NTT Berlakukan Tiga Pintu Masuk Wisman Bebas Visa

0
460

KUPANG, test.test.bisniswisata.co.id: Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parektif) Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu mengatakan ada tiga pintu masuk wisatawan mancanegara yang menerima kebijakan bebas visa. NTT memberlakukan itu.

“Tiga pintu masuk itu masing-masing, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk wilayah Flores Barat. Ende, di Kabupaten Ende untuk Flores Tengah dan Flores Timur, serta Kota Kupang, untuk wilayah Timor, Rote dan Alor,” jelas Marius di Kupang, Rabu (01/07/2015).

Labuan Bajo dengan Bandara Komodo-nya, kata dia, dijadikan pintu masuk menuju ikon pariwisata berkeajaiban dunia seperti Komodo (Varanus komodoensis) di Taman Nasional Komodo yang meliputi tiga pulau yaitu Rica, Padar dan Komodo.

Keberadaan komodo, yang telah menarik perhatian dunia sebagai species purba yang masih tersisa saat ini, akan dimanfaatkan dengan menggelar berbagai ajang nasional maupun internasional sebagai jembatan bagi NTT menuju destinasi unggulan. Misalnya Sail Indonesia yang telah digelar mulai tahun 2009, hingga 2013 lalu dilaksanakan di NTT dengan tema Sail Komodo dan sejak saat itu Komodo mulai menjadi primadona Indonesia.

Sementara Ende dengan Bandara H Hasan Aroeboesman merupakan pintu masuk menuju Danau Kelimutu serta wisata alam dan bahari lainnya untuk menarik wisatawan pada kebijakan visa gratis bagi 30 negara ke Indonesia. “Di sana, Kelimutu terkenal sebagai danau tiga warna yang juga merupakan salah satu keajaiban alam yang terletak sekitar 66 km dari Kota Ende,” ungkap dia

“Terletak di kawasan Taman Nasional Kelimutu dengan ketinggian berkisar antara 1.500 -1.731 mdpl, danau ini memiliki tiga warna yang selalu berubah-ubah,” imbuh dia.

Ia menerangkan, warna danau itu adalah merah, biru dan putih dengan perbandingan beberapa macam warna antara lain hijau, hijau muda dan hitam. Perubahan warna itu, papar dia, akibat garam besi dan sulfur serta mineral yang terkandung di dalamnya yang menyebabkan kawah danau itu berubah setiap waktu, terpengaruh adanya aktivitas gas vulkanik dan pancaran sinar matahari.

“Sedangkan Kota Kupang dengan Bandara El Tari, merupakan pintu masuk menuju obyek wisata bahari dan alam di Lasiana, dan situs budaya lain dalam Kota Kupang, obyek wisata pantai Nemberalla di Kabupaten Rote Ndao dan taman laut terindah di Kabupaten Alor,” papar dia.

Sejumlah pintu masuk wisatawan nusantara dan mancanegara di NTT itu masing-masing dengan ikon pariwisata telah menjadi pintu masuk pariwisata Indonesia selain Bali, yang sudah dikenal dunia selama ini. “Selain pintu masuk seperti bandara dengan ikon dan obyek pariwisata, hal penting yang perlu dibenahi adalah pelayanan pihak Imigrasi yang harus terus berbenah diri untuk bisa menyiapkan kedatangan wisatawan yang lebih banyak, utamanya di tiga pintu masuk tadi,” kata dia.

Bukan cuma itu, tutur dia, aspek penting lain yang harus dibenahi adalah sarana dan prasarana seperti infrastruktur jalan dan jembatan menuju lokasi wisata sudah siap untuk menyambut kunjungan wisatawan. Ia bilang, kesiapan itu telah diperhatikan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dengan membenahi infrastruktur jalan dan jembatan serta semua faktor higienitas menuju lokasi wisata.

“Ketersediaan infrastruktur dengan baik mutlak harus dimiliki daerah-daerah (pintu) tujuan wisata untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat di sektor pariwisata sebagai leading sector dalam mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuh dia. (*)

LEAVE A REPLY