Pagelaran Ketoprak “Bangun Majapahit” Dihadiri Presiden Jokowi

0
1008
Kesenian Ketoprak

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Presiden Joko Widodo bersama beberapa menteri juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan akan menyaksikan pertunjukan ketoprak dengan lakon “Bangun Majapahit” di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Kamis (26/11/2015) malam. Dalam lakon ini, akan menampilkan bintang tamu Christine Hakim, Titiek Puspa, Kirun, komedian Marwoto dan Yati Pesek, Dedi ‘Mi’ing’ Gumelar, para seniman Wayang Orang Bharata pimpinan Kenthus Teguh Ampiranto. Juga ada nama pesepakbola Bambang Pamungkas.

“Pertunjukan ketoprak ini tidak memiliki motivasi politik, tapi hanya ingin menyampaikan pesan moral kepada bangsa Indonesia, juga mengusung revolusi mental. Intinya menyampaikan pesan bahwa pada akhirnya kebenaran yang akan menang, gotong-royong dalam jalan kebenaran pasti akan membuahkan hasil,” papar Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan, Andreas Hugo Pareira, di TIM Jakarta.

Menurut dia, pesan moral tersebut adalah negara harus dibangun oleh bangsanya secara benar dan untuk kepentingan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kisah pendirian Majapahit menjadi contoh inspiratif bagaimana keyakinan akan kebenaran yang disertai kebersamaan bisa membuahkan hasil nyata. “Itu yang patut menjadi inspirasi dalam konteks bagaimana kita melihat bagaimana membangun Majapahit pada saat itu,” lontarnya.

Ketua Panitia Pertunjukan, Tuti Roosdiono, menjelaskan, pertunjukan ketoprak “Bangun Majapahit” ini sasarannya untuk menggugah semangat bangsa Indonesia saat ini dengan merefleksi kehidupan masyarakat pada masa Kerajaan Majapahit yang memiliki etos kerja tinggi dan loyal pada negara.

Melalui pertunjukan ini, kata Tuti, harapannya para penonton dapat memetik pesan moral dan etika melalui lakon yang dimainkan. “Pesan moral ini mungkin relevan dengan visi Presiden Joko Widodo soal revolusi mental, yang sebelumnya sudah sejak lama diwacanakan oleh Bung Karno,” katanya.

Sutradara, Teguh Ampiranto atau Kenthus, mengatakan lakon “Bangun Majapahit” ini terinspirasi dari kisar Raden Widjaya yang mendirikan Kerajaan Majapahit, yang mengajak sekelompok pemuda yakni Ranggalawe dan teman-temannya untuk memiliki semangat kebersamaan dan loyal kepada negaranya.

Raden Wijaya dan para pemuda tersebut, berhasil membabat hutan dan membangun Kerajaan Majapahit. “Melalui lakon ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa dalam membangun cita-cita bangsa itu tidak mudah, tapi memerlukan tekad kuat, kebersamaan tinggi, dan nasionalisme tinggi,” katanya.

Tak mudah bagi Raden Wijaya saat mendirikan Majapahit yang akhirnya mampu menguasai Nusantara. Memang ada tantangan, cercaan dan ancaman pembunuhan yang harus dihadapi Raden Wijaya saat mendirikan Majapahit. “Tetapi karena keinginan kuat untuk mengembalikan kejayaan Singosari, maka dengan ketekunan dan mental yang sangat kuat, Raden Wijaya bisa membangun Majapahit,” tutur Kenthus.

Seniman asal Yogyakarta, Butet Kertaradjasa yang akan ikut tampil dalam pertunjukan ketoprak itu mengatakan, pergelaran tersebut merupakan cara menghayati keindonesiaan. Dan membicarakan Majapahit berarti tak bisa lepas dari pementasan itu adalah jalan kebudayaan untuk menjadi Indonesia. “Kalau bicara Majapahit, yang akan melekat adalah soal nasionalisme. Inilah jalan kebudayaan untuk menjadi Indonesia,” kata Butet. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.