Nidji Semarakkan Pagelaran Asuransi untuk Negeri

0
410

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Puncak Hari Asuransi di Jakarta bertajuk Pagelaran Asuransi untuk Negeri, berlangsung meriah. Kemeriahan ini tidak hanya dihadiri para tokoh asuransi nasional, namun juga kehadiran Band Nidji, Nenek Sahita, didukung artis, penari serta pembawa acara Desta dan Vincent menjadikan suasana menjadi hidup.

Acara dikemas begitu apik dan menarik, dalam bentuk mini operet berjudul “Untukmu”, dengan menampilkan testimoni yang dibalut penampilan Nenek Sagita dan dancer melalui permainan-permainan yang terbagi dalam tiga segmen cerita seperti bencana alam, kehilangan anggota keluarga dan sekolah wajib asuransi.

Apalagi tampilnya performa Nidji menjadi pelengkap sebagai acara pamungkas Pagelaran Asuransi Untuk Negeri dengan menampilkan beberapa lagu yang pernah hit dibawakan oleh band kenamaan yang juga akrab ditelinga para undangan hadir.

“Memang kami ingin puncak Hari Asuransi tahun ini sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pageleran ini dimotori Dewan Asuransi Indonesia (DAI) yang merupakan umbrella dari Asosiasi Asuransi di Indonesia,” papar Ketua Panitia Insurance Day 2015 Reza Luthfi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Acara Pagelaran Asuransi Untuk Negeri, dihadiri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad, Edi Setiadi Deputi Komisioner Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hendrisman Rahim Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia dan Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, Para ketua dan pengurus Asosiasi Asuransi yang bernaung di bawah DAI antara lain AAUI, AAJSI, AASI, APPARINDO dan APKAI.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad menjelaskan hingga Triwulan ketiga 2015, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mencatat adanya grafik peningkatan perkembangan asuransi di Indonesia. Hal ini menunjukkan masyarakat mulai memahami, menyadari bahwa asuransi merupakan bagian managemen resiko, yang harus mereka persiapkan dalam kehidupannya, baik sebagai proteksi diri, usaha dan lainnya.

“Memang dalam pertumbuhan asuransi nasional, asuransi asset GDP hanya sebesar 7 persen, dibanding Negara ASEAN lain yang asuransi asset mereka tiga kali lebih besar dibanding Indonesia, sementara jumlah penduduk, pertumbuhan bisnis terutama UMKM, pertumbuhan peternakan dan lahan pertanian yang luas, merupakan stimulan agar pertumbuhan asuransi yang lebih besar lagi,” papar Muliaman Haddad.

Dilanjutkan, ada beberapa hal yang menjadi tantangan utama menurut dalam perkembangan bisnis asuransi nasional antara lain, tingkat pemahaman masyrakat yang masih rendah atas jasa asuransi, akses bisnis asuransi yang relative masih rendah, rendahnya inovasi produk asuransi yang ada, kapasitas risk coverage yang masih terbatas dan yang terakhir adalah informasi yang belum berimbang atas isu klaim asuransi.

“ OJK terus berupaya sebagai regulator yang mendorong sisi suplay dan demand di dalam bisnis jasa asuransi serta meminimalisasi kerugian antar pihak, sehingga masyarakat melek asuransi yang ingin dicapai oleh industri asuransi tanah air bersama-sama dengan OJK diharapkan akan menjadi kenyataan, sehingga masyarakat begitu sadar dan mengerti asuransi adalah bagian dari menagemen resiko dalam kehidupan sehari-hari, ” sambungnya.

Dewan Asuransi Indonesia ( DAI ) dalam menyambut Hari Asuransi yang jatuh pada tanggal 18 Oktober, menggelar rangkaian kegiatan masyarakat asuransi Indonesia dimulai sejak September 2015, baik kegitatan secara nasional dan kegiatan yang dilakukan masyarakat asuransi di daerah-daerah, seperti di Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Pontianak, Surabaya . (endy)

LEAVE A REPLY