Pariwisata Maritim Perlu Digarap Lebih Maksimal

0
1205

Batam, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pariwisata maritim Indonesia belum terlalu menarik wisatawan dalam dan luar negeri, padahal potensi bahari yang dimiliki Indonesia sangat besar.

“Sumbangan pariwisata maritim baru 10 persen dari total pariwisata di seluruh Indonesia. Malaysia saja yang lautnya tidak lebih luas dari kita, (sumbangan) 40 persen,” kata Arief di Batam Kepulauan Riau, Sabtu (21/2/2015).

Terdapat tiga bagian wisata dalam pariwisata maritim, yaitu pantai, laut dan bawah laut. Arief menjabarkan dari 100 persen pariwisata maritim, sebanyak 60 persen di antaranya untuk wisata di pantai, kemudian 30 persen wisata laut dan 10 persen bawah laut.

“Sebenarnya potensi wisata maritim sangat besar di penjuru Indonesia, sayang belum tergarap baik,” ujarnya. Menteri mencontohkan, untuk wisata pantai, yang menjadi primadona masih Pantai Kuta di Bali.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo mengatakan Provinsi Riau memiliki potensi bahari yang melimpah, mengingat 96 persen wilayahnya adalah laut.

Selain pantai yang berpasir putih dengan batu-batu besar, wisata memancing di laut, Kepri juga kaya akan wisata bawah laut dengan beragam kekayaan ikan dan terumbu karang. Namun sama dengan daerah lain di Indonesia, potensi wisata bahari di Kepri belum tergarap dengan baik.

Meski Batam menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta, namun turis yang datang belum menikmati keindahan bahari Kepri. Kebanyakan wisman yang datang hanya meluangkan waktunya untuk wisata belanja dan wisata olahraga golf.

Kesempatan sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan pihaknya merencanakan Pulau Galang, Galang Baru dan pulau-pulau di sekitarnya sebagai daerah pengembangan wisata bahari, dalam Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah.

Yusfa menambahkan, Galang dan Galang Baru memiliki potensi untuk wisata olahraga menyelam, snorkeling, memancing dan sebagainya. Apalagi kekayaan terumbu karang di Perairan Pulau Galang disebut tidak kalah indah dengan taman laut Bunaken.

Netizen, Muda dan Wanita Penting untuk Pariwisata

Arief Yahya juga menekankan youth, women, dan netizen sebagai bagian dari pengembangan sektor dunia pariwisata khususnya di Kepri dan Batam. Ia mengatakan hal itu saat meluncurkan program Creating Wonderful Kepri (CWK) Provinsi Kepri.

Arief Yahya juga menekankan kepada Pemprov Kepri dan Pemko Batam agar lebih konsen dalam memanfaatkan teknologi digital guna menggenjot pertumbuhan dan perkembangan di sektor pariwisata.

General Manager BPES Batam Pos Enterpreneur School, Lisya Anggraini menuturkan kreativitas anak muda sekarang sangat tinggi, jadi harus selalu diberi motivasi dan ada wadah untuk menyalurkannya.

“Sayang sekali kan semangat dan antusisme yang tinggi itu tidak dimanfaatkan dengan hal-hal yang positif, negara ini butuh pemuda yang kreatif dan positif,” tambahnya.

Lisya berharap dengan acara ini akan melahirkan karya-karya luar biasa dari pemuda Kepri. “Masyarakat sekarang tidak bisa dipisahkan dari media sosial, hampir setiap saat mereka mengaksesnya. Setiap mereka mengujungi tempat baru, mereka selalu mengunggahnya ke media sosial. Itu menjadi peluang yang besar mempromosikan pariwisata, khususnya promosi keindahan Kepri,” pungkasnya. (*/ant)

LEAVE A REPLY