Natalan, Awak Kabin British Airways Ancam Mogok

0
251
British Airways (Foto: Boston Herald)

LONDON, bisniswisata.co.id: Awak kabin British Airways yang berbasis di Bandara Heathrow berencana untuk melakukan aksi mogok di hari Natal dan hari Boxing secara berturut-turut terkait tuntutan gaji dan kondisi kerja.

Aksi tersebut didukung oleh serikat pekerja Unite, yang akan melibatkan 4.500 staf yang terikat kontrak pada armada campuran yang bergabung di maskapai BA sejak 2010. Unite mengatakan mereka dibayar lebih rendah dari staf lain. Mereka menilai gaji yang dibayarkan oleh British Airways dianggap tidak sesuai dengan ketentuan

British Airways menyebut aksi mogok tersebut telah diperhitungkan dan sama sekali tidak perlu. Menurut maskapai, semua penerbangan jarak jauh akan beroperasi seperti biasa, sama seperti semua penerbangan dari bandara Gatwick.

British Airways mengatakan akan bekerja pada sebuah rencana kontingensi untuk Heathrow yang akan dipublikasikan dalam tiga hari ke depan.

“Kami terkejut bahwa Unite mengusulkan untuk mengganggu rencana perjalanan pelanggan pada hari-hari khusus, seperti ketika begitu banyak keluarga yang berusaha untuk berkumpul bersama atau berangkat untuk berlibur,” kata British Airways seperti dikutip dari laman BBC di Jakarta, Minggu (18/12/2016).

“Tindakan yang telah diperhitungkan dan tak berperasaan ini sama sekali tidak perlu dan kami bertekad bahwa aksi tersebut akan gagal.”

BA mengatakan telah mendekati layanan konsiliasi Acas. Rencana aksi tersebut muncul setelah awak kabin yang tergabung dalam serikat pekerja Unite menolak tawaran kenaikan gaji sebesar dua persen pada hari Rabu. Alhasil, 1.200 anggota memilih untuk mogok. British Airways mengatakan mereka yang memilih mogok mewakili sekitar tujuh persen dari total awaknya.

Unite berpendapat bahwa gaji bagi mereka yang terikat kontrak pada armada campuran diiklankan antara £ 21.000 dan £ 25.000, namun pada kenyataannya mereka hanya dibayar mulai dari £ 12.000 ditambah dengan £ 3 per jam saat penerbangan. Unite mengatakan mereka “tidak memiliki hak perundingan bersama”.

Sementara itu, British Airways mengatakan telah mengusulkan kenaikan gaji yang adil dan wajar, sejalan dengan yang diterima oleh staf British Airways lainnya. Ini bukan pertama kalinya British Airways dilanda masalah. Pada periode 2009-2011 British Airways harus menelan pil pahit karena mencoba untuk memotong 1.700 pekerjaan awak kabin dan membekukan gaji mereka.

Kabarnya, aksi tersebut mengakibatkan CEO British Airways Willie Walsh harus menghabiskan jutaan poundsterling untuk mencari staf tambahan karena para pekerja British Airways melakukan mogok massal. (*/NDY)

LEAVE A REPLY