Pameran Pariwisata di Afrika, Pengunjung Diajari Membatik

0
581

TUNISIA, test.test.bisniswisata.co.id: Kedutaan Besar RI di Tunis bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI mengikuti pameran pariwisata terbesar di Afrika Utara Marche Internationale du Tourisme 2016 (MIT) di Le Kram, Tunis, Tunisia, 6-9 April 2016. Tahun 2015, pameran internasional ini dikunjugi 15.000 orang dan target tahun ini naik menjadi 20.000 orang.

Partisipasi Indonesia dalam pameran ini, melalui penyediaan paviliun Indonesia bertema batik yang menampilkan teknik dan demo membatik dengan mengunakan canting sekaligus memberikan kesempatan pada pengunjung mencoba membatik dipandu perajin batik Indonesia, demikian Sekretaris Dua KBRI Tunisia Wida Irvany kepada Antara London, Jumat (08/04/2016).

Antusiasme pengunjung mengikuti demo membatik cukup tinggi terlihat dari pertanyaan seputar jenis motif dan proses pembuatan batik, serta antrian untuk mencoba membatik (canting). Menteri Pariwisata Tunisia Madame Selma Elloumi Rekik yang hadir dalam acara pembukaan serta sejumlah kepala perwakilan asing menyaksikan demo membatik di paviliun Indonesia.

Selain itu, tersedia “Spa Corner” (Sudut Spa) yang memberikan pelayanan cuma-cuma bagi pengunjung dan promosi produk spa, penyediaan konsultasi paket tur/wisata ke sejumlah tujuan wisata bekerja sama dengan operator wisata setempat, dan mencicipi panganan khas nusantara.

Partisipasi Indonesia dalam pameran merupakan salah satu upaya meningkatkan promosi, publikasi dan tingkat kunjungan wisatawan Tunisia ke Indonesia, khususnya pada tahun 2016, serta memperkenalkan potensi pariwisata Indonesia di Afrika Utara.

Target KBRI Tunis dalam pameran pariwisata terbesar di Afrika Utara tersebut bersama dengan sejumlah kegiatan promosi pariwisata terpadu yang dilaksanakan sepanjang tahun 2016 diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Tunisia ke Indonesia sebesar 10 persen pada 2016.

Kunjungan wisatawan asal Tunisia ke Indonesia tercatat mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun yaitu dari 493 pada tahun 2013, menjadi 778 di tahun 2014 dan melonjak menjadi 875 tahun 2015.

Mayoritas wisatawan asal Tunisia yang berkunjung ke Indonesia merupakan pasangan muda yang tergabung dalam paket wisata bulan madu melalui operator wisata setempat dan juga tertarik mengunjungi sejumlah lokasi wisata seperti Bali dan Yogyakarta. Tunisia termasuk negara yang mendapat fasilitas bebas visa kunjungan wisata/budaya ke Indonesia. (*/a)

LEAVE A REPLY