Night Safari Singapura Kenalkan Bayi Gajah

0
454

SINGAPURA, test.test.bisniswisata.co.id: Night Safari Singapura memperkanalkan pengghuni satwa anggota terbarunya. Anggota itu, anak gajah betina berusia dua bulan yang menggemaskan dan siap menyambut penggemarnya maupun wisatawan.

Bayi gajah yang belum diberi nama ini merupakan anak dari Chawang, gajah Asia peliharaan Night Safari yang beratnya mencapai empat ton dan ibu Sri Nandong. Chawang merupakan hewan terbesar di taman safari dan selalu dianggap sebagai Raja Night Safari.

“Kelahiran bayi gajah betina ini sangat penting karena gajah berkembang biak sangat lambat, dan ia akan berkontribusi pada pencapaian populasi yang lestari dalam perlindungan manusia,” ujar Deputy Chief Executive Officer Night Safari Singapura, Dr Cheng Wen-Haur dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi test.test.bisniswisata.co.id, Kamis (28/7/2016).

Sejak kehadirannya bayi gajah ini memang selalu menarik perhatian. Para penjaga hewan terkejut karena bayi gajah lahir pada tanggal 12 Mei silam, lebih awal dari perkiraan. Sang ibu baru hamil 19 bulan padahal umumnya masa kehamilan gajah sekitar 22 bulan.

Sejalan dengan semangat hidupnya yang berapi-api, bayi gajah ini tumbuh dengan cepat. Beratnya bertambah menjadi 210 kilogram dari berat awal 149 kilogram saat lahir. Ia selalu ingin tahu apa saja dan merupakan penggemar berat segala sesuatu yang basah. Ia takkan pernah melewatkan kesempatan untuk berendam di kolam bermainnya dan setelah itu berguling di pasir.

“Kelahiran gajah ini juga akan memainkan peran utama sebagai duta untuk meningkatkan kesadaran akan nasib para kerabatnya di alam liar yang terancam punah,” ujar Cheng Wun.

Night Safari merupakan taman margasatwa nokturnal pertama di dunia. Sejalan dengan misinya mengusung kenakearagaman hayati, taman ini memusatkan perhatian pada penangkaran spesies yang terancam punah.

Selama bertahun-tahun taman ini telah mengembang biakkan berbagi spesies yang terancam punah. Diantaranya harimau Malaysia, Gajah Asia, kucing pemakan ikan, dhole merah, anoa, markhors, banteng, tapi Malaya dan singa Asia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY