‘Pangkalpinang Travel Mart Harus Jadi Event Yang Berkelanjutan’

0
385

PANGKALPINANG,BANGKA, test.test.bisniswisata.co.id: Pangkalpinang Travel Mart 2015 merupakan langkah awal bagi provinsi Bangka dan Belitung untuk mempromosikan pariwisata daerah dan harus menjadi event yang berkelanjutkan untuk mendekatkan obyek wisata dengan wisatawannya, kata Asnawi Bahar, Ketua Umum DPP Asita, hari ini.

“Kami berharap pemerintah daerah konsisten mendukung upaya yang mempertemukan  para industri wisata dari Babel sebagai seller dengan para pembeli  produk wisata ( buyer ) dari berbagai kota di Indonesia. Pertemuan akan memperkaya paket wisata yang ada dan akhirnya memperpanjang  lama tinggal kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negri,” ungkapnya.

Dia berbicara pada  pembukaan Pangkalpinang Travel Mart yang berlangsung 13-15 Oktober 2015  di rumah dinas  Walikota Bangka yang diwakili Sekda serta para tokoh masyarakat setempat, industri wisata serta pers nasional.

“Lewat Pangkalpinang Travel Mart ini industri wisata dan pemda nanti bisa menentukan target berapa banyak bisa menarik kunjungan wisatawan.Pergerakan wisatawan nusantara tahun ini targetnya mencapai 275 juta orang.Kalau Babel bisa menjaring satu persen wisatawan saja sudah dikunjungi sedikitnya 2,75 juta wisman pertahun. Kunjungan sebesar ini dampak ekonominya besar,” kata Asnawi Bahar.

Sekda Babel Syahrudin yang menggantikan Walikota mengatakan bahwa kegiatan perdana Pangkalpinang Travel Mart akan menjadi agenda rutin dan tahun depan bisa menjaring kunjungan para pelaku usaha dari mancanegara pula.

“Kalau tahun ini pesertanya 30 pelaku usaha maka tagun depan bisa nengundang para buyer dari negara-negara tetangga pula,” ujar Syahrudin.

Sementara itu Emron Pangkapi, tokoh masyarakat Babel dan pembina pemangku adat mengatakan masyarakat Babel memang tidak bisa mengandalkan sepenuhya pada hasil tambang timah yang sudah menipis. Masa depan mata pencaharian mereka dari industri pariwisata karena itu keindahan alam dan lingkungan harus jadi aset utama disamping hospitality yang kuat.

“Banyak paket wisata yang dapat diciptakan bahkan kapal keruk yang sudah tidak terpakai bisa dimanfaatkan menjadi obyek wisata. Kapal-kapal karam jaman dulu telah menjadi diving site yang unik bagi penyelam,” kata Emron yang juga Komisaris PT Timah.

Sebagai pengamat pariwisata Emron mengatakan bahwa memperpanjang lama tinggal wisatawan ke Bangka harus menjadi perhatian kalangan industri wisata karena Belitung dengan popularitas sebagai lokasi pembuatan film Laskar Pelangi sudah lebih populer, ungkapnya.

“Tugas mendekatkan wisatawan dengan obyek wisata harus dilakukan bersama antara pemerintah dan swasta sehingga kalau saat ini misalnya ada 7 pesawat dari Jakarta ke Babel maka lima diantaranya adalah langsung ke Belitung,”.

Untuk menahan lama tinggal wisatawan ke Bangka sebagai ibukota provinsi Babel perlu kreativitas dari pengemasan paket wisata dan tentunya produk unggulan terutama kuliner. Pulau Bangka memiliki keunikan kuliner dari keragaman masakan mulai dari Sumatra utara hingga ujungnya di  Lampung tersedia di sini.

“Dalam hal kuliner, kami tidak kalah dengan popularitas ikan-ikan segar olahan dari Sulawesi Utara. Seafood kami terkenal karena segar dan manis yang kualitasnya harus dipertahankan baik di tingkat warung hingga restoran,”  ujarnya.

Emron juga mengingatkan bahwa wisata ke museun timah, ke tempat wisata baru seperti Bangka Botanical Garden serta ke tempat-tempat wisata peninggalan tempat tinggal Presiden RI pertama Soekarno yang sempat diasingkan ke Bangka juga sangat menarik karena sarat edukasi buat keluarga. (hildasabri@yahoo.com).

 

 

 

 

LEAVE A REPLY