OnTA, Aplikasi Wisata Pertama Pelaku Pariwisata Indonesia

0
825
Peluncuran OnTA dan Skyroam

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Pelaku pariwisata Indonesia melakukan inovasi di era teknologi digital, dengan membuat aplikasi wisata pertama berlabel OnTA atau Online Travel Assistant. Kehadiran OnTA ini fokus kepada pusat informasi berkaitan traveling, aktivitas wisatawan, kuliner, dan dunia pariwisata.

“OnTA merupakan media sosial para insan pariwisata, pemandu wisata, restoran, hotel atau pelaku industri pariwisata berbagi atau sharing tentang pengalaman mereka melalui unggahan foto, video ataupun cerita tentang daerah wisata yang dikunjungi baik nusantara maupun penjuru dunia,” papar Chief Executive Officer OnTa, Pieter K. Senkey saat peluncuran OnTA di Jakarta, Rabu (16/08/2017).

Dijelaskan, aplikasi OnTA tersedia di GooglePlay sejak 03 Agustus 2017. Hingga kini diunggah lebih dari 1.000 orang. Dalam tempo satu tahun ini bisa di download sekitar 700.000 hingga 1 juta orang. “Memang untuk sementara melalui android karena belum ada investor masuk, karena lahirnya OnTA masih dana urunan pegiat pariwisata Indonesia. Jadi aplikasi ini murni buatan lokal Indonesia,” jelasnya.

Pasar yang menjadi target adalah kawula muda dari usia 13 tahun- 55 tahun, yang sering menggunakan smartphone untuk mencari informasi, mengekspredisikan diri, dan menceritakan terkait pariwisata Indonesia. “Jadi, untuk mencari tempat destinasi yang menarik, tempat kuliner yang enak, mereka bisa sharing di OnTA,” tambahnya.

Pieter melanjutkan, yang membedakan aplikasi OnTA dengan aplikasi lainnya, OnTA tidak memberikan layanan jualan langsung dengan pengguna. OnTA fokus kepada pusat informasi berkaitan dunia traveling dan wisatawan. Sasarannya para pelancong, pemandu wisata, para tour leader dan dan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di bidang pariwisata.

Pengguna juga dapat mengunggah foto maupun vidio ke dalam aplikasi ini. Fitur di aplikasi OnTA bersifat bantuan kepada setiap pelancong maupun pelaku usaha pariwisata untuk saling berbagi informasi, aktifitas, memantau lokasi para anggota. Juga membuat kelompok atau bergabung dengan kelompok publik maupun tertutup yang sudah dibuat anggota lain.

Selain itu, ada terdapat fitur peta yang dapat menampilkan lokais terkini bagi para anggota terdekat. Fitur ini juga dapat digunakan untuk melihat lokasi anggota group atau membuat grup private.

“Pengguna dapat chatting antar sesama member tanpa harus meninggalkan aplikasi OnTA. Bahkan Onta menyediakan penghubung ke aplikasi dan situs yang mungkin diperlukan oleh member seperti booking.com, tiket.com, dan agoda.com,” lontarnya.

Pada akhir tahun OnTa akan akan meluncurkan aplikasi ke dalam versi iOS guna memperluas jaringan. Pieter juga berambisi agar aplikasi Onta agar dapat digunakan bagi turis dari luar negeri. Saat ini Onta sudah diunggah orang dari India, Korea, dan Malaysia.

“Harapan kami OnTA sebagai The World Travel Community yang menjadi sebuah aplikasi komunitas satu-satunya di dunia, tentunya diharapkan dapat membantu para pelaku industri pariwisata sekaligus untuk mempromosikan obyek wisata dalam negeri maupun luar negeri,” sambungnya.

Selain peluncuran OnTA juga diluncurkan Skyroam Indonesia. Sebuah perangkat router yang memudahkan wisatawan mengakses internet tanpa membeli sim card lokal ketika bepergian ke luar negeri. Aplikasi ini sudah dikembangkan di Silicon Valley, Amerika Serikat pada 2009.

Saat ini, Skyroam mencakup 100 negara yang tersebar di benua Amerika, Asia, Eropa, South Pasifik, dan Afrika. Sistemnya pengguna mendapatkan akses internet melalui wireless unlimited. Namun setelah mengakses internet 50 mb dalam 24 jam, kecepatannya akan menurun.

Fasilitas ini dipatok mulai Rp 85.000 untuk kawasan Asia dan Rp 110.000 untuk kawasan Global. Harga tersebut berlaku dalam 24 jam penggunaan atau 1 day pass. Pada saat pemakaian, skyroam dapat digunakan untuk lima gawai baik telepon pintar maupun komputer.

“Kini perangkat skyroam masih disewakan. Targetnya semester II 2018 dapat dijual secara komersil kepada masyarakat Indonesia. Pada semester I 2017 Skyroam telah dipakai sebanyak 1.200 day pass,” ungkap Chief Executiv Officer Skyroam Indonesia Partner Chandra Hisani

Saat ini, Skyriam masih fokus kepada branding bagi pelancong dan agen travel, selanjutnya ia akan membidik para pelaku ritel. Hal ini guna mencapai target 2.500 day pass setiap bulan pasca peluncuran Skyroam.

Agar dapat mencapai target tersebut, Chandra akan memperluas jaringan Skyroam di Indonesia. Pihaknya juga telah menyiapkan call center guna meningkatkan pelayanan. Saat ini sudah terdapat 10 jaringan Skyroam yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Surabaya.

Skyroam sendiri sudah ada di Indonesia sejak Agustus 2016. Saat ini skyroam telah didukung oleh kecepatan jaringan internet 4G. Chandra memaparkan Skyroam tidak terbentur oleh batas negara maupun perbedaan waktu. “Walaupun ada perbedaan waktu, sistemnya tetap 24 jam sejak diaktifkan,” tambah Chandra.

Turut memperingati Kemerdekaan Indonesia yang ke-72, Chandra menyatakan setiap I day pass Skyroam akan disumbangkan Rp 1.000 untuk anak-anak Indonesia yang berada di daerah terpencil guna memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik. Dana akan diakumulasi semenjak 17 Agustus 2017 hingga 17 Agustus 2018. (NDIK)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.