Kebijakan Baru Visa Saudi, Omrati Optimistis Bisa Lebih Banyak Jaring Jemaah Indonesia Ke Tanah Suci

0
531

Hanif F khalifa, Executive Manager Omrati Tours & Wholeseller di depan booth ajang Umroh & Hajj Tourism Fair yang berlangsung 26-27 Oktober 2017 di hotel Raffles, Jakarta. ( foto: Hilda Ansariah Sabri).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kalangan industri pariwisata Saudi Arabia peserta Umrah, Hajj & International Tourism Fair 2016 di Hotel Raffles, optimistis masyarakat Indonesia yang melaksanakan Umroh dan Haji akan tetap tinggi meski ada kebijakan baru naiknya tarif visa.

“Dengan mayoritas muslim di Indonesia yang mencapai 250 jutaan, kami yakin tidak ada yang pernah berhenti untuk berangkat pergi haji dan umroh. Meski ada kenaikan tarif visa tetap selalu ada yang baru pertama kali umroh,” kata Hani F Khalifa, Executive Manager Omrati Tours dan wholeseller hotel dari Saudi Arabia.

Pasalnya, berdasarkan keputusan Pemerintah Arab Saudi yang baru biaya visa sekali masuk atau one-time entry visa untuk umum dan jemaah umroh dan haji yang tiga tahun kebelakang telah melaksanakan ibadah itu ditetapkan sebesar 2 ribu riyal atau Rp 6,9 juta.

Namun bagi jemaah yang baru pertama kali melakukan ibadah haji maupun umrah, biaya tersebut akan ditanggung otoritas Saudi alias tidak dipungut biaya. “Kebijakan baru mungkin berpengaruh untuk musim umroh akhir Desember 2016 ini tapi selanjutnya di 2017 kami oprimistis selalu dapat tamu Indonesia,” kata Hani F Khakifa.

Pasalnya jemaah Indonesia adalah tipe repeater guest yang mampu untuk datang setiap tahun dan kembali melaksanakan ibadah umroh bahkan haji sehingga tidak sensitif dengan kenaikan harga, kata pria yang sudah lima kali hadir di pameran Umroh dan Haji yang di selenggarakan Perfect Event, sebuah Event Organizer dari Arab Saudi.

“Kami menjual sedikitnya 21.000 rooms night hotel bintang lima untuk jemaah Indonesia yang umroh dan haji yaitu di hotel Elaf Kinda, Swissotel, Fairmont , Marriott, Al Marwa Rotana, hotel Dar Al Tawheed dan Hyatt Regency,” ungkapnya.

Hanif mengatakan sebagai wholeseller untuk 500 kamar hotel bintang lima khususnya di Mekkah maka jemaah Indonesia merupakan pasar ketiga terbesar setelah Afrika Selatan dan Mesir.

Pria asal Mesir yang memiliki bisnis penunjang yaitu Omrati Tours ini juga menunjuk Hescho, Indonesia pimpinan Ira Isalaura untuk memasarkan kamar hotel dan paket umroh plus Mesir untuk napak tilas jejak Rasul di Mesir.

“Baru pada keikutsertaan di event B to B yang ke 8 kali ini kami memasarkan paket perjalanan Umroh Plus. Untuk biro perjalanan kami memiliki dua brand yaitu Omrati Tours dan Seahorse Travel dengan cabang di Ajman, UAE dan Cairo, Mesir. Kami juga melayani program turis diluar umroh dan haji,”

Biro perjalanan wisatanya juga melayani pengurusan visa dan perwakilan dari sejumlah hotel di Cairo, Sharm El Sheikh, Hurghada, Luxor, Aswan. Selain juga membuat paket tour ke Dubai, Turki, Perancis dan Jerman.

Menurut Hanif pihaknya fokus menggarap pasar Indonesia karena orang Indonesia punya daya beli yang tinggi dan menjunjung tinggi bisnis kepercayaan. “ Artinya kalau kita bisa menjamin pelayanan yang terbaik maka dari satu orang yang kita layani maka seluruh keluarga besarnya akan memakai jasa kami,” tandas Hanif F Khalifa.

Dia yakin dalam dua hari tourism fair yang berlangsung 26-27 Oktober 2016 ini bisa menjual kamar-kamar hotel bintang lima dan paket tour dari dua brand tour yang dimiliki perusahaannya.

Sementara itu H.Yanuardi, Komisaris Utama PT Alba Mumtaz Anugrah, perusahaan yang menangani umroh dan haji dari Indinesia, mengatakan event ini merupakan pertemuan yang tepat bagi para pemilik hotel dan biro perjalanan wisata (travel agent) di Saudi Arabia dan negara-negara Timur Tengah lainnya untuk bertemu mitranya di Indonesia.

“ Hari ini kami jumpa dengan mitra-mitra bisnis dari Arab Saudi dan Timur Tengah karena para seller (penjual) bukan hanya dari Arab Saudi.  Event tahunan ini kami manfaatkan untuk silaturahim dan memperbaharui kesepakatan bisnis untuk 2017,” kata H. Yanuardi, Lc, M.Pd, CsHt, CHt.

Tahun 2916 pihaknya memberangkatkan sedikitnya 3000 jemaah umroh dan haji dan tahun depan targetnya bisa memberangkatkan 5000 jemaah Indonesia untuk beribadah ke Tanah Suci. (Hilda Ansariah Sabri).

 

LEAVE A REPLY