Pasang Model Wanita Arab, Iklan Nike Picu Kontroversial

0
367

RIYADH, bisniswisata.co.id: Sebuah iklan komersial produk perlengkapan olahraga merek terkenal, Nike, dikecam setelah menggunakan model wanita Arab berolahraga. Iklan yang beredar sejak awal minggu di dunia maya ini memicu kontrovesial karena memperlihatkan beberapa wanita Arab tengah berolahraga.

Iklan ini dianggap sebagai upaya menghapus stereotip tentang kehidupan wanita Arab yang kerap dibelenggu oleh tradisi cara berpakaian yang Islami. Bahkan wanita Arab dilarang memakai pakaian yang tidak sesuai aturan yang ada.

Iklan tersebut dimulai dengan seorang wanita mengintip melalui pintu rumah dan memperbaiki tudung sebelum berlari di jalan raya. Terdapat narasi yang dibacakan seorang perempuan dalam dialek Arab Saudi. “Apa yang mereka akan katakan tentang kamu? Mungkin mereka akan mengatakan kamu melampaui semua harapan.”

Beberapa aksi yang ditampilkan termasuk olahraga anggar, tinju dan seluncur es. Dalam waktu 48 jam video itu dibagi lebih dari 75 ribu kali di Twitter dan ditonton hampir 3 juta kali di YouTube.

“Iklan menyentuh ketidakamanan perempuan dalam masyarakat, menggali lebih dalam dan menjadi alat pemberdayaan bukan hanya produk,” kata juru bicara Organisasi Palang Merah Internasional di Irak, Sara al-Zawqari, di akun Twitter.

Hanya sedikit yang menanggapi iklan itu secara positif, banyak di antaranya yang mengecamnya. “Saya rasa iklan ini gagal sepenuhnya. Ini bukan wakil nyata wanita Arab, Islam. Kami tidak memakai hijab dan berlari di jalan raya. Nike memalukan, ” kata seorang pengguna, Nada Sahimi, di akun Instagram perusahaan bersangkutan. Belum ada tanggapan dari Nike ihwal kecaman ini.

Direkam di kota lama di pinggir Dubai, iklan itu mencerminkan pergulatan yang dihadapi bukan hanya oleh wanita seluruh wilayah itu, tapi juga sebagian bintangnya. Atlet parkour Uni Emirat Arab (UEA), Amal Mourad, 24 tahun, yang ditunjukkan melompat di atas atap, mengatakan, ayahnya menolak mengizinkannya berlatih dalam gym pada awalnya karena ada banyak pria di situ.

“Meyakinkan orang tua saya adalah hal yang paling sulit. Jika Anda benar-benar menginginkan sesuatu dan Anda pasti bisa melakukannya, ” kata Mourad, seperti yang dilansir Times Live, pada 24 Februari 2017.

Perempuan berolahraga di depan umum adalah pemandangan yang langka di banyak wilayah Timur Tengah. Biasanya perempuan memiliki gym sendiri dengan peralatan seadanya dan seringkali lebih mahal daripada gym untuk pria.

Di Arab Saudi, pendidikan jasmani dilarang bagi semua gadis sekolah dan gyms adalah hal yang ilegal bagi perempuan. Karena perempuan yang atletis dianggap tidak Islami. (*/NDI)

LEAVE A REPLY