, di samping menyaksikan pemandangan menakjubkan dari puncak Kaikoura Ranges.

Pada 2004, Kaikoura menjadi kota pertama di dunia yang mendapat akreditasi Green Globe, akan ‘kontribusi positif bagi manusia dan planet’ lewat ekowisatanya.

Meski gempa cukup besar, sejumlah bandara di Selandia Baru tetap beroperasi, hanya saja beberapa ruas jalan mengalami kerusakan parah dan ada juga yang terhalang karena tanah longsor. “Kerusakan infrastruktur menjadi masalah utama saat ini,” ujar menteri pertahanan sipil, Gerry Brownlee.

Pemerintah Selandia Baru memberi peringatan akan resiko setelah bencana di sekitar area. Meski peringatan tsunami telah dicabut, akan tetapi warga yang tinggal tak jauh dari pinggir pantai dianjurkan untuk siaga, khususnya jika prakiraan cuaca buruk.

Pada situs resminya, kementerian pertahanan sipil menyampaikan, bahwa berdasarkan semua data yang ada, ancaman tsunami telah berlalu. Namun, pantai masih mengalami berbagai gejala janggal, seperti ombak besar, dan fluktuasi tingkat air laut yang tak menentu dalam beberapa jam. Orang-orang dianjurkan untuk menghindari area sekitar pantai.

Bagi wisatawan yang sedang berada di sekitar Pulau Selatan saat ini, dianjurkan untuk mengikuti instruksi pemerintah setempat, karena beberapa jalan ada yang ditutup dan tentu berdampak pada perjalanan yang sudah direncanakan. Dengan masih banyaknya kendala pasca gempa, perjalanan wisata ke Kaikoura, masih belum memungkinkan.

Membatalkan perjalanan

Meski juru bicara bidang pariwisata Selandia Baru mengatakan, masih banyak kawasan di Selandia Baru yang tidak terkena dampak gempa, rencana perjalanan masih perlu ditinjau ulang.

Memang semua bandara masih buka dan beroperasi, tapi perlu diketahui bahwa dampak terbesar gempa ada di kawasan North Canterburry, Kaikoura dan Wellington. Jika rencana perjalanan yang sudah disusun, terkena dampak gempa, maka dapat menanyakan pada operator perjalnan untuk mencarikan alternatif jadwal ulang atau pengembalian uang.

Gempa di Selandia Baru diyakini sebagai hal yang biasa terjadi, karena negara ini berada di kawasan yang disebut ‘Ring of Fire’, dengan sudut patahannya ada di Samudera Pasifik. (*/NDI)

LEAVE A REPLY