Oktober 2017, Kunjungan Wisman Turun Akibat Gunung Agung

0
49

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Oktober 2017 mengalami penurunan sekitar 4,54%, month-to-month. Dari 1,21 juta orang pada September 2017 menjadi 1,15 juta orang pada bulan Oktober 2015. Merosotnya itu, salah satu penyebabnya yakni erupsi Gunung Agung di Bali beberapa waktu belakangan.

“Penurunan month to month itu lebih banyak disebabkan dengan adanya penurunan jumlah wisman yang masuk ke Bandara Internasional Ngurah Rai Bali mencapai 15,99% menjadi 462.263. Sumbernya ya erupsi Gunung Agung,” ungkap Kepala BPS Suhariyanto kepada wartawan saat di konferensi pers bulanan di Gedung BPS Jakarta, Senin (4/12/2017).

Meski kedatangan turis asing ke Bali menurun, sambung dia, beberapa pintu masuk utama yang salah satunya di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado justru mengalami kenaikan tertinggi 21,9% pada periode yang sama (mtm).

Apabila dibandingkan dari tahun ke tahun (yoy), jumlah kunjungan wisman yang datang melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado melesat 102,77% menjadi 7,69 juta pada Oktober tahun ini. “Kenaikan ini disebabkan adanya pembukaan rute-rute baru dari China ke Manado,” tukasnya.

Bahkan wisman yang mayoritas masuk dari 19 pintu utama mencapai 10,01 juta kunjungan dan kunjungan wisman di luar 19 pintu utama sebanyak 1,61 juta kunjungan. “Jumlah kunjungan wisman melalui 19 pintu utama mengalami penurunan sebesar 9,78% jika dibandingkan dengan September 2017,” terangnya.

Menurutnya, penurunan ini terjadi di sebagian besar pintu masuk utama dengan presentase tertinggi terjadi di pintu masuk Entikong, kalimantan Barat sebesar 49,07% dan Ngurai Rai, Bali sebesar 15,99%. Sementara, penurunan terkecil terjadi di Soekarno Hatta sebesar 1,70%. “Penurunan kunjungan wisman di ke Bali diakibatkan meletusnya gunung agung,” kata Suhariyanto.

Dari 1,16 juta kunjungan wisman ke Indonesia, turis asal China mendominasi dengan kontribusi 14,47%, diikuti oleh Singapura 9,82%, Malaysia 9,78%, Australia 8,73%, dan Jepang 3,70%.

Dilanjutkan, secara kumulatif year on year, jumlah pelancong asing melancong ke Indonesia mengalami grafik kenaikan 11,62% menjadi 11,62 juta jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Juga realisasi kunjungan wisman sepanjang Januari-Oktober 2017 mencapai 11,62 juta atau naik 23,55%.

Sementara pergerakan jumlah wisman dari 2014 hingga 2017 mengalami kenaikan sekitar 23,55%. Pada 2014 jumlah wisman sekitar 9,4 juta, 2015 meningkat jadi 10,2 juta dan 2016 menjadi 11,6 juta. “Kita berupaya terus meningkatkan jumlah wisman, karena wisata di Indonesia banyak sekali,” tandasnya.

Angkutan Kereta Api

BPS juga merekam jumlah penumpang kereta api di Jawa dan Sumatera yang berangkat pada Oktober 2017 sebanyak 35,1 juta orang atau naik 7,91% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. “Dari jumlah tersebut sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek (KRL) sebanyak 28,8 juta orang,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto

Peningkatan jumlah penumpang terjadi di wilayah Jabodetabek sebesar 9,97%. Sebaliknya wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera masing-masing turun 0,52% dan 0,87%. “Rute baru KRL Jakarta Kota-Cikarang mempengaruhi peningkatan jumlah penumpang kereta api di Jabodetabek,” terangnya.

Secara komulatif, jumlah penumpang kereta api selama Januari-Oktober 2017 mencapai 322,1 juta orang atau naik 11,08% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016. “Kenaikan jumlah penumpang terjadi di semua wilayah Jabodetabek, Jawa non-Jabodetabek, dan Sumatera,” kata Suhariyanto.

Jumlah barang yang diangkut kereta api pada Oktober 2017 sebanyak 4,1 juta ton. Sebagian barang yang diangkut tersebut tercatat di wilayah Sumatera sebanyak 2,9 juta ton.

Selama perioden Januari-Oktober 2017, jumlah barang yang diangkut kereta api mencapau 35,6 juta ton atau naik 23,69% dibandingkan periode yang sama tahun 2016. “Peningkatan terjadi di wilayah Jawa non-Jabodetabek dan Sumatera masing-masing sebesar 14,11% dan 27,99%,” tutupnya.

Angkutan Laut

Sementara, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri dalam periode sepuluh bulan 2017 mencapai 14,2 juta orang atau aik 13,43% secara tahunan. Pelabuhan Tanjung Perak menjadi embarkasi dengan kinerja terbaik dibandingkan dengan empat pelabuhan lainnya.

Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri per Oktober 2017 secara bulanan naik 1,36% menjadi 1,5 juta. Jumlah penumpang tercatat mengalami kenaikan di Pelabuhan Balikpapan sebesar 1,82%, sedangkan di empat pelabuhan lainnya tercatat turun.

Bila ditilik dalam periode Januari-Oktober 2017, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya mencetak kenaikan jumlah penumpang domestik 5,26%. Sementara itu, jumlah penumpang di Pelabuhan Balikpapan, Makassar, Tanjung Priok, dan Belawan turun masing-masing sebesar 18,5%, 14,22%, 11,25%, dan 0,79%.

Di sisi lain, jumlah barang yang diangkut menggunakan moda transportasi laut mencapai 215,7 juta ton selama Januari-Oktober 2017 atau naik 1,28% secara tahunan. Barang yang diangkut di Pelabuhan Makassar dan Balikpapan masing-masing naik sebesar 4,12% dan 2,84%. Sementara itu, jumlah barang yang diangkut di Pelabuhan Tanjung Perak, Tanjung Priok, dan Panjang masing-masing turun 1,17%, 1,07%, dan 0,54%. (NDIK)

LEAVE A REPLY