OJK Akan Gelar Acara Keuangan Mikro di Indramayu dan Jakarta

0
567

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Dari hasil survei nasional literasi keuangan yang diselenggarakan OJK pada tahun 2013 di 20 provinsi dengan jumlah responden 8.000 orang menyebutkan tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia baru sebesar 21,8% dengan tingkat inklusi sebesar 59,7%.

Adapun indeks literasi masyarakat golongan C,D, dan E (masyarakat berpenghasilan rendah atau income) sebesar 18,71%.

Hasil survei menunjukkan rasio masyarakat yang menggunakan produk dan jasa keuangan dinilai masih relative rendah sehingga masih terdapat potensi yang tinggi untuk meningkatkan penggunaan produk dan jasa keuangan.

Tingkat inklusi produk dan jasa keuangan perbankan 57,28 %, asuransi 11,81%, pembiayaan 6,33%, pegadaian 5,04%, dana pension 1,53%, dan pasar modal 0,11%,

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI), yakni dengan strategi edukasi dan kampanye nasional literasi keuangan.

Untuk menyosialisasikan berbagai produk keuangan mikro yang dimiliki Lembaga Jasa Keuangan (LJK), pada 20-21 Desember 2014 mendatang akan digelar “Pasar Keuangan Rakyat” di Jakarta International Expo (JIExpo).

“Kegiatan ini akan melibatkan 244 LJK dari berbagai sector indusri keuangan, yakni perbankan, pasar modal, asuransi, pembiayaan, dana pension, dan juga pegadaian,” ujar Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S Soetiono di Jakarta, Minggu (14/12/14).

Berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan diantaranya penyelenggaraan transaksi Layanan Keuangan Mikro, edukasi keuangan, serta pemberian insentif seperti diskon pembelian produk dan jasa keuangan mikro bagi masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan kepedulian masyarakat akan produk dan jasa keuangan akan semakin meningkat. Kami juga menghadirkan tiga ‘Warung Kreatif’ misalnya warung ibu cerdas yang akan mengedukasi masyarakat tentang produk dan jasa keuangan bagi masyarakat mikro,” ungkapnya.

Tidak hanya itu menurut perempuan yang disapa Titu ini, pihaknya juga menyediakan tempat untuk berkonsultasi tentang bagaimana memadukan penerimaan dan pengeluaran dengan baik, dan juga pemberdayaan untuk menjadi entrepreneur di kalangan mikro.

Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad menjelaskan, “Kami telah melakukan edukasi keuangan di 24 kota dan empat negara yang menggalang partisipasi 1.195 ibu rumah tangga, 1.146 pelaku UMKM, 2.910 pelajar/mahasiswa/guru, 1.588 tenanga kerja Indonesia di luar negeri, dan 4.577 masyarkat umum”.

“Selain itu pada Kamis (18/12/14) kami bekerjasama dengan LJK akan menggelar peluncuran Layanan Keuangan Mikro di Desa Karangsong Kabupaten Indramayu, Jawa Barat,” ungkapnya.

Desa Karangsong menurutnya merupakan salah satu wilayah yang memiliki jumlah kampung nelayan terbesar di wilayah Pantura, Jawa Barat dan dianggap mewakili basis pertumbuhan ekonomi mikro.

“Di desa ini semakin banyak nelayan yang mampu membangun kapal penangkap ikan dengan ukuran di atas 10 gross ton (GT). Diharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan sistem layanan keuangan kepada masyarakat golongan menengah bawah, khususnya nelayan dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Muliaman menambahkan, “Berbagai produk layanan keuangan mikro antara lain, tabungan tanpa biaya administrasi, asuransi mikro dengan nilai premi di bawah Rp50.000, reksa dana mikro yang nilai awal investasinya Rp100.000, dan pembiayaan investasi logam mulia dengan cicilan ringan”. (evi)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.