Papua Terancam Krisis Pemadu Wisata

0
379
Destinasi wisata suku Asmat di Papua (Foto: http://wanderlustaddiction.com)

JAYAPURA, test.test.bisniswisata.co.id: Asosiasi Agen Perjalanan Wisata (Asita) Provinsi Papua mengkhawatirkan provinsi paling timur Indonesia bakal mengalami krisis pemandu wisata di masa mendatang karena regenerasinya relatif lambat.

“Sekarang guide yang ada umurnya sudah di atas 40 tahun, mungkin 10 tahun ke depan kita sudah susah cari pemandu wisata,” ujar Ketua Umum Asita Papua Iwanta Parangin-angin, di Jayapura, seperti dilansir laman Antaranews.com, Rabu (14/09/2016).

Ia mengakui pihaknya kesulitan mencari generasi muda yang ingin tekun belajar menjadi pemandu wisata. “Kita sudah beberapa kali rekrut anak muda untuk jadi pemandu, tapi mereka maunya instan. Padahal mereka perlu belajar dulu,” kata dia.

Iwanta yang akrab disapa Gantang menuturkan ada anggapan pekerjaan sebagai pemandu wisata tidak bisa dijadikan pegengan hidup, namun hal tersebut dibantahnya karena sudah ada banyak bukti yang menunjukan hal sebaliknya.

“Jadi pemandu wisata itu perlu keahlian khusus yang bayarannya tidak murah. Apalagi Papua yang hampir semua turisnya adalah orang asing, mereka selalu mau membayar mahal asal apa yang mereka mau didapatkan,” ujarnya lagi.

Asita sudah meminta kepada pemerintah daerah untuk membuat program pendidikan pemandu wisata, namun hal tersebut belum dapat di realisasikan. “Papua ini punya potensi wisata yang sangat besar. Dengan pembangunan yang sedang gencar-gencarnya, maka sayang kalau 10 tahun lagi banyak turis datang tapi kita tidak lagi punya pemandu wisata. Jangan sampai mereka yang dari daerah lain yang mengambil lahan itu,” katanya lagi. (*/AN)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.