Novita Yunus: Venezuela Berikan Apresiasi Tinggi Pada Batik

0
2009

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Diplomasi batik yang dilakukan Duta Besar RI di Venezuela berhasil memasyakatkan batik di negara itu sehingga acara fashion show Batik Chic mendapat sambutan meriah, kata desainer Novita Yunus, pemilik Batik Chic.

“Selama 16 hari di Venezuela untuk fashion show Batik Chic di sebuah hotel di Caracas, ibukota Venezuela 5 Oktober 2015 lalu, hampir setiap hari media setempat minta ada pemotretan baju batik dan saya sempat menjadi dosen tamu di dua sekolah mode ternama di Caracas yaitu Instituto Brivil dan Central University di Maracay, “ ujar Novita Yunus.

Menurut dia, Venezuela mungkin menjadi satu-satunya negara di dunia yang masyarakatnya sangat mengapresiasi batik Indonesia yang sudah diakui Unesco sebagai warisan dunia sehingga baju batik bukan hanya disukai oleh kalangan diplomatik tetapi juga masyarakat luas.

“Terus terang sejak kedatangan saya di Caracas media nasional di sana terus mengekspos setiap hari sampai-sampai saya merasa bak seorang selebriti” kata ibu tiga anak ini sambil tergelak. Namun kemampuan Dubes RI di sana, Prianti Gagarin Djatmiko Singgih melakukan diplomasi batiklah yang patut diacungi jempol terutama dengan media setempat, tandasnya.

Prianti selain memiliki jejaring  yang kuat dengan kalangan  diplomat,  akademisi dan pengusaha juga mampu melibatkan masyarakat setempat lewat proyek 365 sebuah proyek memasyarakatkan batik di berbagai komunitas setempat sepanjang hari dalam setahun. Dia juga aktif memanfaatkan media sosial untuk melakukan diplomasi lewat dunia fesyen batik, seni dan budaya serta diplomasi lainnya.

“Dari sisi konten pengetahuan batik beliau juga mumpuni karena sudah melalui riset dan menulis dua buku tentang batik dan  karya bu Dubes Prianti menjadi satu-satunya buku batik Indonesia yang berbahasa Spanyol, kata Novita Yunus.

Kunjungan ke Venezuela Ketika menjadi dosen tamu di sekolah fesyen terkenal, Novita diminta untuk sharing pengalamannya dalam hal memasarkan brand dan produknya hingga ke mancanegara karena dalam lima tahun berkiprah Batik Chic bukan hanya diterima masyarakat Indonesia tetapi juga mancanegara.

“Jadi saya tidak bicara soal desain tetapi strategi marketing, branding dan bagaimana bisa lolos quality control di banyak negara seperti Inggris, Jepang dan negara-negara di Amerika Latin ini karena setiap kali buat fashion show berbuah penjualan ritel,” ungkap mantan bankers bank asing ini.

Novita yang tahun 2013 juga sudah pernah berkunjung ke Venezuala untuk memperkenalkan Batik Chic mengatakan kini para desainer di Venezuela juga sudah familiar menggunakan batik dalam karya rancangannya. Dia mengaku terkesima dengan respons dan apresiasi masyarakat Venezuela dalam dua tahun terakhir ini.

Novita berharap para duta besar RI di mancanegara dapat melakukan diplomasi batik juga karena sebagai produk industri kreatif juga dapat meningkatkan perekonomian bangsa dan meningkatkan perdagangan antar negara sahabat. (hildasabri@yahoo.com)

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY