Pameran IIIFP Pertama Digelar di Jakarta

0
568
Esthy Rekho Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata bersama penyelenggara Indonesia International Islamic Fashion and Products (IIIFP) yang berlangsung mulai hari ini di Jakarta Convention Center, Jakarta, hingga (Rabu 9/9 hingga 13/9/15 ). Indonesia International Islamic Fashion and Products (IIIFP) yang berlangsung hari ini di Jakarta Convention Center.

JAKARTA, Bisniswisata.co.i. Kementerian Pariwisata ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia di tahun 2020. Berbagai pameran dan festival busana muslim pun  digelar untuk mendukung program tersebut. Tahun ini dukungan diberikan dengan menggelar Indonesia International Islamic Fashion and Products (IIIFP) yang berlangsung hari ini di Jakarta Convention Center, Jakarta (Rabu 9/9 hingga 13/9/15 ). Kegiatan ini iperkirakan akan menyedot sekitar 20 ribu pengunjung di akhir pekan penyelenggaraannya.

IIIFP tak cuma menampilkan karya-karya perancang busana dari dalam negeri, tapi juga karya desainer mancanegara. Dalam penyelenggaraan IIIFP yang pertama kami mendapatkan partisipasi dari Australia yang mengirimkan empat desainernya,

Dengan tema Ethnic Urbanovative acara yang berlangsung selama lima hari ini bertujuan untuk menggali budaya lokal yang bersifat urban.”Ethnic Urbanovative menggali budaya lokal yang bersifat urban dengan inovasi segar, tidak berlebihan, nyaman dipakai, dan dilihat. Bisa diterapkan di industri,” ujar Wakil Ketua IIIFP, Bati Lestari saat jumpa pers di Jakarta.

Beberapa rangkaian acara digelar untuk mendukung event tersebut, seperti pagelaran busana,workshop, talk show, dan pameran. Dalam pagelaran busana yang digelar 9-10 september 2015 mendatang mendatangkan desainer busana muslim Indonesia dan mancanegara.

Untuk dalam negeri, beberapa diantaranya Dian Pelangi, Ghea Panggabean, Tuty Adib, Itang Yunasz, Malik Moestaram dan masih banyak lagi.Sedangkan dua desainer mancanegara tampil dari Malaysia, serta tiga desainer asal Australia dan Timur Tengah. Bati mengatakan, “Kedutaan Besar Australia memberikan dukungan dengan mengirimkan empat desainer muslim dari negerinya. Mereka adalah Amalina Aman, Eisha Saleh, Hanadi Chehab, dan Howayda Moussas”.

Bersama-sama mereka mengembangkan bisnis busana muslim dengan merek Integrity di Australia. “Kami berharap dengan acara ini, Indonesia bisa menjadi pusat mode busana muslim.  Secara tidak langsung, bergabungnya desainer dari luar menambah wawasan dan ilmu dari desainer kita dan bisa menciptakan lebih banyak desain nantinya,” ujar Bati lebih lanjut.

IIIFP yang tidak dikenakan biaya masuk ini  menghadirkan berbagai busana muslim dari dalam dan luar negeri. Kurang lebih menghadirkan 400 booth pameran yang memberikan pilihan bagi Anda.(evi)

LEAVE A REPLY