Pasar Seni Gabusan Disulap Jadi Taman Budaya

0
505
Pasar Seni Gabusan Bantul

BANTUL, bisniswisata.co.id: Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memanfaatkan dana keistimewaan tahun anggaran 2017 untuk pembebasan lahan di kompleks Pasar Seni Gabusan sebagai taman budaya.

“Untuk dana keistimewan [danais], angka akhirnya saya belum tahu. Namun, terbesar untuk pembebasan lahan untuk taman budaya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul Bambang Legowo di Bantul.

Berdasarkan informasi awal, sambung dia, danais yang bersumber dari APBN untuk Kabupaten Bantul tahun anggaran 2017 sebesar Rp53 miliar. Namun, perkembangan terakhir yang diterima, meski belum diputuskan, menjadi sekitar Rp41 miliar.

Dilanjutkan, kebutuhan biaya pembebasan lahan di kompleks Pasar Seni Gabusan sebesar Rp30 miliar. Pasar Seni Gabusan sendiri merupakan aset pemkab. Namun, berdiri di atas tanah kas Desa Timbulharjo.

“Dalam kebijakan umum anggaran prioritas platform anggaran sementara (KUA PPAS) sudah ada kesepakatan untuk kegiatan ke situ (pembebasan lahan). Namun, ini masih proses dan belum final, danais itu bersumber dari APBN,” jelasnya seperti dilansir laman Antara, Ahad (13/11/2016).

Meski demikian, jika nanti pembebasan lahan kompleks Pasar Seni Gabusan untuk taman budaya direalisasikan, akan dikoordinasikan dengan Pemprov DIY, sementara intansinya hanya sebagai administrasi, sambung Bambang.

Selain untuk pembebasan lahan, kata Bambang, danais pada tahun anggaran 2017 akan dimanfaatkan untuk pembangunan sektor seni budaya lainnya, berupa fasilitasi pementasan kesenian dan pemberdayaan kelompok seni budaya. “Hal itu diusulkan sebagai salah satu cara untuk mengembangkan industri pariwisata di Bantul,” paparnya.

Danais juga digunakan untuk pemeliharaan dan perawatan bangunan maupun kawasan cagar budaya di Bantul, agar nilai-nilai sejarah tetap ada sehingga dapat melestarikan keberadaannya. “Saya kira semua hal yang berkaitan dengan taman dan cagar budaya prioritas. Intinya pengembangan kebudayaan menyeluruh,” kata Bambang

Kota Bantul yang sempat rusak parah akibat diguncang gempa bumi berkekuatan dahsyat pada Mei 2006 memang berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan karena memiliki beragam objek dan atraksi wisata, mulai dari museum, pantai, pemandian air panas, pegunungan, gua sampai makam kuno.

Setiap tahunnya, kota berpenduduk 911 ribuan orang ini juga mengadakan acara seni budaya tahunan yaitu Kirab Budaya Dlingo. Belum lagi kuliner khasnya yang menarik untuk dicicipi, seperti geplak, tolpit, sate klathak dan peyek undur-undur. Juga Institut Seni Indonesia, Salah satu kampus penghasil seniman berbakat di Indonesia. (*/ANO)

LEAVE A REPLY