Pariwisata Sektor Unggulan, Menpar Luncurkan Visit Wonderful Indonesia 2018

0
564

 

Menpar Arief Yahya didampingi Ketua VIWI 2018, Haryadi Sukamdani dan Ketua Umum Asita, Asnawi Bahar yang menjadi tokoh kunci pengemasan paket hotdeal bersama stakesholders pariwisata lainnya luncurkan VIWI.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata Arief Yahya optimistis Pariwisata sebagai leading sector yang terbesar dan terbaik akan menjadi sumber devisa utama Indonesia seperti yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi dalam Nawacita.

“Dalam Rencana Kerja Pemerintah ( RKP)  2018 Presiden Jokowi telah menetapkan pariwisata menjadi sektor unggulan maka seluruh kementrian dan lembaga pemerintah wajib mendukung sektor unggulan ini,” kata Arief Yahya, hari ini ( 12/12).

Berbicara saat membuka Rakornas Pariwisata ke empat tahun 2017 yang mengangkat tema ‘Visit Wonderful Indonesia 2018’ di The Kasablanka Hall (Kota Kasablanka) Jakarta, Menpar menambahkan bahwa pertumbuhan pariwisata Indonesia mencapai 24%

Negara-negara Asean hanya 7% dan dinegara anggota UNWTO hanya tumbuh  6,4%. Indonesia masuk menjadi 20 negara di dunia yang pertumbuhan pariwisatanya sangat positif, tegasnya. Sektor ini mudah dikembangkan, murah biayanya dan tumbuh tampa heboh seperti sektor lain.

“Oleh karena itulah dengan dukungan seluruh stakeholder pariwisata tahun 2018 kita canangkan sebagai Visit Wonderful Indonesia ( VIWI) dengan target 17 juta kunjungan wisman. Semua pihak harus mendukung tahun kunjungan ini yang kita kemas dengan paket hotdeal,” ujarnya.

Pariwisata Indonesia pada posisi Januari-September 2017 berhasil mendatangkan 10,46 juta wisman atau tumbuh 25,05% sehingga saya ketika itu optimistis target akhir tahun 15 juta wisman akan terlampaui, namun dalam perjalanan adanya erupsi Gunung Agung target ini sulit tercapai. Kemungkinan tercapai sekitar 14 juta atau kurang dari 15 juta wisman,” kata Arief.

Target tahun kunjungan ke Indonesia yang sudah dicanangkan dengan semangat kebersamaan  disambut baik oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, sebagai keynote speaker di acara Rakornas  Kemenpar ini.

“Pariwisata Indonesia merupakan leading sector yang harus dijaga dan harus diutamakan. Saya belajar dari Arief Yahya sebagai CEO terbaik, bagaimana sektor ini dikembangkan dengan modal sedikit tapi kita dapat banyak,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi.

Menurut Menhub, apa yang sudah dilakukan oleh Menpar Arief Yahya sudah dilaksanakan dan terbukti karena itu Kemenhub siap membantu dan mendukung Kementerian Pariwisata dalam hal memberikan fasilitas yang terbaik.

“Tahun 2017, Kita punya 27.317 juta kapasitas tempat duduk bagi penumpang dan untuk tahun 2019, Kita targetkan dapat menampung 41 juta kapasitas tempat duduk bagi para penumpang, dan 29 bandara sudah berstatus internasional,” tandasnya.

Pihaknya telah melakukan percepatan dan melakukan pembangunan untuk meng-hubungkan Bandara Internasional Soekarno Hatta dan Bali agar menjadi hub Internasional dunia.

“Kami juga melakukan strategi untuk mengurangi slot kecil menjadi besar.
Artinya, slot kosong tersebut diberikan ke destinasi seperti Jakarta ke Bali, sementara penerbangan domestik Palembang-Jogja tidak perlu ke Jakarta lagi,” lanjutnya.

Budi melanjutkan, jika ingin mencapai target 20 juta wisman dua tahun mendatang, perlu adanya koordinasi yang baik. “Salah satu koordinasi yang baik dengan melakukan beberapa kebijakan seperti menyederhanakan perizinan, ” ungkapnya.

Pihaknya menyarankan pula perlunya menyediakan layanan dari dan ke destinasi, kerjasama bilateral ASEAN Open Sky, dan meningkatkan peran swasta. Tahun 2017 ini, Kementerian Perhubungan mempunyai 19 bandara internasional aktif dan 12 airlines nasional dan 48 airlines asing.

Arief Yahya menegaskan kerjasama lintas sektoral sangat penting karena itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata IV-2017 guna memperkuat sinergi semua elemen untuk meraih target pariwisata nasional tahun 2018.

Rakornas Pariwisata pada hari pertama yang diikuti 400 peserta memfokuskan pada pembahasan program Calendar of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018 dan sinkronisasi dengan industri pariwisata serta persiapan paket tour di masing-masing destinasi yang dikemas dalam paket tour Visit Indonesia Wonderful Indonesia (VIWI) 2018.

“Kita menyiapkan CoE WI dan paket tour VIWI 2018 yang ada di 18 destinasi unggulan yang paling siap dalam mendatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia berdasarkan 100 calender  of event ( CoE) yang akan berlangsung sepanjang tahun” kata Menpar.

Sebanyak 18 destinasi tersebut tersebar di Sumatera (Medan/Danau Toba, Batam, Belitung, Padang, dan Pelembang); Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Borobudur/Yogyakarta,Solo, Subaya-Bromo-Tengger, dan Banyuwangi); Kalimantan (Balikpapan); Bali, Nusa Tenggara Barat (Lombok); Sulawesi (Makassar/Wakatobi dan Manado); dan Papua Barat (Raja Ampat).

Menpar mengatakan, penyiapan pelaksanaan CoE WI dan paket tour VIWI 2018 melibatkan dukungan semua stakehoder pariwisata dalam semangat Indonesia Incorporated untuk memperkuat unsur 3 A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) khususnya untuk penjualan paket-paket wisata yang banyak melibat industri pariwisata maupun perusahaan airlines.

“Dengan semangat kebersamaan kita akan wujudkan dalam program paket VIWI normal atau paket VIWI hot deal 2018,” ujarnya.

Di sisi hari pertama Ketua VIWI 2018, Haryadi Sukamdani di dampingi Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia ( Asita) Asnawi Bahar dihadapan pers menyatakan pihaknya sudah mengemas sedikitnya 208 paket wisata untuk dukung VIWI 2018.

“Paket ini sudah kami siapkan untuk dijual ke 8 pasar mancabegara unggulan di luar negri sesuai arahan Prof Dr I Gde Pitana MSi selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata,” kata Asnawi.

Sebagai pengemas paket wisata bersama stakeholder pariwisata lainnya Asita pusat yang memiliki platform  AsitaGo juga akan mendorong 7000 dari anggotanya di seluruh Indonesia untuk siap memasarkan paket VIWI 2018.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.