New York Fashion Week, Gadis Desa Junjung Kampung Halamannya

0
257
Model Chloe Grace

MELBOURNE, Bisniswisata.co.id: Kampung halamannya yang terkenal dengan tanah merah dan tambang emas memang jauh dari sorotan kamera dan kemewahan event busana bergengsi dunia, New York Fashion Week. Namun seorang remaja bernama Chloe Grace akan mengangkat kampung halamannya itu ketika dia melenggang di catwalk event New York Fashion Week tersebut akhir tahun ini.

Chloe Grace, remaja berusia 15 tahun itu yang belum pernah pergi ke luar negeri, telah berhasil terangkat statusnya dari bukan siapa-siapa menjadi model bagi label mode Bel Cappello, yang akan memulai debutnya di Amerika pada bulan September nanti.

“Saya tidak punya paspor, jadi ini adalah hal yang mengerikan untuk berpikir saya akan pergi ke New York … saya masih belum bisa mempercayainya,” kata Chloe.

“Saya merasa gugup sebelum melenggang di catwalk untuk Bel Cappello, tapi saya rasa pergi ke New York akan jauh lebih menegangkan … saya sudah tidak sabar lagi menunggu moment itu.”

Siswa kelas 10 ini merupakan putri dari seorang tukang listrik dan pelatih kuda di Kalgoorlie, Ashley Grace. Dia akan berangkat menuju New York dengan ibunya, Serena dan saudara laki-laki berusia 17 tahun, Ben.

Chloe mengatakan kehadiran mereka akan menenangkan sarafnya. “Kapan pun saya pergi ke Perth, saya seperti Whoa, lihat semua toko ini. Saya benar-benar seorang gadis desa,” kata Chloe.

“Keluarga saya sangat mendukung, dan mereka sangat bahagia untuk saya, tidak peduli bagaimana saya melakukannya, dan mereka melakukan yang terbaik untuk membantu mewujudkan impian saya.”

Grace mengatakan putrinya selalu menjadi pribadi yang terbuka. “Dia lucu, dia sangat menyukai humor, sangat ramah – dia mendapatkan sifat itu dari ayahnya,” katanya.

“Dia telah berjalan mondar-mandir di lorong kami sejak dia berusia tiga atau empat tahun, jadi saya pikir, dia memang dilahirkan untuk menjadi model. Dia telah berlatih setiap saat.

Rumah model Bel Cappello yang didirikan oleh insinyur pertambangan di Kalgoorlie, Holly Kiely, ibunya Jennine dan sahabatnya Jesica Mckenzie, diundang ke New York oleh Oxford Fashion Studio.

Perkembangan label ini terus berlanjut dan membangkitkan booming industri kreatif di kota pertambangan di Australia Barat ini, yang lebih dikenal dengan citra kampungan alias ‘blokey’.

Jessica Mckenzie mengatakan perancang regional itu meraih sukses, setelah rancangan mereka dipamerkan di London Fashion Week awal tahun ini. “Saya pikir mentalitas di mana Anda harus meninggalkan negara untuk mencapai sesuatu itu adalah salah,” kata Mckenzie.

“Holly dan saya tumbuh di Kalgoorlie dan kami telah memulai sebuah label mode di jantung kawasan gurun pasir yang akan dipamerkan di New York Fashion Week.

“New York jelas merupakan pusat mode, dan Paris juga menjadi agenda kami. Bagi seseorang seperti Chloe yang ingin maju dalam karirnya sebagai model, [New York] memungkinkan dia mendapat kesempatan untuk berkomunikasi dengan model dan agen lain dan mencari tahu siapa yang harus diajak bicara.”

Mantan model berbasis di London, Fifi Robinson mulai bekerja dengan Chloe saat berusia 13 tahun. Saat itu, Chloe sudah pernah tampil di lima majalah, termasuk W Magazine.

Dia juga dinobatkan sebagai finalis dalam kategori 13-18 tahun untuk Miss Fashion Week Australia, dengan final yang akan diadakan di Melbourne pada Oktober.

Fifi Robinson, yang memiliki seorang anak perempuan, mengatakan dia memahami kekhawatiran orang tua tentang anak-anak mereka yang ingin berkarir di dunia model. Dia mengatakan bahwa perjalanan ke New York adalah kesempatan seumur hidup bagi Chloe.

“Ini sangat menyenangkan dan saya hanya mengatakan kepadanya ‘ambil kesempatan itu’ Ini adalah hal yang besar bagi seorang gadis muda untuk bisa dilibatkan dalam event besar ini, apalagi orang dewasa,” katanya. (*/apc)

LEAVE A REPLY