Pasar Eropa Incar Sumba, Destinasi Baru Berlibur ke Indonesia Timur

2
156

BALI, BisnisWisata.co.id,- PULAU Sumba, menjadi incaran wisatawan Eropa untuk berlibur di Indonesia. “Mencapai P Sumba memang memerlukan perjuangan tersendiri dan tentu menambah cost. Animo pasar meningkat, pertumbuhan pasar naik signifikan. Aksesibelitas perlu dibenahi ke wilayah Indonesia timur,” papar Martin Schoorl, General Manager Tabula Rasa Travel Belanda, kepada BisnisWisata.co.id di Nusa Dua.

Dalam acara bertajuk Discover New Destinations Beyond Bali , pengelola destinasi Flores, Toraja, Wakatobi dan Tanjung Puting mempresentasikan potensi pariwisata di hadapan buyers Eropa dari negara Belanda, Spanyol, Jerman, Norwegia, dan Britania Raya. Presentasi pada Kamis (8/6) ini bentuk kerjasama antara Swisscontact Wisata, CBI (Center for the Promotion of Imports dari Pemerintah Belanda), dan Asita Bali.

Selain P Sumba, empat kawasan khusus Flores, Wakatobi, Toraja dan Tanjung Puting menjadi alternatif pilihan baru. Bagi manajemen Tabula Rasa Travel, produk wisata Indonesia sangat kaya dan memiliki ceruk pasar tersendiri. Martin menyarankan industri dan pemerintah Indonesia lebih focus pada upaya penyediaan fasilitas transfortasi baik itu transfortasi udara langsung, atau laut dengan kombinasi ke dua moda yang memudahkan pasar menuju destinasi- destinasi tersebut.

“Persaingan pasar itu tidak pada sisi produk, tetapi kualitas sektor teknis pendukungnya. Produk wisata Nusantara itu unik, khas, dicari. Persoalannya adalah akses dan regulasi bagi wisman,” tegas Martin.

Destinasi baru di luar Bali seperti Flores, Toraja, Wakatobi dan Tanjung Putting, menurut Jessica Holme dari Travel Local Inggris, sangat diminati pasar Inggris mau pun Amerika, khususnya mereka yang memiliki minat khusus berpetualang, dan eksplore budaya, tradisi masyarakat Nusantara.

“Wakatobi siap menyambut wisatawan sebagai destinasi wisata bahari unggulan Indonesia,” jelas Nadar Sinyo Arif, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi.

Sementara kolaborasi Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Tana Toraja, Kota Makassar dengan Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan, menawarkan alam, budaya, pegunungan dan pesisir.

“Diharapkan potensi pariwisata Sulawesi Selatan dengan wisata alam dan budayanya di koridor utara, serta potensi marine tourism dan wisata sejarah di koridor selatan. Ini tentu dapat menjadi satu paket wisata   yang   menarik   dan   mampu   meningkatkan   kunjungan   wisatawan   baik   lokal   maupun mancanegara,” papar Yohanpungkas Yulius Batara Saleh, Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan. Ini dibenarkan oleh Harli Patriatno, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Toraja Utara.

Keunikan suku Dayak Tomun yang terus mempertahankan keindahan hutan dan alam tropis Kalimantan dari destinasi Tanjung Puting akan dihadirkan oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau. Keanekaragaman festival budaya seperti Bebantan Laman, Balayah Lanting, dan festival topeng Babukung diharapkan mampu menarik pasar Internasional.

“Gaya hidup keseharian Dayak Tomun, keindahan alam di wilayah Delang dan Tapin Bini sebagai destinasi lanjutan bagi para wisatawan yang mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting,” jelas Frans Evendi, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau.

Menurut pihak Swisscontact Wisata mau pun CBI, presentasi potensi wisata kawasan Flores, Toraja, Wakatobi dan Tanjung Puting langsung kepada pengelola biro perjalanan wisata pasar potensial Eropa tersebut diharapkandapat mendukung tercapainya target kunjungan  20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019. *Dwi/bisniswisata.co@gmail.com

 

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY