Obyek Wisata Melimpah, Payakumbuh Butuh Bandara

0
1900
Lapangan terbang (ilustrasi)

PAYAKUMBUH, test.test.bisniswisata.co.id: OBYEK wisata Payakumbuh memang melimpah. Bahkan, destinasi wisatanya sangat atraktif, bervariasi dan tak membosankan. Sayangnya, tingkat kunjungan wisatawan sangat minim. Minim sekali. Dan paling banyak turis lokal, sementara nasional dan internasional hanya bisa dihitung jari.

“Salah satu penyebab rendahnya kunjungan wisatawan ke Payakumbuh akibat transportasi yang jauh. Wisatawan yang datang ke Sumatera Barat selalu lewat bandara di Padang, yang jaraknya butuh waktu 4-5 jam jam perjalanan ke Payakumbuh sehingga wisatawan sudah capai di jalan dan waktu tempuh ini tak efektif bagi turis,” papar Walikota Payakumbuh Riza Falepi saat berbincang dengan test.test.bisniswisata.co.id di Payakumbuh, belum lama ini.

Karenanya jika ingin memajukan pariwisata, lanjut Riza, solusinya hanya ada bandara di Payakumbuh. “Ini yang terus saya upayakan. bagi saya untuk Payakumbuh, apa yang tidak saya lakukan? Saya berniat membangun kampung halaman saya dengan sekuat tenaga dan pikiran. Jikapun tidak jadi walikota, saya akan wujudkan Payakumbuh yang maju dan modern,” lontarnya.

Dijelaskan, untuk membangun bandara, Payakumbuh menggandeng Kabupetan Limapuluh Kota. Mengingat, lokasi bandara berada di dekat Limapuluh KOta yang nantinya juga akan merasakan manfaat terhadap kebaradaan bandara ini.

Ada tiga opsi lokasi, yakni Tanjuang Anau Talawi, Tanjung Balik Pangkalan, dan Kubang Balambak, Mungka. Dua lokasi terakhir memang berada di kawasan Limapuluh Kota. Ketiga lokasini ini sangat lurus, cocok, dan lapang untuk lapangan terbang, papar alumni ITB.

Diakuinya, selaku pimpinan di Payakumbuh harus punya mimpi. Mimpinya, Payakumbuh maju dengan insfrastruktur dan pembangunan di mana-mana. Sebagai pertimbangan, agar investasi meluncur maju ke Payakumbuh, dan pariwisata meningkat ya harus dibangun bandara.

”Tinggal bantu anggaran Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan serta penggantian tanah. Jika tidak bisa, cukup FS saja. Saya akan mencari jalan untuk penggantian lahan,” sambungnya.

Ditambahkan, keberadaan Bandara merupakan alasan mendasar bagi investor untuk menanamkan modalnya di Payakumbuh. Juga mendongkrak kunjungan wisatawan. Dan Kota Payakumbuh harus berkembang. “Jadi kalau mau berubah, harus ada lompatan. Masyarakat, harus mendukung secara moral. Apalagi Payakumbuh daerah aman bencana,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Payakumbuh Syahnadel Khaeri menambahkan Payakumbuh merupakan kota terluas ketiga di Sumatera Barat, yang letaknya di daerah dataran tinggi dari Bukit Barisan. Berada pada hamparan kaki Gunung Sago, bentang alam kota ini memiliki ketinggian yang bervariasi.

Payakumbuh berjarak sekitar 30 km dari Kota Bukittinggi atau 120 km dari Kota Padang dan 188 km dari Kota Pekanbaru. Kota Payakumbuh dikenal memiliki makanan khas di antaranya botiah dan galamai, selain itu terdapat juga makanan khas lainnya seperti boreh rondang, kipang, rondang boluk, rondang tolua dan martabak tolua.

Pada nagari Tiakar dikenal makanan khasnya bernama paniaram yaitu kue dari beras ketan di campur gula enau. Kota Payakumbuh juga memiliki daerah-daerah wisata yang sudah terkenal dikalangan masyarakat.

Objek wisata alam di Payakumbuh Sumatera Barat yang sangat eksotis dan beragam keindahannya. Langsung saja beberapa objek wisata yang terdapat di Payakumbuh Sumatera Barat:

01. Rumah Gadang Sungai Beringin

Rumah Gadang ini, rumah adat minang yang ada di Payakumbuh dan menjadi wisata favorit para wisatawan. Objek wisata ini di Nagarai Sungai Beringin, tepatnya di nagari Sungai Beringin. Disekitar lokasi wisata ada tempat belanja oleh-oleh kue khas Sumatera Barat.

02. Lembah Harau

Lembah harau ini merupakan lembah dengan tebing yang reliefnya terbentuk secara alami dan sangat terjal dan curam, sehingga sangat cocok menjadi sarana olahraga panjat tebing. Juga ada wisata air terjun yang alami dan berada disarasah bunta. Di Lembah Harau juga ada penangkaran kupu-kupu yang menjadi hewan kecil andalan dengan disediakannya kebun binatang kecil di dalamnya.

03. Wisata Alam gua Ngalau Indah

Obyek wisata alam ini merupakan sebuah gua di kawasana hutan lindung, sehingga udaranya masih bersih, segar dan agak sedikit basah. Gua ini ada di lereng perbukitan desa Payakumbuh. Penuh dengan jalan berkelok-kelok dan mendaki untuk sampai ke kawasan Ngalau Indah. Didalam gua bisa menyaksikan berbagai ornamen yang terukir sangat indah berupa batu stalagmit dan stalaktit yang terbentuk secara alami yaitu batu kapur yang mengendap selama ratusan tahun. Juga terdapat ribuan kelelawar di dalam gua yang hanya suara-suaranya saja yang terdengar karena mereka hampir tidak terlihat.

04. Gunung Sago dan Bakajang

Gunung Sago merupakan gugusan gunung yang memiliki ketinggian 2261 m dari permukaan laut di pegunungan bukit barisan. Gunung api yang masih aktif yang terakhir meletus sekitar tahun 1600-an. Gunung Sago yang juga dikenal nama Gunung Melintang ini mempunyai panorama alam yang sangat menakjubkan. Di atas puncak Gunung Sago ada danau Tingga, yang setiap tahun diadakan acara Bakajang yaitu biasanya acara yang digelar adalah pidato dan prosesi adat serta berbagai lomba yang berkaitan dengan air. Bakajang sendiri dibentuk seperti kapal/sampan yang dibuat dari triplek yang diberi lubang. Di dalamnya ada terdapat ruang bagi penghulu, dan musik-musik talempong serta hiasan-hiasan.

05. Pemandian Alami Batang Tabik

Pemandian Batang Tabik terdapat di Kenegarian Sungai Kamuyang dan menjadi satu-satunya tempat pemandian di Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Dari pusat kota Payakumbuh Batang Tabik ini berjarak lebih kurang 5 km serta terletak dipinggir jalan raya ke arah Nagari Lintau, Kab. Tanah Datar. Air kolam ini dari mata air yang kesannya masih alami dan tidak disemen dan airnya luar biasa jernih.

06. Jembatan Kelok 9

Jembatan Kelok 9 atau disebut Jalan Layang Kelok Sembilan ini menjadi destinasi wisata Sumatera Barat yang terkenal. Keberadaannya dapat membantu mengurangi kemacetan jalan lintas menuju Sumatera Barat ke Provinsi Riau atau sebaliknya. Jembatan Layang Kelok 9 ini dibangun sangat megah dan indah serta menjadi ikon konstruksi monumental dengan ketinggian 250 m. Dan merupakan hasil karya anak bangsa dengan panjang jalan mencapai 2 km dan panjang jembatannya sekitar 1 km. Selain itu yang menarik dari Jembatan Layang Kelok 9 ini dalam dalam konstruksinya dirancang agar bisa menahan beban gempa dan vertikal, jalannya menyatu dan terbentang di lembah perbukitan Bukit Barisan yang merupakan kawasan cagar alam.

07. Panorama Ampangan

Objek Wisata Panorama Ampangan dikawasan perbukitan Kenagaraian Aur Kuning di kelurahan Ampangan Kec. Payakumbuh Selatan. merupakan desa wisata dengan suasana alam perkampungan, sawah, ladang yang hijau dan luas terbentang mengajak wisatawan untuk menikmati keindahan alam pemandangan perbukitan.

08. Wisata Sejarah Jembatan Ratapan Ibu

Jembatan ini dibangun tahun 1818 dan memiliki panjang 40 meter dengan arsitektur kuno berupa susunan batu merah setengah lingkaran yang direkat dengan kapur dan semen tanpa menggunakan tulang besi. Jembatan ini melintasi Sungai Batang Agam, menghubungkan Pasar Payakumbuh dan nagari Aie Tabik (nagari = setingkat desa di Sumatera Barat). Dibangun oleh pemerintah Hindia-Belanda dengan menggunakan para pribumi sebagai pekerja paksa. Jembatan ini diberi nama Ratapan Ibu, karena menjadi saksi atas ratapan ibu dari para pemuda pejuang kemerdekaan di Payakumbuh yang dieksekusi oleh serdadu belanda dijembatan ini. (endy poewanto)

LEAVE A REPLY