Obyek Wisata Pelabuhan Sunda Kelapa Perlu Dibenahi

0
1186

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Obyek wisata Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus). Terbukti, kunjungan wisatawan terus mengalir setiap harinya. Bahkan saat weekend, wisatawan Belanda yang kerap menyambanginya.

“Kalau weekend, hari libur biasanya dua tiga rombongan bus besar yang datang, umumnya dari Belanda. Hari biasa wisatawan Indonesia dan pelajar sekolah yang paling banyak. Jadi kunjungan wisatawan ke Pelabuhan Sunda Kelapa sangat bagus,” papar H Sudirman Abdullah SE, Ketua DPP Persatuan Pengusaha Pelayaran Rakyat (PELRA) kepada test.test.bisniswisata.co.id saat diskusi publik Intitut Keamanan & Keselamatan Maritim Indonesia (IK2MI) di Jakarta, Kamis (26/3/2015).

Sulaiman menjelaskan, umumnya wisatawan yang datang ke Pelabuhan Sunda Kelapa, karena menilai pelabuhan ini yang tertua di Indonesia, yang lokasinya di pinggiran Jakarta. Pelabuhan Sunda Kelapa ini juga objek wisata yang bisa dikatakan mempunyai 2 manfaat didalamnya, yaitu tempat untuk berlibur juga sebagai objek wisata sejarah.

Sunda Kelapa, lanjut dia, ialah pelabuhan paling penting dimasa Kerajaan Sunda. Pelabuhan ini sempat menjadi perebutan antara Kerajaan Sunda dengan kolonial dari Eropa karena letaknya yang sangat strategis sebagai pelabuhan yang ramai disinggahi oleh para pedagang dari berbagai negara. Dulunya, Pelabuhan Sunda Kelapa juga merupakan pusat perdagangan rempah-rempah terbesar di Asia Tenggara bahkan di Benua Asia.

Sejak abad ke-5 hingga abad ke-20 nama Pelabuhan Sunda Kelapa sering berganti-ganti. Namun akhirnya, pada masa Orde Baru pelabuhan ini kembali menggunakan nama Pelabuhan Sunda Kelapa.

Menurutnya, Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan tempat berlabuhnya kapal-kapal besar tradisional dan terbuat dari kayu yang bersandar, juga menemukan banyaknya kapal kayu yang berlabuh dan berlalu-lalang.

“Walaupun sebuah pelabuhan, namun para wisatawan yang berkunjung kesini akan diberikan suguhan pemandangan yang indah dan menarik. Objek wisata Pelabuhan Sunda Kelapa ini dapat memberikan kesan dan nuansa yang berbeda dibandingkan dengan objek wisata yang lainnya yakni kental dengan nuansa dan pernik tempo dulu, juga aktifitas pekerjanya yang masih tradisional, sehingga disukai wisatawan asing,” ungkap Sulaiman.

Sulaiman menjelaskan, para wisatawan yang datang akan disuguhi pemandangan berupa kegagahan Kapal Phinisi atau Bugis Schooner. Kapal Phinisi merupakan salah satu bukti sejarah dari cikal bakal terbentuknya Kota Jakarta disamping dari desa-desa yang berada di sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa sendiri. Kapal ini memiliki keunikan dan ciri khasnya yaitu pada salah satu ujungnya terlihat meruncing, juga adanya corak yang berwarna warni dibagian dinding kapalnya.

Selain itu, tak jauh dari Pelabuhan Sunda Kelapa terdapat bangunan atau gedung-gedung peninggalan sejarah yang berarsitektur indah dan mempunyai ciri khas yang kental dengan nuansa masa lampau seperti Museum Bahari. Museum tersebut menampilkan berbagai macam hal yang berkaitan dengan dunia kemaritiman Indonesia pada masa silam seperti replika dari kapal-kapal dan peralatan yang digunakan, gambar-gambar atau foto-foto yang menggambarkan suasana pelabuhan di masa lampau.

Juga Peninggalan sejarah lainnya yang tidak kalah penting dan menarik yaitu bangunan yang merupakan bekas galangan kapal hingga gedung-gedung peninggalan VOC pada zamannya. Bangunan ini masih dipertahankan dalam bentuk arsitektur aslinya. Dulunya bangunan ini digunakan untuk memperbaiki kapal-kapal yang rusak.

“Para wisatawan yang datang kesini akan disuguhi pemandangan panorama keindahan pelabuhan dikala matahari terbenam (sunset) yang terjadi pada sore hari. Kebanyakan para wisatawan menunggu momen ini,” tambahnya.

Dikala sunset datang, akan banyak para wistawan yang memotret untuk mengabadikan momen tersebut atau hanya untuk melihat keindahan dikala matahari terbenam. Selain itu, disini juga para wisatawan bisa melihat aktivitas pembongkaran berbagai hasil bumi di Indonesia seperti bongkar muat kayu, rotan, kopra, dan hasil bumi lainnya dengan cara-cara yang masih tradisional.

Pelabuhan Sunda Kelapa yang mempunyai luas daratan 760 hektar serta luas perairannya mencapai16.470 hektar berada di
ujung sebelah utara Kota Jakarta yaitu daerah Jakarta Utara, tepatnya di Jalan Baruna Raya, Kelurahan Penjaringan,
Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara.

Pelabuhan Sunda Kelapa tidak jauh dari kawasan bersejarah lainnya yaitu Kota Tua Jakarta. Pelabuhan inipun tidak kalah strategisnya dengan objek-objek wisata yang lainnya karena berdekatan dengan pusat perdagangan terkenal di Kota Jakarta seperti Pasar Glodok, Mangga Dua dan lainnya.

“Kami meminta perhatian kepada Pemerintah Propinsi DKI Jakarta untuk memberikan perhatian serius pembenahan infrastruktur di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa. Seperti jalan diperbaiki, lapangan parkir, toilet bersih bagi wisatawan, tempat berteduh bagi wisatawan, pusat informasi pariwisata Sunda Kelapa sehingga wisatawan terus berdatangan ke kawasan wisata ini,” lontar Sulaiman. (endy)

LEAVE A REPLY