Pariwisata Indonesia Dikenalkan di Konferensi Halal Pakistan

0
226
Destinasi wisata Raja Ampat dikenalkan wisatawan (Foto: Antara)

LAHORE, Bisniswisata.co.id: Pariwisata Indonesia terus agresif melakukan promosi dan publikasi. Saat konferensi Halal Pakistan, Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan emas untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia.

Konferensi dan pameran internasional membahas peluang kerja sama di sektor industri halal diselenggarakan Punjab Halal Development Agency (PHDA) pada 10-11 April 2017 di Hotel Faletti Lahore-Pakistan. Lahore merupakan kota industri dan perdagangan kembali menjadi tuan rumah yang keenam kali di event ini.

“Forum ini menghasilkan kontribusi positif bagi mendukung pertumbuhan industri halal dunia. Dan ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk mengenalkan, mempromosikan dan mempublikan pariwisata Indonesia kepada mereka,” ungkap Iwan Suyudhie Amri, Dubes RI untuk Pakistan dalam keterangan tertulis seperti dilansir laman Kementrian Luar Negeri di Jakarta, Sabtu (15/04/2017).

Dubes Iwan mengemukakan prospek pertumbuhan pasar halal baru seperti Indonesia, Pakistan, China, India dan Bangladesh dengan total populasi penduduk muslim sekitar 748,1 juta jiwa. “Kita harus agresif menangkap peluang kerja sama perdagangan seperti makanan halal, pakaian, kosmetika dan obat-obatan,” sambung Dubes RI.

Selain itu, lanjut dia, sektor industri potensial lainnya yaitu pariwisata halal. Pemerintah Indonesia berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai tujuan pariwisata halal dunia. “Dalam World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi, Indonesia meraih 12 penghargaan dari total 16 yang diberikan untuk kategori World’s Best Halal Destination dan World’s Best Halal Beach Resort,” lontarnya.

Guna mendorong promosi pariwisata Indonesia, KBRI Islamabad berkolaborasi dengan HUM TV untuk menayangkan Program TV Travelogue Series: Worderful Indonesia, pada setiap hari Minggu sebanyak enam seri. Program ini, menjadi sarana promosi sekaligus membangun kesadaran (awareness) masyarakat Pakistan terhadap pariwisata Indonesia.

Pada konferensi halal tahun ini, PHDA juga mengundang perwakilan dari Dewan Pengawas Syariah Nasional dan Bidang Kerja Sama dan Hubungan Luar Negeri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk berpartisipasi dalam konferensi halal di Lahore.

“Pakistan cukup agresif memasarkan produk halalnya ke dunia internasional dan banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia baik dari segi ekspor maupun impor,” tutur KH. Muhyiddin Junaidi dari MUI.

Turut hadir beberapa tamu undangan dan pembicara selain dari Indonesia seperti Pakistan, Malaysia, Amerika, Rusia, Turki, China, Tajikistan, dan Arab Saudi. Justice Mr. Khalil e-Rahman selaku ketua PHDA menyampaikan apresiasi kepada para tamu asing yang telah menjadi partner kerja sama dan berkontribusi dalam pengembangan industri halal. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY