Pariwisata Jadi Lokomotif Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

0
1450
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pariwisata Indonesia memiliki potensi besar sebagai lokomotif untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional. Karenanya, pemerintah berjanji akan mendorong terus peningkatan investasi di sektor pariwisata.

“Nilai investasi sektor pariwisata sebesar US$ 60,3 juta. Ini harus terus ditingkatkan,” ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar dalam Dialog Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) bertema ‘Pembangunan Koridor Ekonomi: Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sebagai Pilar Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Masa Depan’ di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9).

Pemerintah sendiri dalam MP3EI, lanjut Sapta, telah menetapkan Koridor Bali-Nusa Tenggara sebagai pendorong sektor pariwisata melalui pembangunan 14 proyek senilai Rp 163,005 triliun.

“Tahun ini kita akan groundbreaking beberapa proyek misalnya, pembangunan kawasan wisata Teluk Mekaki dan kawasan wisata Tanjung Riggit di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), kemudian kawasan wisata rohani Bukit Doa Lembata di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan beberapa proyek lain,” ujar Sapta.

Sapta mendorong agar swasta bisa berinvestasi di sektor pariwisata mengingat sektor ini memiliki peluang besar bertumbuh. “Tahun 2013 ada 1,087 miliar wisatawan dunia, dan tahun 2030 diprediksi menjadi 1,8 miliar,” ujar Sapta.

Untuk Indonesia sendiri ada 8,8 juta wisatawan setiap tahunnya dan sektor pariwisata memberi kontribusi 6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Pak Jokowi menargetkan ke depan ada 20 juta wisatawan, ini peluang besar untuk tumbuh,” katanya.

Sedangkan sumbangan pariwisata terhadap penerimaan devisa sebesar US$ 10 miliar. Jumlah ini dinilai Sapta masih kecil dibanding potensi pariwisata yang dimiliki Indonesia. “Harusnya kita lebih besar lagi, karena semua keindahan alam ada di Indonesia,” tegas Sapta.

Namun Sapta mengingatkan, Indonesia mesti meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM. Sebab, sektor pariwisata membutuhkan banyak tenaga kerja dengan berbagai keahlian.

“Keahliannya beragam, dari sekedar buka pintu saja dibutuhkan. Jadi lapangan pekerjaan besar. Tapi, kualitasnya harus dijaga,” ujarnya.

Tantangan lain yang harus dibenahi, menurut Sapta, adalah akses transportasi terutama laut dan darat yang memungkinkan para wisatawan mengeksplorasi semua keindahan alam di daerah tersebut dengan akses mudah. “Tantangan lain adalah promosi. Kita memiliki banyak keindahan alam, tapi jika kita tidak bagus dalam mempromosikannya, sehinga orang tidak akan tertarik,” pungkasnya.****

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.