Sate Buntel, Puluhan Tahun Layani Penikmat Kuliner Sate

0
136
Sate Buntel Solo

SOLO, Bisniswisata.co.id: Sate, semua orang pasti tahu. Dan semua orang pasti pernah mencicipi hingga menyantapnya. Makanan terbuat dari potongan daging kecil-kecil yang ditusuk sedemikian rupa dengan tusukan lidi tulang daun kelapa atau bambu kemudian dipanggang menggunakan bara arang kayu.

Kini, setiap daerah punya sate dengan nama berbeda-beda. Bahkan ditangan pengelolanya, menghasilkan rasa sate yang berbeda juga. Salah satunya sate Haji Bejo yang ada di kota Solo Jawa Tengah. Warung sate yang berdiri puluhan tahun lalu, hingga sekarang namanya semakin moncer setelah menjadi langganan setia Presiden Joko Widodo, saat masih menjabat Walikota Solo.

Warung sate H. Bejo di Lojiwetan, Solo, Jawa Tengah memiliki sate yang khas, sate buntel. Tak hanya masyarakat Solo dan sekitarnya Presiden Joko Widodo juga senang makan di warung sederhana ini. Warung Bejo ini selain menghidangkan sate buntel, juga ada sate kambing, tengkleng, gule, tongseng dan nasi goreng kambing.

Sate buntel ini terbuat dari daging kambing yang digiling. Tidak menunggu lama setelah memesan satu porsi sate kambing dan sate buntel pun tersedia di meja. Sambal kecap dan cabe rawit utuh tersedia bagi anda yang suka dengan rasa pedas.

Tidak heran jika sate ini menjadi kesukaan presiden, pasalnya saat dicoba, daging yang empuk dipadu dengan bumbu yang ‘medok’ sangat memanjakan lidah. Rasa bau khas daging kambingpun tidak ditemukan.

“Menu yang paling sering dipesan pak Jokowi adalah sate buntel, sate kambing dan tengkleng. Waktu masih menjadi Wali Kota Solo Pak Jokowi sering mampir ke sini,” lontar Rita, anak dari pemilik warung sate H, Bejo.

Warung ini memang terkenal dengan dagingnya yang empuk. Karena daging yang dipakai adalah kambing yang berumur beberapa bulan serta gemuk. Untuk menu andalan di sini adalah sate buntel yang memiliki tekstur yang empuk dan beraroma khas yang gurih.

Ditanya rahasia satenya, Bu Bejo, pemilik warung merendah. Bu Bejo yang telah berusia 80 tahun itu mengaku tidak mempunyai jurus khusus agar daging kambing olahannya enak dan tidak berbau. “Nggak pake apa-apa. Saya gak aneh-aneh. Kalau saya jualan mulus. Mboten wonten nopo-nopone. Karena Allah, paringane Allah,” tutur Bu Bejo.

Bu Bejo menuturkan dirinya menceritakan awal dirinya mendirikan usaha bersama suaminya, H. Bejo. Setelah sempat mengikuti kerabatnya berjualan sate kambing, H. Bejo memberanikan diri berjualan sate kambing dengan resep Bu Bejo secara berkeliling.

Usaha sate H. Bejo berkembang hingga memutuskan berjualan menetap di salah satu emperan di satu sudut kota Solo. Setelah H. Bejo meninggal, Bu Bejo memutuskan membuka warung di Lojiwetan dibantu beberapa anaknya.

Bu Bejo mengaku selain Presiden Jokowi, satenya juga menjadi langganan Presiden kedua Soeharto dan keluarganya. Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto kerap memesan satenya untuk berbagai acara keluarga. “Dulu Pak Harto dan Mba Tutut juga. Mbak Tutut kali arisan ya beli sate, gule, sate buntel,” ujarnya.

Selain menyediakan sate kambing dan sate buntel, juga ada tengkleng merupakan sajian berkuah berbahan daging, jerohan dan tulang kambing. Sajian gurih berkuah ini berasal dari Solo. Bentuknya mirip gule kambing tetapi kuahnya agak sedikit encer.

Sedangkan tengkleng merupakan sajian berkuah berbahan daging, jerohan dan tulang kambing. Sajian gurih berkuah ini berasal dari Solo. Bentuknya mirip gule kambing tetapi kuahnya agak sedikit encer.

Setiap hari Bu Bejo mengaku menghabiskan 20 ekor kambing. Warung yang terbilang sederhana ini selalu ramai didatangi pengunjung yang penasaran dengan rasanya. Bagi anda yang ingin mampir, warung H. Bejo mulai buka sejak pukul 08:00 WIB. Mau coba saat liburan panjang? (PKO)

LEAVE A REPLY