Paket Wisata Batam-Bintan Diburu Turis Singapura & Malaysia

0
49
Pulau Abang Batam (Foto: Kemana Sih? - blogger)

BATAM, Bisniswisata.co.id: Program insentif tunai untuk charter flight dan Paket Wisata Terpadu Batam-Bintan disambut baik puluhan industri yang diboyong ke ITB Asia 2017 Singapura. Ratusan buyers potensial langsung menyerbu puluhan stan Indonesia. Semuanya kompak berburu destinasi yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia.

“Getarannya terasa sampai ITB Asia 2017. Sudah tiga tahun saya ikut ITB Asia. Dua tahun pertama sangat sepi, nyaris tidak ada yang mampir ke meja kami. Tapi, pada tahun ketiga [2017], saya sangat kewalahan. Dua hari saja sudah ada 40 lebih buyers yang harus dilayani,” kata Anddy Fong, Chairman Nongsa Sensation Batam Island, mengutip keterangan resminya, Jumat (27/10/2017).

Paket Terpadu Batam dan Bintan dinilai jadi pancingan ampuh dalam memacu jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Pada pameran kali ini, industri digandeng menjadi mitra pemerintah untuk menjual paket dan promosi yang difokuskan saat hari kerja.

Alhasil, harga menjadi turun dan paketnya terlihat menarik mulai dari ferry, hotel, resort, golf, spa, restoran, hiburan. Inilah yang mendorong 895 pembeli potensial ITB Asia penasaran. Semua jadi ingin tahu detailnya. Sekarang, ada Batam dan Bintan di Kepulauan Riau yang sudah masuk radar pembeli dunia.

“Ditambah lagi Desember nanti ada penerbangan langsung dari Korea ke Batam. Ini ada subsidi juga. Prediksi saya, ratusan ribu wisman Korea akan masuk ke Batam pada 2018,” tambahnya.

Christine Besinga, koodinator Paket PWI Terpadu mengungkapkan industri Batam – Bintan semakin bergairah. Bahkan, gairahnya sudah mulai menular ke Singapura dan Johor Baru Malaysia. Dua wilayah negeri tetangga saat ini sudah ikutan menjual paket PWI Terpadu dengan berkolaborasi dengan industri di Indonesia.

“Sudah ada 82 industri yang bergabung. Hotel, restoran, golf course, spa, hotel sampai travel ikut bergabung. Sekarang semuanya sudah menciptakan 250 paket. Semuanya di-bundling dengan jasa layanan ferry dan lifestyle supplier,” terang Christine.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,8 juta sepanjang Januari-Juli 2017. Itu artinya capaian sudah setengah jalan dari target 15 juta kunjungan wisman di 2017 sudah tercapai.

“Periode Januari-Juli 2017 angkanya sudah melewati 7% dari target. Tapi kami masih harus bekerja keras mengejar target 2017,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana.

Sejauh ini, dia menilai capaian kunjungan wisman sesuai dengan prediksi bahkan berpeluang melewati angka pertumbuhan sebelumnya. Maklum, semester kedua biasanya adalah periode tertinggi bagi kedatangan wisman.

“Sekarang Kementerian Keuangan makin mendukung iklim pariwisata. Mereka baru saja mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan Kementerian Pariwisata memberikan insentif tunai ke sektor swasta. Sebelum ini, pemerintah hanya diperbolehkan memberikan dukungan ke swasta melalui program-program,” tambahnya.

Insentif yang diberikan umlahnya mencapai US10 – US$20 per pax. Insentif sebesar itu hanya bisa diberikan kepada charter airlines yang membuka rute baru ke Indonesia. Syaratnya, penumpang menginap minimal empat malam di Indonesia. Selain itu, rutenya juga harus baru dan harus charter flight. “Sudah ada dua maskapai yang diberikan insentif ini. Pertama Citilink. Satunya lagi Sriwijaya. Targetnya tentu inbound,” ucapnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY