Natal, Wisatawan Jakarta Hilang Terseret Ombak Pantai Anyer

0
865
Pantai Anyer Banten (foto: Traveler Nusantara)

SERANG, bisniswisata.co.id: Kecelakaan di laut menimpa wisatawan kembali terjadi di kawasan wisata Pantai Anyer, Kabupaten Serang, tepatnya di Pasuruan, Banten. Bertepatan Hari Natal, seorang bocah berusia 14 tahun bernama Hilmi Adriano Rido terseret, lalu tenggelam di sana.

Informasi yang dihimpun, awalnya, sang bocah warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bermain bola di pinggir pantai Pasuruan bersama rombongan wisatawan asal Jakarta.

Saat tengah asyik, tiba-tiba bola terlempar ke laut. “Korban mengambil bola ke tengah, kemudian terseret ombak ke tengah,” kata Kasubag Penanggulangan Bencana dan Bantuan Teknis BPBD Kabupaten Serang, Hotman Siregar, Ahad (25/12/2016).

Kemudian, korban tak terlihat lagi setelah terseret ombak lantaran ombak yang besar dan angin kencang. “Sampai saat Tim SAR Pantai BPBD Kabupaten Serang sudah berada di lokasi untuk tindakan pencarian dan evakuasi,” tandasnya.

Memang saat ini, gelombang di Perairan Banten bagian utara meliputi kawasan Pantai Anyer dan Carita cukup besar dan membahayakan wisatawan yang berenang di sekitar pantai. “Kami mengimbau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas berenang di pesisir Pantai Anyer guna menghindari kecelakaan laut,” katanya.

Diakuinya, cuaca pesisir pantai selatan yang berhadapan langsung dengan perairan Samudera Hindia memiliki karakter berbeda dengan pantai di Selat Sunda bagian utara. Karakter pantai selatan dengan gelombang cukup tinggi dan banyak karang berbahaya bagi pengunjung yang berenang di sekitar pantai itu.

BPBD juga melarang pengunjung berenang di sekitar Pantai Ujungkulon, Binuangeun, Bagedur, Panggarangan, Sukahujan, Cihara, Bayah, dan Ciantir, karena berbahaya bagi wisatawan.

Berdasarkan laporan BMKG Banten, selama sepekan ke depan cuaca di pesisir Pantai Anyer memburuk karena ada tekanan rendah di Perairan Samudra Hindia. Ketinggian gelombang berpeluang mencapai 3,5 meter dengan kecepatan angin 15 knot atau 30 kilometer per jam. Tiupan angin bergerak dari tenggara dengan jarak pandang antara empat sampai enam kilometer.

Dalam catatan BPBD Serang, dua kasus wisatawan hilang yang hingga kini belum ditemukan.

Ahad (6/11/2016), Empat pelajar terseret ombak saat bermain air di sekitar Pantai Ambon, Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Dua orang yakni Aldi dan Rafa berhasil diselamatkan Tim SAR dan BPBD Kabupaten Serang dibantu relawan Balawista Anyer. Dua korban lainnya, yakni Dodi Saputra (16), dan Muhammad Ferdiansyah (14), hingga malam ini masih terus dicari. Keempatnya merupakan warga Ciracas, Kota Serang, Banten.

Saat kejadian sekitar pukul 13.30 WIB, empat remaja itu sedang berenang di Pantai Ambon, tiba-tiba ombak besar datang dan menghanyutkan pelajar yang diduga tak bisa berenang tersebut. Pada saat bermain air pantai, Dodi Saputra (16) berkaus hitam dan bercelana pendek. Sedangkan Muhammad Ferdiansyah (14) berkaus putih dan bercelana pendek. Hingga kini masih hilang.

Ahad (17/7/2016), Rizki (23), Cecep (29), dan Agung Priyanto (20), ketiga wisatawan yang tenggelam di Pantai Anyer, Serang, Banten tengah mandi di Pantai Ambon, Desa Bandulu, Anyer ketika ombak besar tiba-tiba menyapu.

Rizki dan Cecep warga Tangerang Permai diselamatkan petugas SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Serang. Sedangkan Agung, warga Kampung Pasrandu, Kecamatan Curug, Tangerang, masih dalam pencarian. Akibat kejadian yang berlangsung pada Minggu (17/7) sekitar pukul 09.45 WIB tersebut, hingga kini petugas masih menyisir perairan Pantai Anyer guna menemukan Agung. (*/NDY)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.