Okupansi Hotel Kota Bogor Merosot hingga 70 Persen

0
853

BOGOR, BISNISWISATA.CO.ID: Januari – Februari 2015, tingkat hunian kamar (okupansi) hotel di Kota Bogor, Jawa Barat merosot hingga 70 persen menjadi 24,6 persen. Padahal periode yang sama tahun 2014, okupansi di kota hujan itu mencapai 67 persen.

“Penurunan ini akibat pemberlakuan pelarangan instansi pemerintah menggelar kegiatan di hotel, tingkat hunian hotel berbintang di Kota Bogor turun drastis. Sebagai salah satu kota tujuan MICE (meeting, incentive,convention, and exhibition), bisnis perhotelan di Bogor terkena dampak langsung,” papar Direktur dan General Manager Corporate Padjadjaran Suites Hotels Indonesia (PSHI) Group Aan Kristiawan saat client gathering di Bogor.

Bukan hanya regional Kota Bogor, lanjut dia, penurunan okupansi juga menimpa unit – unit hotel yang beroperasi, termasuk dua hotel milik PSHI Group. Kedua hotel tersebut adalah Padjadjaran Suites Hotel and Conference dan Padjadjaran Suites Resort and Convention.

Aan menjelaskan, pada periode Januari – Februari 2014, okupansi masing – masing hotel berada di angka 70 persen. “Namun pada periode sama tahun ini, turun menjadi 35 persen,” tegas Aan seperti diunduh laman Beritasatu.com, Selasa (24/2/2015).

Penurunan tersebut, lanjut dia, dipengaruhi secara signifikan oleh pelarangan PNS dan instansi pemerintah berkegiatan di hotel. Kebijakan ini memukul hotel – hotel yang beroperasi di kawasan bisnis dan pariwisata. Kota – kota tersebut selama ini menjadi daerah tujuan MICE. Di Jawa Barat, kota – kota bisnis yang terpukul oleh kebijakan itu diantaranya Bandung, Bekasi, dan Bogor. “Di kota-kota ini, 80 persen pasar hotel berasal dari pemeritahan,” ujar Aan.

Hotel – hotel di kawasan industri, tidak terpengaruh secara drastis. “Hotel-hotel di kawasan industri Karawang, misalnya, okupansinya masih 68 persen. Pasar pemerintahan di kawasan industri memang ikut hilang. Tapi, di kawasan ini masih ada pasar dari korporasi dan pabrik,” jelas dia. ****

LEAVE A REPLY