Pariwisata Targetkan Devisa Minimal USD 12 Miliar

0
502
Pengembangan Pariwisata Maritim

Jakarta, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo menyebutkan, ada empat sektor penghasil devisa terbesar di Indonesia di luar migas, salah satunya adalah sektor pariwisata.

Tiga lainnya adalah kelapa sawit, batu bara dan karet alam. Tahun ini, kata Indroyono, harga dunia ketiga sektor penghasil devisa terbesar itu sedang turun, jadi posisi sektor pariwisata dinaikkan menjadi unggulan pertama penghasil devisa.

“Kalau tadi pesimistis pariwisata kita tahun ini mendatangkan 10 juta wisatawan, berarti itu dapat USD12 miliar. Kalau moderate USD11 juta, berarti kita bicara USD13,2 miliar. Tapi jika optimistis 12 juta wisatawan seperti dikatakan tadi Menteri Pariwisata, berarti kita bicara USD14,4 miliar, itu yang terbesar di luar migas,” ujar Indroyono dalam seminar nasional bertema ‘Pengembangan Daya Tarik Wisata Bahari’ di Hotel Novotel, Makassar Grand Shalya, Selasa, (26/5/2015).

Dia menambahkan, untuk mendatangkan orang itu membutuhkan promosi dalam berbagai bentuk. Pengelolaan pariwisata tidak mungkin berhasil tanpa promosi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan, tahun 2015 ini, Sulsel mendapat bantuan sebesar Rp10 miliar untuk membantu promosi pariwisata dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Tetapi bantuan ini bukan berupa uang tunai melainkan prmosi spot-spot iklan di media-media elektronik baik di dalam negeri maupun di dalam negeri.

“Saya sudah bicara tadi malam dengan bapak Kadis Pariwisata Sulsel (Jufri Rahman). Disebutkan anggarannya hanya Rp1 miliar maka saya tambah Rp10 miliar untuk promosi. Di TV itu, satu spot iklan itu bisa 10 juta. Jadi dari Rp 10 miliar itu jadi bisa dapat seribu spot,” jelas Arief Yahya. (*)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.